Langsung ke konten utama

Respon bermata dua




















Di pagi ini saya sempat membuka lagi buku 'Renungan Harian' 7 Habits-nya Steven R. Covey. Di halaman yang bertanggal hari ini, ada kalimat yang menarik untuk dikutip.

"Bukan apa yang orang lain perbuat atau bahkan bukan pula kesalahan kita sendiri yang paling melukai kita melainkan respon kita terhadap hal-hal itu. Mengejar ular berbisa yang baru saja mematuk kita hanya akan mendorong racun ke seluruh sistem peredaran darah kita. Jauh lebih baik untuk mengambil tindakan seketika guna mengeluarkan bisanya". (page:82)

Sering kali saya mengalami perasaan ingin marah saat berkendara di jalan. Ketika tiba-tiba ada pengendara lain yang hampir mencelakakan kita. Pernah suatu kali, ada yang tanpa memberi sinyal lampu, tiba-tiba menyerobot jalur kita. Atau saat kendaraan di depan kita tiba-tiba berhenti. Kitapun hampir menabraknya.

Segala macam kejadian yang kita alami tentu membut kita meresponnya. Saat di jalan itulah yang sering memancing emosiku. Dan ternyata, sering juga saya melihat dua orang yang hendak berkelahi gara-gara teknik berkendaranya yang hampir atau sudah saling tabrakan. Usai tabrakan itulah respon masing-masing muncul.

Kalau dah tabrakan? Bisa jadi adu jotos atau malah saling menolong.
Ada pilihan respon dari setiap kejutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nol

Ada kalanya mata jenuh memandang langit yang terik. Hingga rasanya ingin berteduh. Berteduh di bawah rindang pohon yang hijau. Dan merasakan belaian angin yang sepoi. (Welcome Syawal)

TRUE STORY FROM MY NEIGHBOUR

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Kepada kawan-kawan (PT. Batamec Shipyard/ dan lainnya) Lewat lembaran ini kami ingin menceritakan sebuah kisah yang mengajak kita untuk berbagi kepedulian.
Kemarin malam, seorang tetangga kami (waktu masih tinggal di Mess Perusahaan, Perumnas Sagulung Blok F 13-14), Pak Tata namanya, menceritakan kisah nyata kalau bisa dibilang, atau lebih tepatnya kisah di depan mata karena aktor-aktornya adalah tetangga sendiri yang rumahnya pas sudut jalan, di depan rumah Pak Tata, blok F 85). Sebuah keluarga yang didalamnya ada beberapa anak yatim. Karena ingin menyaksikan sendiri para ’aktor’ tersebut, kami berkunjung ke rumah itu. Rumah yang sebenarnya sangat sering aku lewati dulu saat masih menjadi warga blok F.
Dari depan rumah tersebut nampak kusam. Nampak tembok yang mulai pudar putihnya dan terkelupas karena tak disentuh renovasi sekalipun. Lampu depan yang menerangi teras malam itu bersinar sayu seolah tak bertenaga. Halaman rumah juga kosong tak ada hiasan bunga-bun…

Indah yang tersembunyi

(Klik untuk memperbesar gambar)

Indah yang tersembunyiTaman langit menghampar semesta alam
Mengabarkan kekuasaanNya dari balik tabir surya
Mengajak hati untuk bersujud
Akan lembutnya hasil ciptaanNya
Hingga agar ada uca syukur

Ternyata...
Betapa indah taman itu
Bak edensor dalam karya anak Belitung
Keindahan yang tersembunyi

Mungkin karena setiap hari kita saksikan
Sehingga keindahan itu menjadi biasa
Sangat biasa...

(Kadang kita jarang bersyukur, hingga dia akhirnya pergi)

Ini beberapa foto yang sempat kuambil sekitar 2003 di seputaran Asrama Mahasiswa UNHAS.





















(Diambil dari lantai dua, jembatan penghubung Blok B dan C RT 1ABCD) Tampak sumur 'keramat' tempat aktivitas pagi dan sore. Dan menjadi ramai di hari mencuci sedunia, hari Ahad apalagi kalau air dari kran hidran tidak mengalir. Jadilan seperti ibu-ibu yang ramai mencuci.

















(Saat surya datang tiap pagi dari arah timur Ramsis. Diambil di depan Blok C RT 1 ABCD, dekat kamarku)

















(Gambar diambil dari lantai 3 Blok A, RT 1 ABCD.…