Langsung ke konten utama

Memupuk cinta


















Tak berguna seribu kata cinta
Tak berarti untaian indah kalimat ukhuwah

Tak disangka cinta bersemi
Dengan wujud sebuah bukti

Bunga cinta tersiram malam ini

Jumat kemarin aku tersunyum di hati dan bahagia. Saat itu di akhir liqo, hampir saja saya lupa sesi yang dijanjikan pekan lalu. Pertemuan pekan kemarin usai akh Uki membawakan materi 'Ukhuwah Islamiyah' kami sepakat untuk membuat bentuk aplikasi materi tersebut, walau terbilang kecil-kecilan.

Setelah berdiskusi bagaimana bentuknya, akhirnya semua menyepakati pekan depan di pertemuan berikutnya untuk membawa hadiah, hadiah apa saja menurut keinginan dan kemampuan tentunya yang akan diberikan kepada al-akh yang lain. Setiap orang mesti membawa.

Malam itu ternyata semua membawa hadiah. Setelah hadiah dikumpulkan, saya membaginya kepada masing-masing mereka dengan hadiah dari teman yang lain secara acak. Tukar kado ceritanya. Setelah dibuka bungkusannya nampaklah hadiah tersebut. Sumringah wajah masing-masing mendapatkan isi bungkusan tersebut. Ada yang dapat buku bacaan, kaos kaki, tas kecil dan ada juga yang mendapat jas hujan. Sangat cocok dengan cuaca belakangan ini yang hampir tiap hari turun hujan. Semuanya senang.

Sungguh indah dan terasa bentuk kecil dari bukti persaudaraan ini.

"Memberikan hadiah kepada saudara akan memupuk cinta".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nol

Ada kalanya mata jenuh memandang langit yang terik. Hingga rasanya ingin berteduh. Berteduh di bawah rindang pohon yang hijau. Dan merasakan belaian angin yang sepoi. (Welcome Syawal)

TRUE STORY FROM MY NEIGHBOUR

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Kepada kawan-kawan (PT. Batamec Shipyard/ dan lainnya) Lewat lembaran ini kami ingin menceritakan sebuah kisah yang mengajak kita untuk berbagi kepedulian.
Kemarin malam, seorang tetangga kami (waktu masih tinggal di Mess Perusahaan, Perumnas Sagulung Blok F 13-14), Pak Tata namanya, menceritakan kisah nyata kalau bisa dibilang, atau lebih tepatnya kisah di depan mata karena aktor-aktornya adalah tetangga sendiri yang rumahnya pas sudut jalan, di depan rumah Pak Tata, blok F 85). Sebuah keluarga yang didalamnya ada beberapa anak yatim. Karena ingin menyaksikan sendiri para ’aktor’ tersebut, kami berkunjung ke rumah itu. Rumah yang sebenarnya sangat sering aku lewati dulu saat masih menjadi warga blok F.
Dari depan rumah tersebut nampak kusam. Nampak tembok yang mulai pudar putihnya dan terkelupas karena tak disentuh renovasi sekalipun. Lampu depan yang menerangi teras malam itu bersinar sayu seolah tak bertenaga. Halaman rumah juga kosong tak ada hiasan bunga-bun…

Indah yang tersembunyi

(Klik untuk memperbesar gambar)

Indah yang tersembunyiTaman langit menghampar semesta alam
Mengabarkan kekuasaanNya dari balik tabir surya
Mengajak hati untuk bersujud
Akan lembutnya hasil ciptaanNya
Hingga agar ada uca syukur

Ternyata...
Betapa indah taman itu
Bak edensor dalam karya anak Belitung
Keindahan yang tersembunyi

Mungkin karena setiap hari kita saksikan
Sehingga keindahan itu menjadi biasa
Sangat biasa...

(Kadang kita jarang bersyukur, hingga dia akhirnya pergi)

Ini beberapa foto yang sempat kuambil sekitar 2003 di seputaran Asrama Mahasiswa UNHAS.





















(Diambil dari lantai dua, jembatan penghubung Blok B dan C RT 1ABCD) Tampak sumur 'keramat' tempat aktivitas pagi dan sore. Dan menjadi ramai di hari mencuci sedunia, hari Ahad apalagi kalau air dari kran hidran tidak mengalir. Jadilan seperti ibu-ibu yang ramai mencuci.

















(Saat surya datang tiap pagi dari arah timur Ramsis. Diambil di depan Blok C RT 1 ABCD, dekat kamarku)

















(Gambar diambil dari lantai 3 Blok A, RT 1 ABCD.…