About

Wednesday, December 26, 2007

Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu


Judul Buku: Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu
Penulis: H.M. Anis Matta, Lc
Penerbit: Syamil, Maret 2003

PERSIAPAN MENUJU PERNIKAHAN

Minimal ada 4 hal yang harus dimiliki oleh seseorang ketika ia ingin memasuki gerbang pernikahan:
1Kesiapan Pemikiran
2Kesiapan Psikologis
3Persiapan Fisik
4Persiapan Finansial

KESIAPAN PEMIKIRAN

1mempunyai kematangan visi keislaman
2mempunyai kematangan visi kepribadian
3mempunyai kematangan visi pekerjaan

KEMATANGAN VISI KEISLAMAN

Artinya, mempunyai dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya.
Artinya, mengetahui MENGAPA ia menjadi muslim

“Di dalam hidup ini, kita akan sesekali menghadapi banyak alternatif. Saat itu, kita akan banyak menghadapi masalah yang pemecahannya sangat ditentukan oleh kematangan pengetahuan tentang MENGAPA kita menjadi muslim, sehingga kita mampu dihadapkan pada berbagai pilihan dalam kehidupan riil.”

KEMATANGAN VISI KEPRIBADIAN

Artinya, mempunyai konsep diri yang jelas
Artinya, mengetahui apa kelemahan dan kekuatannya, apa ancaman yang bisa meruntuhkan dirinya, tahu peluang berdasarkan potensi yang ada dalam dirinya.

“Pemahaman diri yang benar tentang diri sendiri akan melahirkan penerimaan diri yang baik. Membuat kita menerima diri secara apa adanya. Tidak menganggap diri kita melebihi kapasitasnya atau kurang dari kapasitasnya.”

“Saya sarankan pada Anda yang belum menikah, bahwa ketika kita mencari pasangan, jangan pernah bermimpi mencari pasangan yang ideal, tapi carilah PASANGAN YANG TEPAT.”

“Kita tidak sedang berpikir mencari istri atau suami yang unggul. Carilah istri yang tepat dengan bingkai kita, dengan kepribadian kita.”

“Sebab ternyata,
tidak semua orang cerdas membutuhkan orang yang cerdas lain,
tidak semua orang gagah membutuhkan wanita cantik,
tidak semua orang hebat membutuhkan orang hebat.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh banyak orang, menemukan bahwa kebanyakan orang besar dalam sejarah, ternyata memiliki pasangan yang bersahaja dan sangat sederhana.”

Kalau kita mampu menerima diri kita dengan baik, setelah menikah pada umumnya kita juga mampu menerima pasangan kita dengan baik.

INGAT!!!!
Bukan istri atau suami yang unggul.
Tapi,
Istri atau suami yang TEPAT.

KEMATANGAN VISI PEKERJAAN

Yusuf Qardhawi: “Pertama ada ilmu lalu iman. Ilmu menghasilkan iman. Iman menghasilkan kekhusyukan. Inilah yang menggerakkan hati untuk beramal.”

Ilmu yang terkait dengan perkawinan:
1hak dan kewajiban suami-istri
2masalah pendidikan (anak)
3masalah kesehatan
4masalah seksual

KESIAPAN PSIKOLOGIS

Artinya, kematangn tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup, untuk menghadapi tanggung jawab, untuk menghadapai masa-masa kemandirian.

“Kesiapan psikologis pada keseimbangan emosi di dalam jiwa kita. Ambivalensi dari rasa takut dan rasa berani. Ambivalensi dari rasa cinta dan benci. Ambivalensi antara harapan dan realisme.”

Paling sering kita alami dalam pernikahan adalah fluktuasi emosi yang cepat ketimbang saat kita masih bujang.

Sebagai istri, kata Rasulullah, kalau dilihat suaminya, ia menggembirakan. Seorang istri membutuhkan kemampuan psikologis luar biasa untuk setiap saat mampu melakukan 3 pekerjaan sekaligus: SEKRETARIS, RESEPSIONIS, PRAMUGARI.

KEMATANGAN FISIK

Kematangan fisik menjadi persyaratan mutlak dalam sebuah perkawinan

(komentar Diana nih: kadang pa Anis Matta tuh bombastis, tapi gerrr juga jadinya : ), lihat nih pernyataan beliau di bawah ini)
“Fisik yang perlu kita perhatikan bukan berarti harus membuat orang tertarik. Cukuplah bila tidak membuat orang lari ketika melihat kita.”

Olahraga yang dianjurkan dalam Islam: menunggang kuda (kekuatan), berenang (kecepatan), dan memanah (kejelian).

KESIAPAN FINANSIAL

Artinya, perkawinan juga kerja ekonomi, bukan sekedar kerja cinta.

“Seorang wanita juga perlu mempertanyakan kepada calon suaminya tentang masalah finansial. Tidak berarti bahwa wanita itu materialistis. Tidak demikian. Seorang wanita perlu yakin bahwa suami yang mampu mengatakan I Love You 1000x sehari juga bisa memberikan susu bagi anak-anaknya. Paling bagus, beri susu buat anak-anak, nafkah buat istri, lalu katakan I Love You. Anda bisa memberikan susu, tapi tidak mengatakan I Love You, itu juga salah. Dua-duanya perlu.”

“Kita harus melihat sesuatu dengan rasional. Unsur Romantika sangat penting ada karena akan membuat hidup jadi indah. Romantika yang bagus dibangun di atas Realisme. Realisme tapi juga Romantis. Realistis tapi tidak Romantis, jadi kaku.”
(komentar Diana: pa Anis Matta ini, dalam catatan di kepalaku, masuk sebagai yang nomor dua dalam daftar suami-suami romantis : ), yang nomor satunya Aa Gym. Bapakku sendiri memang bukan yang tipe romantis, walaupun beliau baik banget. Semoga kelak suamiku adalah suami romantis, kalau pun engga, ntar akan di-training intensive hihi.. ^_^)

MENJALIN KEHARMONISAN

Perasaan ibadah melekat di dalam pikiran setiap orang yang ada di dalam rumah itu, sehingga misi kemudian membentuk satu muatan bahwa setiap anggota rumah adalah orang yang berjalan menuju Allah SWT.

Dengan nuansa ibadah, kita akan menemukan pengorbanan. Semua keringat yang keluar adalah sumber utama kenikmatan di dalam hidup, suatu kegembiraan jiwa.

Agar mampu membangun keharmonisan, setiap orang haruslah memiliki kemampuan ntuk memahami orang lain. Anda tidak mungkin mampu memahami orang lain dengan baik, kecuali jika Anda telah lebih mampu memahami Anda sendiri.

Sebenarnya struktur kejiwaan manusia memiliki berbagai kesamaan. Apa yang menggembirakan kita pada umumnya juga menggembirakan orang lain.

Kemampuan MENCINTAI dengan arti bahwa Anda menerima orang lain apa adanya, menerima secara utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kekuatan dan kelemahannya.

Pada tingkat berikutnya, kita menginginkan kebaikan bagi orang itu. Apapun yang kita lakukan, selalu berorientasi agar orang menjadi lebih baik.

Memberikan waktu kita bagi orang lain. Perhatian dan keinginan yang lebih banyak untuk membahagiakan. Kemampuan MEMPERHATIKAN merupakan kemampuan jiwa yang luar biasa besarnya.

Berbagai teknik berhubungan, muncul dari kemampuan dasar. Kemampuan memperhatikan, memahami, mencintai, mengembangkan diri, dst. Untuk memiliki kemampuan dasar, ketrampilan utamanya adalah KETRAMPILAN KOMUNIKASI. Ketrampilan ini lahir dari pengetahuan kita tentang jiwa manusia.

Perasaan kita tentang orang lain, diungkap setiap saat, baik suka pun tidak suka. Nyatakan cinta Anda dengan tindakan dan kata-kata. Bahkan pujian sekalipun, jelas kita semua sedang beribadah. Kelelahan akan berkurang kalau kita mendengar berita gembira, artinya, sebelum mendapatkan di surga, sebaiknya kita mendapatkan di dunia.

Rasulullah mengajak kita unytuk memenuhi rumah dengan panggilan yang indah dan kalimat-kalimat yang baik.

“Setelah saya renungi, mengapa Islam perlu menyatakan secara verbal, hikmah yang saya temukan adalah ternyata setiap kita membutuhkan penguatan dari waktu ke waktu.”

Yang penting bagi kita mulanya, bukan mencari pasangan yang baik, tetapi berusaha untuk menjadi pasangan yang baik.

PENUTUP

Selain keterarahan, keharmonisan, konsistensi dan berbagai sarana fisik, jangan lupakan misi sebuah rumah tangga Islami.

Keluarga dimulai dari 2 orang yang bertemu menjadi suami-istri, kemudian bertambah anggotanya dengan anak-anak yang lahir. Keluarga ini harus mengupayakan agar setiap anggota memiliki misi yang sama.

Bila misi yang sama telah tertanam di dada, maka setiap orang yang ada di keluarga itu akan merasakan bahwa rumah tangga ini hanyalah satu perahu dari sekian banyak perahu yang berlayar menuju Allah SWT.










Monday, December 24, 2007

Lebaran Gathering



Walaupun aga telat sedikit, tapi tetap mau mengucapkan:
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H
Tapi tahun ini belum mampu ikut berkurban nih.. Semoga tahun depan sudah bisa.

Lebarah haji akhirnya lewat sudah. Kemarin (19/12) pulang kampung dan memilih lebaran di rumah kakak di Bone. Besoknya bapak/ibu ternyata juga datang ke Bone. Memang tak biasanya saya tidak ke kampung halaman sendiri di Enrekang untuk berlebaran. Seingat saya baru tiga dua kali tidak lebaran di Enrekang. Pertama di Makassar karena ga ada kendaraan kosong sehari sebelumlebaran dan kedua saat lebarahan di tanah rencong, Nanggro Aceh Darussalam. Saat itu menjadi tim relawan korban bencana tsunami.

Alhamdulillah senang bisa ketemu saudara dan keponakan yang tambah lucu dan pintar. Nanti kalau kesitu lagi saya tambah hadiah quis-quisannya.

Agenda lebaran kemarin jalan. Agenda lebaran kali ini? Memuaskan.

Abraham berkorban

Entah dari mana dorongan yang begitu besar untuk memiliki buku ini. Kubaca tulisan di depan-belakang. Kubolak-balik, kutimang-timang tapi ragu untuk membawanya ke kasih. Satu alasannya, harganya lumayan mahal juga. Tapi seolah ingin terjun bebas dari atas gedung tinggi, akhirnya terbeli juga karena satu sebab. AKU INGIN BACA BUKU INI.

Beberapa tahun saya kemarin pertama kali mengetahui buku ini lewat penulis yang sama dari bukunya yang sempat saya baca sepintas, 'Prophet Muhammad'.

Ada beberapa catatan yang menarik dari buku ini yang berkaitan dengan momen Dzulhijjah bulan ini.

Ditulisakan dalam buku ini bahwa dalam Alkitab dikisahkan tentang Abraham sebagai person yang dijanjikan akan menjadi bapak dari bangsa yang besar. Akan menjadi pemimpin besar. Dan dia mempercayai itu sehingga dia diberi peridikat beriman kepada Tuhan. Beriman atas janji Tuhan tersebut.

Ada satu hal yang membuat Abraham sepintas tidak masuk akal baginya dan terkesan tidak lumrah. Bagaimana mungkin dia akan dijadikan Tuhan sebagai bapak bangsa yang besar padahal dia tidak memiliki keturunan, tidak memiliki anak. Seorangpun. Padahal anak keturunan merupakan elemen penting bagi sebuah generasi untuk mengembangkan dan membesarkan namanya.

Pada akhirnya atas kehandak Tuhan Abraham diberitahukan bahwa istrinya, Sara, akan mengandung dan akan melahirkan anak. Disini terlihat lagi situasi yang terkesan lucu baginya dan mungkin saja dia tertawa. Bagaimana mungkin istrinya akan melahirkan seorang anak padahal istrinya mandul dan telah masuk masa menopause. Demikianlah sehingga akhirnya Tuhan menakdirkan istrinya mengadung dalam usia dan kondisi yang diluar kebiasaan.

Ketika anaknya lahir diberi nama Ishak yang dapat diartikan 'tertawa'. Dalam versi Islam yaitu Ismail, yang kemudian Tuhan menyuruhnya untuk mengorbankan anaknya tersebut. Di dunia pagan, kegiatan pengorbanan adalah sebuah hal yang biasa. Menurut mereka, anak pertama biasanya adalah titisan dewa yang dilahirkan melalui manusia. Sehingga nilai unsur dewanya berkurang. Untuk mengembalikan kesempurnaan unsur tersebut maka anak tersebut dikembalikan kepada ayahnya, dewa, dengan cara mengorbankannya.

Setelah mendapat perintah mengorbankan anaknya, anak yang satu-satunya, anak yang sekian puluh tahun dinantikan, Abraham melakukan perjanan selama 3 hari menuju ke sebuah bukit. Semantara ishak membawa kayu bakar, yang akan dipakai membakar korban, yaitu dirinya sendiri. Namun akhirnya Tuhan iba setelah dia yakin atas keteguhan Abrahammelakukan perintah.

Di telingan orang modern, penggambaran tentang Tuhan terkesan kejam dan tidak konsisten. Dan kadang tidak bisa menerima persepsi seperti itu.

Dalampembahasan diatas dan banyak bagian dalam buku Karel Amstrong ini ingin memperlihatkan bagaimana awal mula ide tentang Tuhan dan penggambaran karakter Tuhan melalui literatur dan pemikiran manusia sejak nabi Abraham hingga kini.

Monday, November 26, 2007

Kembali...

Aduh gelap...

Kalah adalah kata yang akan menundukkan wajah, yang kadang akan memenjarakan hati dalam kegelapan malam. Ketika itu kau akan segera bersembunyi dari tatapn mata para pemberani. Karena itulah kau lari, tak ingin dicecar kalimat tajam dan ungkapan pedas. Sebab kau ingin mengembalikan harga dirimu disaat kau berada di titik nadir.

Ada saatnya kita kalah, ada saatnya kita terpuruk dalam lembah kelabu.
Ada saatnya kita hendak menangisi diri sebab lemah yang tak kuasa dipapah.
Dan saat itulah diri kan mengharap belai kasih dari sang kekasih.

Aku ingin kembali...

Thursday, October 11, 2007

Sebab hidup harus lebih makna: Say hallo...

ilomovic

Say hallo...



Lama tak bersua. Bulan-bulan terakhir ini lagi konsen menyelesaikan proyek touch screen punya Disbudpar Sulsel. Rasanya baru lega beberapa pekan ini karena terakhir sudah running test. Jadi bulan-bulan terakhir kemarin waktu tak sempat memposting dan menambah tulisan.

Hari ini adalah hari ke-29 Ramadhan, hari-hari terakhir puasa tahun ini. Tak lama lagi dia akan meninggalkan kita yang entah tahun depan semoga bisa berjumpa lagi.

Hari ini juga mau pulang kampung dengan agenda, .....adadeh. :)

SELAMAT IDUL FITRI 1428 H
Minal a'idin wal fa'izdin

Bila Aku Jatuh Cinta


Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

(sourde: www.dudung.net

Saturday, August 18, 2007

MUKHAYYAM, enak dan perlu

Awal bulan Agustus 2007 kemarin, agenda naik gunung terpenuhi lagi. Hasrat untuk menyaksikan keindahan alam langsung di tengah hutan, tengah gunung dan hamparan sawah, ladang dan sungai terpuaskan. Sungguh menyenangkan.
Mukhayyam...enak dan perlu.

Walau didera lalah dan pegal mengikuti agenda dan perjalanan sehari-semalam di hari terakhir dan sempat tersesat di gunung yang salah.

Shalat di tengah lapangan sawah yang kering.

Tarzan in action? Sempat-sempatna ambil foto tawwa...
Mukyayyam memang enak dan perlu. Satu lagi, menyenangkan.

Tuesday, August 7, 2007

Punggunggku pegal

Sudah sebulan aku bergelut dengan komputer dan laptop dan sudah hampir sebulan tidurku juga tidak normal. Lagi bergelut berjuang menyelesaikan program macromedia flash untuk dinas pariwisata sulsel. Punggung dan leher rasanya sudah mau patah, tapi karena blum selesai dan masih 'sakau' mengerjakannya, jadilah minuman penguat untuk tidak tidur menjadi teman.

Semoga tidak pingsan di akhir episode proyek ini.

Wednesday, June 27, 2007

Tanah...

Gunung Bambapung, Enrekang
Kita lahir dan akan dikubur
Kita hidup dan akan mati

Tanah kelahiran
Tanah kematian

Semuanya kan kita tinggalkan
Betapaun kita cintai
Setengah mati...

(Aku rindu lagi pulang kampung)

Tuesday, June 26, 2007

Ramsis dulu...
















Inilah wajah Asrama Mahasiswa (Ramsis) Unhas dulu. Saat saya mengambilan gambar ini sekitar dua tahun yang lalu, suasananya masih 'asli' dengan pemandangan yang tampak sudah mulai kusam. Cat yang sudah pudar, lumut warna kelabu yang jelas terlihat dan genteng yang terlihat mulai lepas. Mungkin tiu yang tampak dari luar, saat itu.
Tapi ada yang tak bisa kami lupakan dari asrama 'tua' ini, yaitu 'kebersamaan'. Kami yang tinggal bersal dari berbagai daerah, berbagai pulau. Juga dari bermacam-macam latar belakang. Untuk konsentrasi studi juga lebih beragam lagi. Hampir semua fakultas, ada mahasiswanya.
Kebersamaan itu sangat terasa pada empat momen:
1. Saat mandi dan mencuci. Apalagi pada pagi hari dan hari Ahad. Hari itu adalah hari mencuci seduania yang juga dirayakan di tempat kami itu.
2. Saat menonton di ruang TV. Walaupun ada yang memiliki TV sendiri di kamarnya, kadang terasa mereka tak seindah jika menonton beramai-ramai di ruang TV tersebut. Apalagi kalau lagi ada tayangan pertandingan bola. O... jangan diharap ruang TV akan sepi. Akan rame...
3. Saat ada 'upeti dari kampung'. Ketika ada warga, istilah penghuni ramsis, yang baru datang dari daerahnya atau kampungnya dan membawa (mesti bawa ;) oleh-oleh. Maka akan terjadi 'penyerbuan besar-besaran' dimana kamar sang pembawa upeti tersebut. Kecuali jika ia dengan sukarela membawanya ke ruang TV, tempat aman untuk 'bertempur' memperebutkan apa saja yang dibawanya.
4. Saat mati lampu. Jika panel lagi rusak, dan lampu padam seluruh asrama, agar tidak sendirian dalam kegelapan, maka carilah makhluk sejenis untuk berbagi cerita.

Begitu indah kenangan saat tinggal di Asrama Mahasiswa itu. Asrama yang tua itu, dulu. Kini dia telah mulai bersolek, dan semoga menjadi rumah yang ramah pulah untuk semua warganya selak. Aku selalu rindu akan kenangan di Ramsis setiap kali melewati Ramsis yang kini cantik.

(Foto Ramsis yang cantik pasca renovasi belum sempat diambil)





The Last Samurai



Film ini pertama kali aku tonton di kamar teman ketika masih mahasiswa. Saya lupa kapan pastinya. Tapi saat itu saya tinggal di Ramsis (Asrama Mahasiswa) Unhas dan ditonton beramai-ramai di kamar salah seorang teman kami di lantai tiga. Inilah juga kesan tinggal di asrama tersebut. Semuanya tidak seru kalau tidak berjama’ah, (seperti iklan saja; ga ada lo ga rame).

Film ini diproduksi oleh Warner Bros Entertainment Inc. pada tahun 2003, dengan bintang utama Ken Watanabe yang berperan sebagai Katsumoto dan Tom Cruise sebagai Nathan Algren.
The last samurai, menceritakan sebuah epik perjuangan seorang samurai yang berusaha mempertahankan jiwa dan tradisi generasi samurai dari keinginan sang kaisar untuk menghapus samurai dari Jepang. 

Nathan Algren adalah seorang tentara yang memiliki track record dalam perjuangan melawan tentara Indian. Perjuangan yang kemudian selalu menghantuinya dan merasa bersalah atas pembantaian orang-orang Indian yang tak berdaya. Di masa berikutnya karena desakan untuk bertahan hidup maka dia menerima tawaran sebagai tentara bayaran. Dia dikontrak oleh pemerintah Jepang untuk menghabiskan para samurai. Para samurai dianggap menghalangi keinginan dan kebijakan kaisar untuk menjadikan negara Jepang menjadi negara modern dan maju mengikuti negara barat. Dia dicap pemberontak. 

Dalam pertempuran perdana melawan pasukan samurai, Algren tertangkap dengan beberapa luka di tubuhnya. Dia di’tawan’ di perkampungan samurai di atas bukit dan melewati masa penyembuhan yang pedih. Dia dirawat di rumah keluarga Hirotaro, samurai yang sempat dibunuhnya dalam pertempuran itu. Disinilah titik kepedihan Taka, istri Hirotaro, karena harus merawat orang yang membunuh suaminya.

Ada beberap potongan dialog yang membuat saya begitu tergugah. 

Dialog pertama:
Saat Katsumoto, pimpinan generasi samurai terakhir, dikritik.
”Tuanku, kenapa ia kau biarkan hidup? Ia sudah kalan dengan memalukan.”
”Mulai saat ini kita akan mempelajari musuh baru kita”
Sementara di bagian yang lebih awal, Algren juga berkata ketika dia bertanya tentang literatur jepang yang ingin dibacanya.
”Aku tak peduli pada mereka. Aku ingin mengenal musuhku”.
Disini tergambar sebuah bentuk kecakapan seorang leader bagaimana membuat persiapan strategi dalam merencanakan sesuatu. Untuk mengahapi musuh, harus mengetahui kemampuan mereka.

Dialog kedua:
Dialog yang juga begitu berkesan buat saya. Ketika Taka, istri sang samurai Hirohoto, mengungkapkan kepedihan hatinya kepada kakaknya, Katsumoto, bagaimana ia merawat orang yang membunuh suaminya.
”Kakak, usirlah dia. Aku sudah tak tahan.”
”Apa ia kurang ajar padamu?”
”Rasa maluku tak tertahankan. Ijinkan aku bunuh diri.”
”Kau harus menuruti perintahku. Kau ingin aku membunuhnya untuk balas dendammu atas suamimu?”
”Ya.”
”Hirohito mencoba membunuh orang Amerika itu. Itu karmanya.”
”Aku tahu. Maafkan kelemahanku.”

Di sini aku menangkap, minimal dalam film ini, kekuatan jiwa para samurai dalam mengendalikan diri mereka. Antara keinginan pribadi dengan keinginan dan rencana pimpinannya.

Tuesday, June 19, 2007

Selamat Jalan

Pagi ini mendung
Saat dia tlah berangkat
Saat mata melepas dia

Pagi ini tak secerah kemarin
Karena mungkin gundah tak bersua lagi
Juga mungkin jika tak kembali
Entah kapan jumpa lagi

Selamat jalan akhuna Rijalul Imam (Ket. Kaderisasi KAMMI Pusat)
Semoga selama di Makassar berkesan buat antum.

Monday, June 18, 2007

Lahir lagi calon muslim negarawan

Setelah berlangsung selama 4 hari pelaksanaan Daurah Marhalah (DM) 3, di hari terakhir itu, hari ahad, 17 Juni 2007 kegiatan tersebut ditutup. Entah kenapa aku merasakan harapan besar kepada mereka dalam wajah-wajah muda yang tenang dan sejuk itu.
Tak tampak wajah lelah walau telah menghabiskan waktu berhari-hari menghabiskan waktu yang mungkin bagi orang lain adalah hal yang remeh. Namun ini merka yakini sebagai sarana latihan, persiapan dan modal untuk menjadi seorang yang berguna bagi masyarakat nanti, menjadi director of change, muslim negarawan. Aku menjadi saksi kisah mereka hari ini untuk 20 tahun yang akan datang.

Salam pertama

Assalamu 'alaikum...
Tes...tes...tes...

Ini adalah lembar pertama

Wassalam