Selasa, 05 Oktober 2010

Berpikir dan Berjiwa Besar

Berpikir dan Berjiwa Besar
(The Magic of Thinking Big)
Oleh : David J. Schwartz

I. Percaya Anda Dapat Berhasil, maka Andapun akan Benar2 Berhasil.
• Mengembangkan Kekuatan Kepercayaan :
i. Berpikir Sukses, jangan Berpikir Gagal.
ii. Ingatkan Diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik dari pada yang Anda kira.
iii.Kepercayaan pada hal2 besar (gagasan).

II.Sembuhkan Diri Anda dari Dalih, Penyakit Kegagalan.
1.Dalih Kesehatan :
a. Jangan berbicara tentang kesehatan Anda. Orang “mungkin” mendapatkan sedikit simpati tetapi tidak mendapatkan respek dan loyalitas dengan menjadi pengeluh yang kronis.
b. Jangan khawatir tentang kesehatan Anda
c. Bersyukurlah secara tulus bahwa kesehatan Anda baik sebagaimana adanya.
d. Sering2 ingatkan diri Anda : “jauh lebih baik letih karena bekerja dari pada letih karena menganggur”
2. Dalih Intelegensi :
Berpikir yang memandu intelegensi Anda jauh lebih penting dari pada berapa banyak intelegensi yang Anda punyai.
a. Jangan pernah meremehkan intelegensi Anda sendiri.
b. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa sikap saya lebih penting dari pada intelegensi saya.
c. Ingat bahwa kemampuan berpikir jauh lebih bernilai daripada kemampuan mengingat fakta.
3. Dalih Usia :
a. Lihat usia Anda yang sekarang secara positip
b. Hitung berapa waktu produktif yang masih Anda miliki.
c. Investasikan waktu masa depan mulai sekarang.
4. Dalih Nasib :
a. Terimalah Hukum Sebab-Akibat.
b. Jangan ber-angan2 kosong, mengandalkan nasib.
1) Bangun Kepercayaan dan Hancurkan Ketakutan
v Banyak orang mengatakan : “Jangan khawatir, itu cuma imaginasimu, tidak ada yang perlu ditakutkan”.
Kita tahu bahwa jenis hiburan ini tidak pernah benar2 berhasil.
v Ketakutan itu nyata, benar2 riil dan menghentikan orang memanfaatkan peluang.
v Tindakan mengalahkan ketakutan.
v Membangun kepercayaan :
2) Depositokan hanya pikiran positip didalam bank ingatan Anda.
3) Tarik hanya pikiran2 yang positip dari bank ingatan Anda.
v Menempatkan orang didalam perspektif yang benar :
1) Memiliki pandangan yang seimbang mengenai orang lain (sama penting dengan diri Anda).
2) Kembangkan sikap penuh pengertian.
v Jika kita melakukan apa yang kita tahu salah :
1) Kita merasa bersalah yang menggerogoti kepercayaan diri kita.
2) Orang lain akan mengetahuinya cepat atau lambat dan kehilangan kepercayaan kepada kita.
v Buat segalanya tentang anda berbunyi “Saya percaya diri, benar2 percaya diri”.
a) Duduk selalu dibarisan depan.
b) Adakan kontak mata
c) Berjalan 25 % lebih cepat.
d) Berbicaralah terus terang
e) Tersenyumlah lebar2.
4) Bagaimana Berpikir Besar
v Anda lebih besar dari pada yang Anda kira.
v Kita tidak berpikir dalam kata dan frase. Kita berpikir hanya dalam gambar dan / atau citra. Kata adalah bahan mentah dari pikiran. Sewaktu diucapkan atau dibaca, otak otomatis mengubah kata dan frase menjadi gambaran pikiran.
v Untuk Berpikir Besar kita harus menggunakan kata dan frase yang menghasilkan citra atau gambar mental yang positip dan besar.
A. Empat cara untuk mengembangkan kosakata Pemikir Besar :
1. Gunakan kata dan frase yang besar, positip dan riang untuk menggambarkan perasaan kita.
2. Gunakan kata dan frase yang cerah, ceria dan menyenangkan untuk menggambarkan orang lain.
3. Gunakan bahasa yang positip untuk membesarkan hati orang lain (pujian).
4. Gunakan kata2 positip untuk mengikhtisarkan rencana kepada orang lain.
B. Pemikir Besar melatih diri untuk melihat bukan hanya yang ada, tetapi apa kemung-kinannya.
v Cara Anda dapat mengembangkan kekuatan diri Anda untuk melihat apa kemungkinan yang ada, bukan hanya yang ada.
1. Praktekan menambah nilai pada segala sesuatu.
2. Praktekan menambah nilai pada manusia
3. Praktekan menambah nilai pada diri Anda sendiri.
5) Bagaimana Berpikir dan Bermimpi secara Kreatif
Berpikir kreatif berarti menemukan cara2 baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja.
v Cara mengembangkan dan menguatkan kemampuan kita dalam berpikir kreatif :
1. Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan.
Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin, pikiran Anda akan bekerja untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. Akan tetapi jika Anda percaya sesuatu dapat dilakukan, pikiran Anda akan bekerja bagi Anda membantu mencari jalan untuk melaksanakannya.
Pikiran Anda akan menciptakan jalan jika Anda mengizinkannya.
Dua saran untuk membantu mengembangkan kekuatan kreatif :
a. Hapus kata “tidak mungkin” baik dari pikiran maupun kosakata pembicaraan Anda.
b. Pikirkan sesuatu yang istimewa yang selama ini ingin lakukan, tetapi Anda rasa tidak dapat melakukannya.
Tiga cara memerangi berpikir tradisionil :
a. Jadilah orang yang bersedia menerima gagasan.
b. Jadilah orang yang suka ber-eksperimen
c. Jadilah progresif, bukan regresif. “Bagaimana kami dapat mengerjakkannya lebih baik dari pada dengan cara yang biasa dilakukan.
2. Jangan berpikir tradisi, melumpuhkan pikiran Anda.
3. Bertanyalah kepada diri sendiri setiap hari : “Bagaimana saya dapat bekerja lebih baik”.
4. Bertanyalah kepada diri sendiri : “Bagaimana saya dapat bekerja lebih banyak”.
5. Praktekan bertanya dan mendengarkan.
6. Bentangkan pikiran Anda, dapatkan stimulasi.
6) Anda adalah apa yang Anda pikirkan mengenai Diri Anda
v Cara Anda berpikir menentukan bagaimana Anda bertindak, cara Anda bertindak pada gilirannya menentukan bagaimana orang lain bereaksi terhadap Anda.
v Beberapa cara meningkatkan respek kepada diri sendiri :
1. Tampil penting membantu Anda berpikir penting.
Gunakan pakaian (rapih) sebagai alat untuk menaikan semangat Anda, membangun kepercayaan.
• Anda sebenarnya menghemat ketika Anda membayar dua kali lebih banyak dan membeli setengahnya saja, karena :
a) Lebih awet karena kualitas lebih baik.
b) Model lebih baik.
2. Beri diri Anda percakapan pendek pemberi semangat beberapa kali sehari.
3. Tingkatkan cara berpikir Anda, berpikirlah sebagaimana orang penting berpikir.
4. Berpikirlah pekerjaan Anda Penting.
7) Atur Lingkungan Anda : Gunakan selalu yang Kelas Satu
v Tubuh terbentuk sesuai dengan apa yang dimakan oleh tubuh, begitu pula pikiran terbentuk sesuai dengan apa yang dimakan oleh pikiran yaitu lingkungan Anda. Lingkungan menentukan kebiasaan, sikap, kepribadian kita.
Perbaiki diri Anda untuk meraih keberhasilan
• Hal2 yang membuat lingkungan sosial Anda menjadi kelas satu :
1. Berkunjunglah ke kelompok2 baru
2. Pilihlah teman2 yang mempunyai pandangan yang berbeda.
3. Pilihlah teman2 yang tidak terlihat pada hal2 yang kecil / tidak penting.
• Buat agar lingkungan Anda membuat Anda berhasil :
1. Sadarlah akan lingkungan
2. Buat lingkungan Anda bekerja untuk Anda.
3. Jangan biarkan orang yang berpikiran kecil menahan Anda.
4. Dapatkan nasihat Anda dari orang yang berhasil.
5. Berkecimpung ke kelompok2 baru.
6. Singkirkan racun pikiran keluar dari lingkungan Anda (gossip)
7. Gunakan segalanya kelas satu.
8) Jadikan Sikap Anda Sekutu Anda
v Cara kita berpikir terlihat melalui cara kita bertindak (sikap)
v Anda dapat membaca pikiran orang dengan mengamati ekspresinya.
v Untuk mengaktifkan orang lain, Anda harus lebih dulu mengaktifkan diri Anda.
1. Prosedur mengembangkan kekuatan antusiasme :
a. Galilah lebih dalam, pelajari lebih banyak tentang hal yang semula tidak menarik bagi Anda.
b. Dalam segala hal, lakukanlah dengan bersemangat.
c. Siarkan Berita Baik
2. Timbulkan sikap Anda orang penting
Tiap manusia ingin merasa dirinya penting.
Alasan membuat orang merasa penting :
a. Orang akan melakukan lebih banyak untuk Anda jika Anda membuat mereka merasa penting
Pemikir besar selalu menambah nilai pada orang dengan memvisualisasikan mereka dalam keadaan terbaik mereka.
b. Ketika Anda membantu orang lain merasa penting, Anda membantu diri Anda merasa penting pula.
Caranya :
o Berilah penghargan dengan pujian yang jujur dan pribadi.
Memperlakukan seseorang sebagai orang kelas dua, tidak pernah memberi Anda hasil kelas satu
o Biasakan memanggil orang dengan menyebut namanya dengan ucapan dan ejaan yang benar.
o Jangan memonopoli kebanggaan diri, investasikanlah.
3. Ingin menghasilkan uang ?
Milikilah sikap : Utamakan Pelayanan.
Selalu beri orang lebih dari pada yang mereka harapkan.
III. Berpikir Benar tentang Orang Lain
Sukses bergantung pada dukungan orang lain.
1. Hal2 membuat orang menyukai Anda.
a. Belajarlah mengingat nama. Ketidak efisienan pada titik ini mungkin menunjukkan bahwa perhatian Anda kurang.
b. Jadilah orang yang menyenangkan sehingga Anda tidak menjadi kaku.
c. Memiliki sikap santai dan rileks sehingga Anda tidak mudah terganggu.
d. Jangan congkak. Hindari kesan bahwa Anda sok tahu.
e. Kembangkan sifat menarik sehingga orang akan mendapatkan sesuatu yang bernilai dari pergaulan mereka dengan Anda.
f. Usahakan mendapatkan “unsur kasar” didalam keperibadian Anda, bahkan unsur yang mungkin Anda tidak sadari.
g. Berusahalah secara tulus untuk memperbaiki sikap kesalah-pahaman yang pernah / atau sedang Anda alami. Buanglah keluhan Anda.
h. Biasakanlah menyukai orang hingga Anda belajar melakukannya secara sunguh2.
i. Jangan pernah melawatkan kesempatan menyatakan “selamat” kepada siapapun, atau menyatakan simpati akan penderitaan atau kekecewaan.
j. Berikan kekuatan spiritual kepada orang lain.
Jangan coba membeli persahabatan, karena persahabatan tidak dapat dibeli dan kita rugi melakukannya :
i. Memboroskan uang
ii. Menghina orang yang dituju.
2. Cara mengambil inisiatif dalam membina persahabatan, jangan berpikir “biarkan mereka yang menghubungi kita”.
a. Perkenalkan diri Anda kepada orang lain pada setiap kesempatan.
b. Pastikan orang tersebut mendengar nama Anda dengan jelas.
c. Pastikan Anda dapat mengucapkan namanya sama seperti caranya mengucapkannya.
d. Tulis namanya, nomor telponnya dan pastikan Anda mengerjakannya dengan benar.
e. Telepon teman baru yang Anda rasa Anda ingin kenal dengan baik.
f. Menyatakan hal2 yang menyenangkan kepada orang asing tersebut.
3. Terima perbedaan dan keterbatasan manusia
Saran mengatasi kelemahan mengharapkan kesempurnaan pada orang lain :
a. Terima kenyataan bahwa tidak ada orang yang sempurna.
b. Terima kenyataan bahwa orang lain mempunyai hak untuk berbeda.
c. Jangan menjadi pembuat pembaruan, Anda berhak atas opini Anda sendiri, tetapi lebih baik menyimpannya sendiri.
“Betapa membosankannya dunia ini jika orang semuanya sama dan semuanya sempurna”
4. Setel selalu saluran “positif” dari setasiun pikiran Anda
Temukan kualitas untuk disukai dan dikagumi pada diri seseorang, bukan hal2 yang tidak disukai.
5. Praktekan kemurahan hati dalam ber-cakap2.
6. Praktekan kabaikan hati selalu.
Imbalan berbuat baik kepada orang yang tidak Anda kenal dan tidak pernah berharap untuk kenal adalah dalam bentuk perasaan senang dan tercermin didalam pekerjaan Anda dan segala hal lain yang Anda kerjakan.
7. Jangan menyalahkan orang lain jika Anda mengalami kemunduran.
Bagaimana Anda berpikir ketika Anda kalah menentukan berapa lama kekalahan itu berlangsung sebelum Anda menang.
IV. Dapatkan Kebiasaan Bertindak
• Gagasan yang sederhana yang dilaksanakan dan dikembangkan, lebih baik dari pada gagasan hebat yang tidak ditindak lanjuti.
• Tidak ada yang datang hanya dengan memikirkannya.
• Menunggu agar kondisi yang sempurna tercapai, sama dengan menunggu selamanya.
• Ujian bagi orang yang sukses bukanlah kemampuannya menghapuskan semua masalah sebelum masalah yang bersangkutan timbul, melainkan menghadapi dan mengatasi kesulitan ketika kesulitan tersebut memang muncul.
• Keputusan untuk bertindak memacu pikiran untuk memikirkan cara2 mencapai tujuan.
• Gunakan tindakan untuk menyembuhkan ketakutan dan mendapatkan kepercayaan diri. Hidupkan mesin mental Anda secara mekanis.
• Lebih mudah membelanjakan apa yang tersisa sesudah ditabung dari pada menabung apa yang tersisa sesudah dibelanjakan.
• Jangan menunda hingga esok apa yang dapat Anda kerjakan hari ini.
• Mengembangkan kebiasaan mengambil inisiatif :
a. Jadilah pengambil inisiatif
b. Jadilah sukarelawan
• Tumbuhkan kebiasaan bertindak :
a. Jadilah “aktivasionis”, orang yang berbuat.
b. Jangan menunggu hingga keadaannya sempurna karena itu tidak pernah terjadi.
c. Gagasan saja tidak akan memberi keberhasilan.
d. Gunakan tindakan untuk menghilangkan ketakutan.
e. Mulai mesin Anda secara mekanis.
f. Berpikir dalam pengertian “sekarang”.
g. Segeralah bertindak.
h. Ambil inisiatif.
V. Bagaimana mengubah Kekalahan menjadi Kemenangan
• Kekalahan hanyalah keadaan pikiran, tidak lebih.
• Pedoman mengubah kekalahan menjadi kemenangan :
a. Pelajari kemunduran untuk melicinkan jalan menuju keberhasilan.
b. Selidiki kesalahan dan kelemahan Anda dan kemudian perbaiki.
c. Berhentilah menyalahkan nasib.
d. Gabungkanlah ketekunan dengan eksperimen.
e. Ingatlah, ada sisi baik dalam setiap situasi.
• Orang tekun adalah orang yang tidak pernah berpikir bahwa dirinya kalah.
Akan tetapi ketekunan hanyalah salah satu unsur dari kemenangan.
Ketekunan yang digabungkan dengan eksperimen benar2 menjamin keberhasilan (Thomas Edison dalam menciptakan bola lampu yang sebelumnya gagal ribuan kali)
Cara mengembangkan kekuatan yang lebih besar untuk bereksperimen :
a. Katakanlah pada diri Anda sendiri : “Pasti ada jalan”.
Semua pikiran bersifat magnetis :
§ Jika Anda mengatakan “saya kalah”, tidak ada jalan untuk menaklukan masalah itu, pikiran negatifpun tertarik dan membantu Anda meyakinkan diri Anda bahwa Anda benar, bahwa Anda sudah kalah.
§ Jika Anda mengatakan “pasti ada jalan untuk memecahkan masalah ini”, maka pikiran positifpun menyerbu masuk kedalam benak Anda untuk membantu Anda mencari pemecahan.
b. Ambil napas dan mulailah sekali lagi
Anda harus mencari sisi yang baik, paling bermanfaat sewaktu menghadapi hal menjengkelkan (ambil napas).
Anda melihat didalam setiap situasi apa yang Anda harap untuk lihat.
• Menyalahkan orang lain bersifat merusak, Anda sama sekali tidak mendapat apapun dengan “membuktikan” bahwa orang lain salah.
• Menyalahkan nasib tidak membawa kita ketempat yang kita tuju.
Segala sesuatu tidak bergerak kearah tertentu tanpa alasan tertentu.
Pantulan bola ditentukan oleh : bolanya, pelemparannya dan permukaan pemantulnya.
VI. Gunakan Tujuan untuk membantu Anda Bertumbuh
Tujuan adalah sasaran, cita2, mimpi yang diwujudkan (divisionalisasikan)
v Yang penting bukanlah dimana Anda berada dahulu atau dimana Anda berada sekarang, melainkan kemana Anda ingin tiba.
1. Visualisasikan masa depan Anda berkenaan dengan bidang : pekerjaan, rumah dan sosial.
2. Tuntut dari diri Anda, jawaban yang jelas dan tepat terhadap pernyataan tersebut :
• Apa yang saya ingin capai dengan kehidupan saya.
• Ingin jadi apakah saya.
• Apa yang diperlukan untuk memuaskan saya.
v Hal2 yang menghancurkan keberhasilan :
1. Depresiasi diri : - saya kurang pandai, pasti gagal.
2. Penyakit jaminan : keterjaminan membunuh mimpi.
3. Kompetisi : komentar yang membunuh keinginan.
4. Dikte Orang Tua : perbedaan pandangan.
5. Tanggung jawab keluarga : alasan membunuh keinginan.
v Energi akan bertambah berlipat ganda, ketika Anda menetapkan tujuan yang diinginkan dan memutuskan bahwa bekerja untuk mencapai tujuan itu. Tujuan mengobati kebosanan. Tujuan itu membuat Anda tetap pada jalur untuk mencapai target Anda.
v Investasi diri yang mendapatkan laba :
1. Investasi dalam pendidikan.
Arti pendidikan, diploma / gelar mungkin membantu Anda mendapat pekerjaan, tetapi tidak akan menjamin kemajuan Anda didalam pekerjaan itu.
Pendidikan yang sebenarnya adalah pendidikan yang mengembangkan dan mengelola pikiran Anda. Apapun yang meningkatkan kemampuan berpikir adalah pendidikan.
2. Investasikan dalam pencetus gagasan.
Pencetus gagasan memberi makanan pikiran, memberi Anda bahan konstruktif untuk dipikirkan.
Ringkasan :
1. Tetapkan secara jelas kemana Anda ingin pergi.
2. Tuliskan rencana 10 tahun Anda (bidang kehidupan Anda)
3. Turuti keinginan Anda
4. Biarkan tujuan utama Anda menjadi pedoman otomatis Anda.
5. Capailah tujuan Anda satu langkah demi satu langkah.
6. Kembangkan tujuan 30 hari.
7. Ambil jalan memutar dalam langkah Anda, rute lain bukan berarti melepas tujuan Anda.
8. Lakukan investasi dalam diri Anda.
VII. Bagaimana Berpikir seperti Pemimpin
v Anda diangkat kesana oleh mereka yang bekerja disamping dan dibawah Anda :
1. Bertukar pikiran dengan orang yang Anda ingin pengaruhi.
Untuk membuat orang lain mengerjakan apa yang Anda ingin agar mereka kerjakan, Anda harus melihat segala sesuatunya melalui kaca mata mereka.
Apa yang akan saya pikirkan mengenai ini, jika saya bertukar tempat dengan orang lain ?
a. Pertimbangkan situasi orang yang bersangkutan.
b. Bertanya pada diri sendiri “seandainya saya berada didalam situasinya, bagaimana saya akan bereaksi terhadap hal tersebut?”
c. Ambil tindakan yang akan menggerakan Anda seandainya Anda orang yang bersangkutan.
2. Berpikir apa cara yang manusiawi untuk menangani ini.
a. Diktator
b. Operator yang dingin, mekanis dan buku peraturan.
c. Pendekatan manusia,
• Siapapun yang berada dibawah kekuasaan seseorang juga berada dibawah perlindungannya.
• Pujilah bawahan Anda secara pribadi pada setiap kesempatan
3. Berpikir untuk maju, percaya akan kemajuan.
Mengembangkan pandangan progresif Anda :
a. Pikirkan perbaikan dalam semua yang Anda kerjakan.
b. Pikirkan standar tinggi dalam semua yang Anda kerjakan.
4. Luangkan waktu untuk berunding dengan diri Anda sendiri.
Keputusan dan observasi yang dibuat sendiri didalam kesendirian yang diatur biasanya 100 % benar.

Selasa, 28 September 2010

Kisah Anak Penjual koran

Ini kisah tentang pejual koran lagi. Tapi ini episode yang aku saksikan sendiri.

Beberapa hari yang lalu sepulang dari Batam Center usai menyaksikan "Sang Pencerah", kami berhenti di perempatan lampu merah Engku Putri-Masjid Raya. Saat menunggu lampu berganti hijau, seorang bocah berumur sekitar sepulu tahun bangkit mendekati kami. Tubuhnya subur, kulitnya agak gelap dibawah lampu jalan yang remang-remang. Berkaos warna cokelat. Raut wajahnya memelas. Dia menawarkan koran Batam Post.

"Pak, beli koran pak." Anak itu mengambil koran dari sekian koran yang didekap di dadanya. Wajahnya menatap wajah kami. "Belilah Pak. Untuk makan Pak." Lampu merah belum berganti. "Masih sekolah, Dek? Kelas berapa? Aku bertanya. "Kelas lima." Jawabnya singkat. "Tinggal dimana?" "Tanjung Piayu". Hah? Tanjung Piayu, jauh sekali pikirku dari Batam Center ini. "Tinggal sama siapa?" Tanyaku lagi. Sama Ibu. Klo Bapak, sudah meninggal. Ibu kerjanya jadi tukang cuci pakaian".

Singkat cerita, kuminta istri memberi uang untuk membeli korannya. Aku khawatir hingga malam ini dia belum makan. "Siapa namanya, Dek." Tanyaku ke anak itu. "Hendik". Lampu berganti hijau dan kami tak bisa melanjutkan dialog itu. Dalam perjalanan selanjutnya, terbayang wajah anak itu. Dan terbayang lagi kira-kira berapa keuntungan yang dia dapat malam itu. Cukupkah untuk membeli nasi bungkus plus ongkos pulang ke Tanjung Piayu?

Jadi teringat dialog dalam "Sang Pencerah". Sudah berapa anak yatim yang engkau beri makan?

NB:

Malam itu aku mendapat 'pencerahan' dari seorang anak yang berjuang di sebuah simpang jalan. Menjual koran untuk menopang hidup dirinya dan Ibunya. Kadang kita tak mensyukuri nikmat yang diberikan melimpah kepada kita. Dan ternyata ada yang lebih kekurangan dibanding diri kita.

Rabu, 15 September 2010

Kisah Ibu Penjual koran

"Nak, beli koran nak?" Saat itu saya lagi makan di sebuah warung ketika seorang ibu setengah baya menawarkan sebuah koran yang tak lagi up-date karena sudah menjelang sore. Awalnya aku tidak mempedulikannya hingga dia berkata, "Nak, beli koran nak, untuk beli makan". Sesaat mulutku berhentu mengunyah. Aku paham maksudnya bahwa dia butuh uang dan berjualan koran petang itu untuk sekedar dapat membeli makan.

Karena trenyuh mendengar kata-kata ibu itu dan melihat penampilannya yang menghiba hati, aku menawarkan tuk ikut makan di warung itu. "Ikut makan sama saya saja Bu. Nanti saya yang bayar." Ibu itu nampak ragu. Sekali lagi aku tawarkan. Tapi nampaknya masih enggan. "Kenapa Bu?". "Anak saya nanti makan apa, Nak?" Diikuti senyum kecil dari ibu tersebut. Masya Allah, ucapku dalam hati. Ibu ini tak ingin makan sendiri dan memikirkan anaknya dirumah. Dia sepertinya hanya berharap agar korannya dibeli sehingga ada uang untuk membeli makan. Hatiku terasa terobok-obok dan tiba-tiba teringat orang tuaku. Teringat akan ibuku.

Seketika itu juga aku borong lima buah koran yang harganya tak seberapa itu dan kupesankan lima bungkus nasi untuk ibu itu. Aku rasanya menyaksikan kemahakuasaan Allah atas rasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Allahu Akbar.

NB: Mari mendoakan orang tua kita dan orang-orang yang kita cintai untuk segala kebaikannya. (Cerita nyata dari seorang kawan sore tadi)

BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...