Langsung ke konten utama

Abraham berkorban















Entah dari mana dorongan yang begitu besar untuk memiliki buku ini. Kubaca tulisan di depan-belakang. Kubolak-balik, kutimang-timang tapi ragu untuk membawanya ke kasih. Satu alasannya, harganya lumayan mahal juga. Tapi seolah ingin terjun bebas dari atas gedung tinggi, akhirnya terbeli juga karena satu sebab. AKU INGIN BACA BUKU INI.

Beberapa tahun saya kemarin pertama kali mengetahui buku ini lewat penulis yang sama dari bukunya yang sempat saya baca sepintas, 'Prophet Muhammad'.

Ada beberapa catatan yang menarik dari buku ini yang berkaitan dengan momen Dzulhijjah bulan ini.

Ditulisakan dalam buku ini bahwa dalam Alkitab dikisahkan tentang Abraham sebagai person yang dijanjikan akan menjadi bapak dari bangsa yang besar. Akan menjadi pemimpin besar. Dan dia mempercayai itu sehingga dia diberi peridikat beriman kepada Tuhan. Beriman atas janji Tuhan tersebut.

Ada satu hal yang membuat Abraham sepintas tidak masuk akal baginya dan terkesan tidak lumrah. Bagaimana mungkin dia akan dijadikan Tuhan sebagai bapak bangsa yang besar padahal dia tidak memiliki keturunan, tidak memiliki anak. Seorangpun. Padahal anak keturunan merupakan elemen penting bagi sebuah generasi untuk mengembangkan dan membesarkan namanya.

Pada akhirnya atas kehandak Tuhan Abraham diberitahukan bahwa istrinya, Sara, akan mengandung dan akan melahirkan anak. Disini terlihat lagi situasi yang terkesan lucu baginya dan mungkin saja dia tertawa. Bagaimana mungkin istrinya akan melahirkan seorang anak padahal istrinya mandul dan telah masuk masa menopause. Demikianlah sehingga akhirnya Tuhan menakdirkan istrinya mengadung dalam usia dan kondisi yang diluar kebiasaan.

Ketika anaknya lahir diberi nama Ishak yang dapat diartikan 'tertawa'. Dalam versi Islam yaitu Ismail, yang kemudian Tuhan menyuruhnya untuk mengorbankan anaknya tersebut. Di dunia pagan, kegiatan pengorbanan adalah sebuah hal yang biasa. Menurut mereka, anak pertama biasanya adalah titisan dewa yang dilahirkan melalui manusia. Sehingga nilai unsur dewanya berkurang. Untuk mengembalikan kesempurnaan unsur tersebut maka anak tersebut dikembalikan kepada ayahnya, dewa, dengan cara mengorbankannya.

Setelah mendapat perintah mengorbankan anaknya, anak yang satu-satunya, anak yang sekian puluh tahun dinantikan, Abraham melakukan perjanan selama 3 hari menuju ke sebuah bukit. Semantara ishak membawa kayu bakar, yang akan dipakai membakar korban, yaitu dirinya sendiri. Namun akhirnya Tuhan iba setelah dia yakin atas keteguhan Abrahammelakukan perintah.

Di telingan orang modern, penggambaran tentang Tuhan terkesan kejam dan tidak konsisten. Dan kadang tidak bisa menerima persepsi seperti itu.

Dalampembahasan diatas dan banyak bagian dalam buku Karel Amstrong ini ingin memperlihatkan bagaimana awal mula ide tentang Tuhan dan penggambaran karakter Tuhan melalui literatur dan pemikiran manusia sejak nabi Abraham hingga kini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nol

Ada kalanya mata jenuh memandang langit yang terik. Hingga rasanya ingin berteduh. Berteduh di bawah rindang pohon yang hijau. Dan merasakan belaian angin yang sepoi. (Welcome Syawal)

TRUE STORY FROM MY NEIGHBOUR

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Kepada kawan-kawan (PT. Batamec Shipyard/ dan lainnya) Lewat lembaran ini kami ingin menceritakan sebuah kisah yang mengajak kita untuk berbagi kepedulian.
Kemarin malam, seorang tetangga kami (waktu masih tinggal di Mess Perusahaan, Perumnas Sagulung Blok F 13-14), Pak Tata namanya, menceritakan kisah nyata kalau bisa dibilang, atau lebih tepatnya kisah di depan mata karena aktor-aktornya adalah tetangga sendiri yang rumahnya pas sudut jalan, di depan rumah Pak Tata, blok F 85). Sebuah keluarga yang didalamnya ada beberapa anak yatim. Karena ingin menyaksikan sendiri para ’aktor’ tersebut, kami berkunjung ke rumah itu. Rumah yang sebenarnya sangat sering aku lewati dulu saat masih menjadi warga blok F.
Dari depan rumah tersebut nampak kusam. Nampak tembok yang mulai pudar putihnya dan terkelupas karena tak disentuh renovasi sekalipun. Lampu depan yang menerangi teras malam itu bersinar sayu seolah tak bertenaga. Halaman rumah juga kosong tak ada hiasan bunga-bun…

Indah yang tersembunyi

(Klik untuk memperbesar gambar)

Indah yang tersembunyiTaman langit menghampar semesta alam
Mengabarkan kekuasaanNya dari balik tabir surya
Mengajak hati untuk bersujud
Akan lembutnya hasil ciptaanNya
Hingga agar ada uca syukur

Ternyata...
Betapa indah taman itu
Bak edensor dalam karya anak Belitung
Keindahan yang tersembunyi

Mungkin karena setiap hari kita saksikan
Sehingga keindahan itu menjadi biasa
Sangat biasa...

(Kadang kita jarang bersyukur, hingga dia akhirnya pergi)

Ini beberapa foto yang sempat kuambil sekitar 2003 di seputaran Asrama Mahasiswa UNHAS.





















(Diambil dari lantai dua, jembatan penghubung Blok B dan C RT 1ABCD) Tampak sumur 'keramat' tempat aktivitas pagi dan sore. Dan menjadi ramai di hari mencuci sedunia, hari Ahad apalagi kalau air dari kran hidran tidak mengalir. Jadilan seperti ibu-ibu yang ramai mencuci.

















(Saat surya datang tiap pagi dari arah timur Ramsis. Diambil di depan Blok C RT 1 ABCD, dekat kamarku)

















(Gambar diambil dari lantai 3 Blok A, RT 1 ABCD.…