Langsung ke konten utama

RAMADHAN DAN PINTU AR-RAYYAN

Bagaimana menghadirkan semangat dalam menjalankan ibadah puasa?  Salah satunya dengan mempelajari dan mengetahui apa manfaat atau keutamaan yang akan kita dapatkan dengan melakukan ibadah tersebut.

Salah satu keutamaan puasa adalah orang yang berpuasa akan melewati pintu syurga yang dikuhususkan bagi orang yang berpuasa. Mereka akan masuk surga melaui pintu yang bernama Ar Rayyan.

Ar Rayyan secara bahasa berarti puas, segar dan tidak haus. Dari delapan pintu di syurga, Ar-Rayyan hanya akan dimasuki bagi orang-orang yang berpuasa.

“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “Ar Rayyan”. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa”. Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya”. (HR. Bukhari).

“Surga memiliki delapan buah pintu. Diantara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa”. (HR. Bukhari)

Puasa juga memiliki kekhususan dibanding dengan amalan yang lain. Jika amalan lain itu untuk diri sendiri, maka amalan Puasa itu untuk Allah dan Allah sendiri yang nanti akan membalasnya.

“Setiap amalan manusia adalah untuknya. Kecuali amalan puasa itu untuk Allah dan Dia yang nanti akan membalasnya”. (HR. Bukhari)  

Inilah beberapa motivasi yang tentu boleh menjadikan kita semangat dalam menjalankan ibadah puasa. Motivasi yang dibangun diatas keimanan bahwa Allah menyiapkan pahala bagi yang ikhlas dalam melakukan perintah-Nya.

Salah satu tabiat manusia adalah mencari kesenangan dan menghindari kemalangan. Sebagai orang yang yakin akan surga dan neraka, tentu setiap kita mengharapkan kelak  di akhirat dimasukkan ke dalam syurga dan selalu berdoa dijauhkan dari api neraka. Maka dari itu tentu sangat baik jika membiasakan mengetahui keutamaan dari setiap ibadah untuk memotivasi kita saat akan menjalankannya.

Menjelang datangnya Ramadhan – Batam, 23 Mei 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAMADHAN, TAKWA DAN KEBAHAGIAAN

Tak terasa bulan ramadhan sebentar lagi tiba. Selama sebulan kita akan dilatih untuk menahan nafsu terhadap sesuatu yang sebelumnya boleh saja kita lakukan. Di hari biasa kita boleh dengan bebas makan dan minum. Setiba di bulan Ramadhan, kita tahan untuk tidak memakannya hingga magrib tiba. Bagi yang sudah biasa melakukan puasa, menjadi sesuatu yang mudah saja. Namun bagi yang belum biasa tentu akan menghadapi godaan yang besar antara melanjutkan puasa atau menghentikan ‘penderitaan’ dalam lapar dan dahaga.
Kekuatan motivasi seseorang melakukan sesuatu akan mempengaruhi kemampuannya menjalankan kegiatan tersebut. Puasa sebagai sebuah ibadah, sejatinya harus dimotivasi oleh dorongan iman. Menjalankan ibadah puasa karena puasa adalah perintah dari Allah dan mengharapkan ampunan dari Allah atas segala dosa dan kesalahan di masa lalu. Dengan motivasi yang kuat maka  godaan untuk berhenti juga akan kuat untuk dilawan.
Tujuan akhir dari puasa adalah mendapatkan derajat takwa (QS 2:183). Denga…

Undangan Walimah

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
QS. ar-Rum (30) : 22






Mohon doa dan restu, semoga Allah memudahkan setiap langkah kita dalam mendapatkan BERKAH Allah dalam setiap tahapan perjalanan hidup kita.

Buatlah Bahtera...

"Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu kami". (QS. Hud: 37) 
Tidak dijelaskan dalam pendahuluan atau kelanjutan ayat itu bagaimana teknis dan detail cara pembuatan kapal yang diperintahkan Allah. Juga tidak diterangkan rentang waktunya. Kapan harus dimulai dan kapan harus selesai proyek pembuatan kapal tersebut. Sejatinya, sebuah proyek akan memiliki patokan awal dan akhir pekerjaan. Namun maksud yang hendak disampaikan ayat tersebut bukan masalah teknis pembuatan kapal. 
Makna yang ingin disampaikan adalah masalah ketauhidan dan perjuangan dalam dakwah kepada kaumnya. Proses dakwah yang tak mudah dan ujian keimanan yang sarat pelajaran didalamnya. Nabi Nuh berdakwah selaman 1000 kurang 50 tahun (29:14). Waktu yang sangat lama, Bro.