Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari 2016

Target Ramadhan 3 kali khatam

Tak terasa tiba lagi Ramadhan tahun ini. Tentu hal utama yang harus diucapkan adalah rasa syukur. Bersyukur karena masih diberikan keseempatan untuk bersua dengan bulan puasa tahun ini.

Catatan singkat ini ingin saling menyemangati untuk memaksimalkan aktivitas di bulan Ramahan tahun ini. Yuk kita buat target yang semoga memotivasi diri untuk mencapainya. Sebelum masuk hari pertama kemarin, kami membuat target tilawah yaitu minimal 3 kali khatam.

Yuk, mari kita berusaha....

Catatan Ramadhan di hari ke-2

PANAH BERDURI

Panah berduri menghunjam hati
Panah beracun menghantam tak berperi
Saat pandang tak lagi tenang
Tak dikekang terlepas senang Namun di sudut lain
Ada hati yang gelisah
Ada bara yang membara
Bergelora mencabik menuntut lebih
Meraung panas tak puas
Kini buas, lepas Ada hati yang gelisah
Ada tangis yang terisak
Ada panah berduri berteriak
Menang Makassar, 4 Januari 2006 (Catatan buku diary 10 tahun yang lalu)

Berselancar bersama Riyadhus Shalihin

(1) Ikhlas

Hari ini, tepat usai subuh, Aku membaca buku Riyadhus Shalihin tentang niat di bab satu. "Allah Ta'ala berfirman: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (Al Bayyinah: 5)
(2) Shalat Berjamaah Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Shalat seseorang dengan berjamaah lebih banyak pahalanya dari pada shalat sendirian di pasar atau rumahnya, selisih dua puluh derajat. Karena seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya kemudian pergi ke masjid dan hanya bertujuan untuk shalat maka setiap langkah diangkatlah satu derajat dan diampuni satu dosa sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid ia dianggap mengerjakan shalat selama menunggu dilaksanakannya. Para malaikat mendoakan: "Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah tobatnya selama tidak berbuat gaduh dan berhadats."
A…

Tarbiyah Ruhiyah tentang Kematian

Pertama

Pukul 07.30 anak dari guru kami yang baru berumur 5.8 tahun menghembuskan nafas terakhir di RS. Wahidin, Makasaar. Setelah 7 hari tak sadarkan diri anak yang sangat disayangi ini pergi untuk selamanya. Air mata kami tak dapat tertahankan saat itu juga. Pagi itu yang ikut menemani mejaga di rumah sakit sejak semalam; Yudi, Nur, Asrul dan saya.

Sebelumnya, sekitar pukul 06.00 beberapa ustadz beserta istrinya hadir untuk menjenguk. Diantaranya Ustadz Jafar dan Ustadz Harun. Selama waktu itu hingga menjelang wafatnya sempat kulihat anak itu bernafas tersengal-sengal beberapa lama. Menurut orang tuanya sudah hampir setiap pagi demikian. Tak berapa lama kemudian tenang lagi. 
Di malam hari sebelumnya dari luar kami melihat kedua orang tuanya senantiasa berada di sampingnya. Dengan harapan yang besar semoga segera ada perubahan.
Beberapa saat setelah kepergiannya, berita langsung disebarkan ke ikhwah-ikhwah lain melalui telpon dan sms atas duka tersebut. 
Anak itu kemudian dibawa pul…