Langsung ke konten utama

Tunas...

Bagai ikan mendapat kolamnya
Kubertemu lagi wajah-wajah itu
Yang dulu pernah kugeluti
Wajah-wajah itu hadir lagi
Wajah penuh gairah dan harapan

Akan menjelma jadi tunas pejuang
Menyemaikan tanah keimanan
Dalam derap para (calon) mujahid muda

(Usai rihlah dengan anak' (baru) KAMMI Batam)
Kami, sekitar dua puluhan ikhwan/akhwat berangkat dari kampus Poltek (salah satu kampus besar di Batam) menuju sebuah tempat. Yang kami tuju ternyata sebuah pantai bernama Tanjung Pinggir, di daerah Sekupang, ujung Selatan pulau batam. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dengan Busway (ada Busway juga rupanya disini) tibalah kami.

Suasana sejuk dengan angin berhembus syahdu dari laut ditambah pasir putih yang indah. Dan dari kejauhan nampak warna kelabu gedung-gedung pencakar langit negeri tetangga, Singapura. Kami menyusuri pasirnya yang putih lembut, hingga bermain bola, mandi di laut setelah dipaksa. Judul hari ini sebenarnya adalah 'lepaskan lelahmu' (minimal buat saya setelah puyeng bertemu sepanjang hari dengan bangunan kapal).

Acara yang dinanti adalah makan siang tentunya. Usai dhuhur dilanjutkan briefing/ sharing dengan tunas-tunas KAMMI Batam ini yang katanya tergolong masih baru. DM 1 pertama mereka baru sekitar 3 bulan yang lalu. Kami menjadi 'penasehat dadakan' di forum ini.
Thank to Akh Agus, Ikram & Tawa yang mengajak melihat sisi indah lain kota Batam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nol

Ada kalanya mata jenuh memandang langit yang terik. Hingga rasanya ingin berteduh. Berteduh di bawah rindang pohon yang hijau. Dan merasakan belaian angin yang sepoi. (Welcome Syawal)

TRUE STORY FROM MY NEIGHBOUR

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Kepada kawan-kawan (PT. Batamec Shipyard/ dan lainnya) Lewat lembaran ini kami ingin menceritakan sebuah kisah yang mengajak kita untuk berbagi kepedulian.
Kemarin malam, seorang tetangga kami (waktu masih tinggal di Mess Perusahaan, Perumnas Sagulung Blok F 13-14), Pak Tata namanya, menceritakan kisah nyata kalau bisa dibilang, atau lebih tepatnya kisah di depan mata karena aktor-aktornya adalah tetangga sendiri yang rumahnya pas sudut jalan, di depan rumah Pak Tata, blok F 85). Sebuah keluarga yang didalamnya ada beberapa anak yatim. Karena ingin menyaksikan sendiri para ’aktor’ tersebut, kami berkunjung ke rumah itu. Rumah yang sebenarnya sangat sering aku lewati dulu saat masih menjadi warga blok F.
Dari depan rumah tersebut nampak kusam. Nampak tembok yang mulai pudar putihnya dan terkelupas karena tak disentuh renovasi sekalipun. Lampu depan yang menerangi teras malam itu bersinar sayu seolah tak bertenaga. Halaman rumah juga kosong tak ada hiasan bunga-bun…

Indah yang tersembunyi

(Klik untuk memperbesar gambar)

Indah yang tersembunyiTaman langit menghampar semesta alam
Mengabarkan kekuasaanNya dari balik tabir surya
Mengajak hati untuk bersujud
Akan lembutnya hasil ciptaanNya
Hingga agar ada uca syukur

Ternyata...
Betapa indah taman itu
Bak edensor dalam karya anak Belitung
Keindahan yang tersembunyi

Mungkin karena setiap hari kita saksikan
Sehingga keindahan itu menjadi biasa
Sangat biasa...

(Kadang kita jarang bersyukur, hingga dia akhirnya pergi)

Ini beberapa foto yang sempat kuambil sekitar 2003 di seputaran Asrama Mahasiswa UNHAS.





















(Diambil dari lantai dua, jembatan penghubung Blok B dan C RT 1ABCD) Tampak sumur 'keramat' tempat aktivitas pagi dan sore. Dan menjadi ramai di hari mencuci sedunia, hari Ahad apalagi kalau air dari kran hidran tidak mengalir. Jadilan seperti ibu-ibu yang ramai mencuci.

















(Saat surya datang tiap pagi dari arah timur Ramsis. Diambil di depan Blok C RT 1 ABCD, dekat kamarku)

















(Gambar diambil dari lantai 3 Blok A, RT 1 ABCD.…