Langsung ke konten utama

Belajar terbiasa





















Sudah genap sepekan hari ini aku berada jauh dari kampung halaman. Pulau Batam, lumayan jauh, hingga harus melintasi daratan, lautan dan pulau-pulau.

Warna dan suasana yang berbeda sungguh terasa. Tentang ini di tulisan berikut insya Allah saya tulisakan.

Aktivitas yang kulalui juga kini jauh berbeda dengan ketika masih berada di Makassar. Tempat aku bekerja sekarang adalah sebuah perusahaan galangan kapal yang katanya terbilang besar di pulau ini. Saat ini sedang sedang dibangun kapal sekitar 15 buah. Luas galangannya juga lumayan luas, maybe sepuluh kali GOR Mattoangin yang ada di Makassar.

Ada yang menarik juga dengan pola hidup baru yang menantang ini. Bangun subuh adalah hal yang wajib bagi kami-kami. Bus kantor antar-jemput datang dan pulang sesuai jadwal. Kedisiplinan adalah salah satu karakter yang perlu kami biasakan. Tentu tak boleh terlambat karena jika ketinggalan bus akan berabe. Pergi sendiri, jaraknya dari mess sekitar 30 menit saat jamsibuk.

Salah satu yang butuh pembiasaan adalah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Kata waktu adalah kata yang sangat sakral disini. Waktu untuk istirahat, waktu untuk santai-santai, waktu untuk membaca (sehingga aku memsiasati membaca selama perjalanan pp dari kantor). Waktu sangat berharga rupanya disini.

Satu lagi, entah karena lebih sering di galangan atau karena apa, kalau lagi keluar rumah untuk sekedar cari makan atau ke masjid, kok belum pernah ketemu ikhwah yah...? (atau minimal tampangnya). Di titik ini, sejenak jadi rindu Makassar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAMADHAN, TAKWA DAN KEBAHAGIAAN

Tak terasa bulan ramadhan sebentar lagi tiba. Selama sebulan kita akan dilatih untuk menahan nafsu terhadap sesuatu yang sebelumnya boleh saja kita lakukan. Di hari biasa kita boleh dengan bebas makan dan minum. Setiba di bulan Ramadhan, kita tahan untuk tidak memakannya hingga magrib tiba. Bagi yang sudah biasa melakukan puasa, menjadi sesuatu yang mudah saja. Namun bagi yang belum biasa tentu akan menghadapi godaan yang besar antara melanjutkan puasa atau menghentikan ‘penderitaan’ dalam lapar dan dahaga.
Kekuatan motivasi seseorang melakukan sesuatu akan mempengaruhi kemampuannya menjalankan kegiatan tersebut. Puasa sebagai sebuah ibadah, sejatinya harus dimotivasi oleh dorongan iman. Menjalankan ibadah puasa karena puasa adalah perintah dari Allah dan mengharapkan ampunan dari Allah atas segala dosa dan kesalahan di masa lalu. Dengan motivasi yang kuat maka  godaan untuk berhenti juga akan kuat untuk dilawan.
Tujuan akhir dari puasa adalah mendapatkan derajat takwa (QS 2:183). Denga…

Undangan Walimah

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
QS. ar-Rum (30) : 22






Mohon doa dan restu, semoga Allah memudahkan setiap langkah kita dalam mendapatkan BERKAH Allah dalam setiap tahapan perjalanan hidup kita.

Buatlah Bahtera...

"Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu kami". (QS. Hud: 37) 
Tidak dijelaskan dalam pendahuluan atau kelanjutan ayat itu bagaimana teknis dan detail cara pembuatan kapal yang diperintahkan Allah. Juga tidak diterangkan rentang waktunya. Kapan harus dimulai dan kapan harus selesai proyek pembuatan kapal tersebut. Sejatinya, sebuah proyek akan memiliki patokan awal dan akhir pekerjaan. Namun maksud yang hendak disampaikan ayat tersebut bukan masalah teknis pembuatan kapal. 
Makna yang ingin disampaikan adalah masalah ketauhidan dan perjuangan dalam dakwah kepada kaumnya. Proses dakwah yang tak mudah dan ujian keimanan yang sarat pelajaran didalamnya. Nabi Nuh berdakwah selaman 1000 kurang 50 tahun (29:14). Waktu yang sangat lama, Bro.