Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

PANAH BERDURI

Panah berduri menghunjam hati
Panah beracun menghantam tak berperi
Saat pandang tak lagi tenang
Tak dikekang terlepas senang Namun di sudut lain
Ada hati yang gelisah
Ada bara yang membara
Bergelora mencabik menuntut lebih
Meraung panas tak puas
Kini buas, lepas Ada hati yang gelisah
Ada tangis yang terisak
Ada panah berduri berteriak
Menang Makassar, 4 Januari 2006 (Catatan buku diary 10 tahun yang lalu)