Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2008

Belajar terbiasa

Sudah genap sepekan hari ini aku berada jauh dari kampung halaman. Pulau Batam, lumayan jauh, hingga harus melintasi daratan, lautan dan pulau-pulau.

Warna dan suasana yang berbeda sungguh terasa. Tentang ini di tulisan berikut insya Allah saya tulisakan.

Aktivitas yang kulalui juga kini jauh berbeda dengan ketika masih berada di Makassar. Tempat aku bekerja sekarang adalah sebuah perusahaan galangan kapal yang katanya terbilang besar di pulau ini. Saat ini sedang sedang dibangun kapal sekitar 15 buah. Luas galangannya juga lumayan luas, maybe sepuluh kali GOR Mattoangin yang ada di Makassar.

Ada yang menarik juga dengan pola hidup baru yang menantang ini. Bangun subuh adalah hal yang wajib bagi kami-kami. Bus kantor antar-jemput datang dan pulang sesuai jadwal. Kedisiplinan adalah salah satu karakter yang perlu kami biasakan. Tentu tak boleh terlambat karena jika ketinggalan bus akan berabe. Pergi sendiri, jaraknya dari mess sekitar 30 menit saat jamsibuk.

Salah satu yang butuh pemb…

Berjuang dalam rindu

Sesuatu yang jauh akan diharapkan
Sesuatu yang telah pergi akan dirindukan
Semuanya akan mengelorakan hati
Hingga akhirnya
Akan selalu terkenang...









Namun hari harus dihadapi
Sebab berjuang adalah mesti
Untuk hadapi hidup
Raih impian

Saat bermula

Jalan panjang bermula kini
Melintas pulau hingga ke ujung
Menggapai asa di tepi negeri

Ingin kutajamkan pedang
Tuk kuatkan pijakan diri
Arungi hidup dan nafas
Hingga ku tegar hadapi zaman

Ingin kuasah belati
Tuk kuatkan genggaman
Membawa beban ditangan
Higga saatnya asa jadi nyata
Hingga senyum Ilahi merekah
Untuk kita...
(Makassar-Batam)

Setelah menempuh perjalanan selama 3,5 jam ditambah transit 2 jam di cengkareng, akhirnya pesawat Lion Air Buing 737-400 dengan nomor penerbangan JT370, yang kami tumpangi mendarat dengan gagah di Bandar Udara Hang Nadim, Batam. Saat itu jam menunjukkan pukul 12.00 waktu batam. Alhamdulillah.

Merancang hari esok

"If you fail to plan you plan to fail"

Kalimat ini selalu kuingat dan menantangku untuk selalu membuat catatan kemarin dan membuat coretan-coretan rencana walau sering tak sempurna. Saati ini tepat berada di awal tahun, Januari 2008, sekali lagi menantangku untuk memperbaharui rencana-rencana.

Buku harian kebuka kembali. Beberapa momen indah terkenang lagi. Saat kuliah di kampus Unhas, saat aktif di organisasi intra dan ekstra utamanya di KAMMI Daerah Sulsel, saat indah di lingkar-lingkar tarbiyah. Terputar lagi file-file itu melayang di benakku.

Kuambil selembar kertas dengan kotak-kotak yang tersusun, menyusun rencana kedepan. Seolah seorang panglima perang membuat strategi penyeranga dengan melihat kekuatan dan kelemahan pasukannya. Kesempatan dan tantangan di depannya.

Memupuk cinta

Tak berguna seribu kata cinta
Tak berarti untaian indah kalimat ukhuwah

Tak disangka cinta bersemi
Dengan wujud sebuah bukti

Bunga cinta tersiram malam ini

Jumat kemarin aku tersunyum di hati dan bahagia. Saat itu di akhir liqo, hampir saja saya lupa sesi yang dijanjikan pekan lalu. Pertemuan pekan kemarin usai akh Uki membawakan materi 'Ukhuwah Islamiyah' kami sepakat untuk membuat bentuk aplikasi materi tersebut, walau terbilang kecil-kecilan.

Setelah berdiskusi bagaimana bentuknya, akhirnya semua menyepakati pekan depan di pertemuan berikutnya untuk membawa hadiah, hadiah apa saja menurut keinginan dan kemampuan tentunya yang akan diberikan kepada al-akh yang lain. Setiap orang mesti membawa.

Malam itu ternyata semua membawa hadiah. Setelah hadiah dikumpulkan, saya membaginya kepada masing-masing mereka dengan hadiah dari teman yang lain secara acak. Tukar kado ceritanya. Setelah dibuka bungkusannya nampaklah hadiah tersebut. Sumringah wajah masing-masing mendapatkan isi b…

Berganti masa

Kuncup mekar datang berganti
Saat mimpi belum sempurna
Walau malam kemarin masih bersisa
Tapi kini beralih dengan terangnya pagi
Namun dengan mentari yang sama

Setahun berlalu lagi
Setahun tak bisa kembali
Setahun tertinggal lagi
Segala utang mengejar lagi

(marhaban)

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara dentuman dari segala penjuru. Tidurku terganggu. Aku bangkit melihat apa yang terjadi.

Setelah mengikuti kegiatan seharian di Hotel Sahid, berakhir sekitar pukul delapan malam. Karena merasa letihh aku langsung merebahkan diri dan akhirnya terlelap.

Suara yang serentak membangunkanku itu adalah bunyi petasan yang seolah dengan satu komandu untuk memulai penyerangan bertubi-tubi. Aku segera ke luar balkon lantai dua dan mengarahkan pandangan ke penjuru langit. Kembang api di mana-mana. Meluncur naik dan serentak pecah bermekaran seolah sari bungan yang dipancarkan keluar dan menyala. Indah sepintas. Sadarlah aku, mereka merayakan pergantian tahun. Sekarang telah berada di 2008. Ada puluhan tem…