Jumat, 05 Juni 2020

YANG BARU DI JEMBATAN BARELANG



Lokasi foto: Jembatan Barelang, Batam.

Sudah sering kali saya ke jembatan ini. Sepertinya sudah lebih dari 10 kali. Namun setiap kali ke tempat ini seolah tak habis rasa kagum atas bangunan konstruksi sepanjang 385 meter yang menghubungkan pulau Batam-Rempang-Galang ini. 

Nama-nama pulau tersebut kemudian disingkat Barelang. Nama Barelang inilah yang lebih populer dipakai untuk menyebut nama jembatan ini. Nama resmi sebenarnya adalah Jembatan Fi Sabilillah.

Kali ini ada yang baru lagi sejak terakhir saya ke tempat ini. Kini ada taman yang telah ditata rapi di bagian bawah jembatan. Tepatnya di sekitar area dua tiang kaki yang menopang sisi utara jembatan. Ada jalan-jalan taman yang dipayungi rangka tiang-tiang berwarna coklat berderet diatasnya. Di bagian ujung taman juga telah dilengkapi dengan toilet umum.

Selain penataan jalan-jalan di taman bawah itu, ternyata ada juga penyewaan perahu untuk yang ingin menikmati suasana laut di sekitar jembatan Barelang. Dikenakan 20 ribu perorang sekali trip selama kurang lebih 15 menit.

DATARAN ENGKU HAMIDAH



Lokasi foto: Dataran Engku Hamidah, Batam.

Engku Putri Raja Hamidah atau Engku Hamidah adalah sosok penting dalam Imperium Riau-Lingga-Johor-Pahang yang hidup di abad 18. Selain sebagai permaisuri, dia juga menjadi penasehat hingga pemegang teraju adat dan tradisi.

Tugasnya semakin vital karena menjadi Pemegang Regalia Kerajaan, yaitu alat kebesaran Kerajaan. Artinya, Engku Putri Hamidah memiliki kewenangan memilih, mengangkat, dan melegitimasi sultan baru.

Engku Hamidah dikenal teguh mempertahankan Regalia dan menjaga kedaulatan kerajaannya. Sebab, Inggris dan Belanda saat itu sudah merongrong kerajaan dengan politik kotor. Namun, Engku Hamidah melawannya dengan kata-kata yang sangat diplomatis.

Sebagai bentuk penghargaan kepada Engku Hamidah, namanya diabadikan di ikon baru Batam ini. Dataran Engku Hamidah diresmikan di bulan desember 2019. Tempat ini telah dilengkapi dengan lampu-lampu hias berwana-warni yang mencolok.

Sebelum ditata menjadi sebuah taman yang rapi dan bersih, tempat ini hanya berupa lahan hijau pembatas antara jalan utama dengan kawan perkotoan di area belakang jalan. 

Bacaan: batampos.co.id (14 Feb'20)

BLACK OUT



Lokasi foto: Jalan Marina City, Batam.

“Salah satu ruas jaringan transmisi PLN Batam tersambar petir. Insiden ini membuat gangguan sistem kelistrikan di Batam yang menyebabkan blackout atau mati total Kamis (4/6/2020).” Demikian saya kutip dari berita online batamnews.com, pagi ini.

Semalam lampu padam di perumahan kami. Ternyata bukan cuma di tempat kami tapi seluruh Batam bahkan sampai ke Pulau Bintan.

"Batam dan Pulau Bintan semua mengalami blackout atau mati total," kata Rudy di Tanjungpinang, Kamis (3/6/2020) malam.

Foto diatas saya ambil saat terjadi black out tersebut. Walaupun lampu jalan dan lampu ruko-ruko sepanjang jalan tampak gelap gulita, lampu-lampu kendaraan yang melintas masih cukup menerangi suasana jalan sehingga tidak terlalu terasa gelapnya.

Beberapa mini market dan ruko tetap terlihat terang seolah tidak terpengaruh adanya black out malam ini. Sepertinya mereka memiliki genset sendiri sehingga tetap beraktifitas seperti biasa.

Kamis, 04 Juni 2020

AKHIR ZONA SELAMAT SEKOLAH (?)


Lokasi foto: Sagulung, Batam.

Papan tulisan pada rambu jalan di depan sekolah itu tak terpasang sempurna lagi. Pengikat sebelah kanan telah lepas. Entah karena termakan usia atau karena sebab lain yang tak diketahui. Sepertinya tak lama lagi papan itu terlepas dan jatuh ke tanah.   

Tepat di seberang jalan berdiri sebuah sekolah dasar negeri. SD Negeri 016 Sagulung, Batam. Dengan 738 siswa yang setiap hari hadir belajar menuntut ilmu. 

Sejak pertengahan Maret 2020, sekolah di Batam diliburkan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. Berarti telah sudah hampir 3 bulan aktifitas belajar mengajar tatap muka di sekolah ditiadakan. Siswa berserta guru diliburkan dan diganti dengan kegiatan belajar mandiri di rumah.

Menurut info terakhir yang saya baca di batamnews.com kemarin, sekolah di Batam akan dibuka pertengahan bulan depan. Itupun jika tidak dimajukan lagi seperti sebelumnya.

Mungkin sudah saatnya metode pendidikan masa di masa depan sekalian saja bisa diterapkan dengan sistem yang lebih efektif. Tanpa perlu sepenuhnya tatap muka.

Batam, 03 Juni 2020

Rabu, 03 Juni 2020

LANGIT JINGGA


Langit berwana jingga dalam foto ini saya ambil saat masih dalam suasana wabah Covid-19 di Batam. 

Data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam menyebutkan jumlah pasien positif Corona di Batam Kota secara kumulatif saat ini sebanyak 50 orang, 19 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh sebagaimana diberitakan oleh batamnews.com (6/2).

Angka kasus positif Covid-19 di Kota Batam tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah pasien positif Corona secara kumulatif tercatat ada 140 orang. Demikian update di hari berikutnya (6/3).

Aktifitas belajar mengajar secara tatap muka rencananya akan di mulai tanggal 13 Juli nanti. “Tanggal 13 Juli, sepakat murid masuk semua, kalau tidak ada perubahan,” ujar Wali Kota Batam, HM Rudi, Kamis (28/5/2020). 

Rudi memperkirakan virus ini belum akan berakhir sampai akhir tahun. Protokol kesehatan harus diterapkan, dengan jaga jarak dan memakai masker.

Semoga suasana ini segera pulih kembali sekalipun nantinya dengan cara yang tidak biasa atau seperti dulu lagi tapi dengan kehidupan normal baru (new normal).

Batam, 02 Juni 2020

JALAN KEHIDUPAN


Lokasi foto: Sagulung, Batam.

Tak lama lagi matahari terbenan saat saya mengambil foto ini. Sekitar jam 17.30. Jika cuaca cerah dan matahari tidak tertutup awan tebal, momen seperti ini akan hadir setiap sore. Namun berlangsung sebentar saja. Mungkin hanya sekitar 5-10 menit. Dan setelah itu matahari terbenam.

Jam seperti ini biasanya ramai pengendara motor dan mobil yang beranjak pulang ke rumah masing-masing usai bekerja di kawasan industri di sekitar tempat ini. Industri tersebut diantaranya adalah industri galangan kapal dan manufaktur.

Tak jauh dari kawasan ini terdapat banyak pemukiman atau perumahan yang sebagian besar juga bekerja di kawasan industri tersebut.

Di bagian tengah jalan ini posisinya agak landai sehingga jalan aspal terlihat melengkung. Mulai sedikit menanjak di posisi saya berdiri dan bagian ujung jalan dalam foto ini. Inilah jalur yang menghubungkan jalan utama ke kawasan industri.

Di sisi kiri foto adalah posisi sebelah barat, dimana matahari dan sinar cahaya sore keemasan menerpa tanah yang tertutup rumput hijau.

Batam, 02 Juni 2020

ADA PELANGI


Lokasi foto: Batu Aji, Batam.

Usai turun hujan sore ini, tiba-tiba cuaca menjadi cerah keemasan dan kemudian muncul pelangi. Beberapa orang yang saat itu berada di luar rumah dan menyaksikan pemadangan tak sering terjadi ini, secara spontan mengarahkan handphone ke langit dan mengambil foto. 

Menurut Wikipedia, Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan.
Nah, kalua ditarik ke dalam pemaknaan kehidupan, ini beberapa kutipan yang cuku menarik. Saya kutip dari internet.

“Pelangi datang hanya sekejap namun keindahannya mempesonakan setiap yang melihat. Hal tersebut mengingatkan manusia untuk senantiasa menggunakan waktunya dengan baik, karena hidup di dunia hanyalah sementara.” 


“Pelangi Muncul setelah Hujan. Itu artinya jika mempunyai impian, maka wujudkanlah dengan kerja keras”.

Batam, 01 Juni 2020

PAGI



Lokasi foto: Water Front City, Batam.

Saat yang baik untuk menangkap momen cerah di jalan Kawasan Marina Water Front City ini yaitu di waktu pagi hari. Arah sinar matahari yang terbit dari balik pepohonan di atas bukit di bagian belakang, menyinari dengan terang di sepanjang area ini. Awan-awan putih seolah benda pertama yang telah dijatah untuk mendapat cahaya pagi hari.

Salah satu objek yang menarik di sepanjang jalan ini yaitu barisan pohon kelapa yang berjejer rapi di seberang jalan dan pohon palm di tengah jalan dua arah tersebut.

Jalan di Kawasan Marina Water Front City menjadi perlintasan kendaraan yang ramai di pagi hari oleh para pekerja yang berangkat ke kantor atau pabrik yang berada di sekitar tempat ini. Para pekerja yang bermukim di bagian barat (Batu Aji dan Sagulung) yang bekerja di bagian utara (Sekupang) sebagina memilih melintas di jalan ini melewati pemukiman Tanjung Riau.

Dari segi nama, Marina Water Front City adalah sebuah konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau. Di kawasan ini terdapat pelabuhan, sarana wisata pantai, hiburan dan hotel berbintang.

Batam, 1 Juni 2020

Sabtu, 21 April 2018

Terminal Tiga Soetta Mantap

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta mantap dan bikin pegal betis. Luas dan jauh. Klo datang dengan waktu yang mepet dijamin bisa ketinggalan pesawat.

Jumat dan sabtu ini bertemu lagi dengan bangunan yang besar, tinggi dan pencahayaan alami yang menyilaukan ini. Serasa dalam badan kapsul pesawat futuristik.

Pintu keberangkatan di Gate 19. Karena barusan lewat keberangkatan terminal Tiga ini, mau liat-liat sambil jalan. Sambil jalan dengan tas di punggung, sampailah di ujung bangunan bandara ini. Fuih... jauh ternyata.

Pesan moral: Sering2lah olahraga. Biar betis ga kaget. :)

Kamis, 19 April 2018

SEBULAN LAGI RAMADHAN

Tanpa terasa sudah masuk bulan Sya'ban. Berarti bulan depan masuk Ramadhan. Dan ternyata sudah setahun baru menulis di blog ini lagi. He...he...

Untuk penanggalan masehi, kemungkinan besar 1 Ramadhan akan jatuh pada tanggal 17 Mei 2018.

Ya Allah, pertemukanlah kami dengan Ramadhan tahun ini. Amin.

Apa target Ramadhan tahun ini? Bagaimana dengan target Ramadhan tahun lalu? Nah... itu yg mesti diketahui lalu di evaluasi. Sip. Nanti di cari-cari catatan target tahun lalu 😊

BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...