Minggu, 12 Juli 2020

LANGKAH PERTAMA


Lokasi foto: Latrade Industrial Park, Batam.

"The journey of thousand miles begin with a single step. (Perjalanan seribu mill dimulai dengan langkah pertama)." - Lao Tzu.

Seingat saya, pertama kali naik gunung pada tahun 2005. Bersama teman-teman kuliah kami mendaki salah satu gunung tertinggi di Sulsel. Namanya Gunung Bulu Saraung. Gunung setinggi 1.535 meter di atas permukaan laut ini berada di wilayah Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. 

Dari kota Makassar menuju Desa Tompo Bulu, tempat dimulainya perjalanan, bisa ditempuh sekitar 2 jam dengan kendaraan mobil.

Agar kami bisa sampai menikmati suasana pagi yang indah di puncak gunung, kami mesti berangkat pagi-pagi buta. Sekitar jam 2 malam kami memulai perjalanan dari desa terdekat. Menjelang subuh, kami sampai di lereng gungung Bulu Saraung. Kami beristirahat sejenak.

Usai sholat subuh, kami melanjutkan lagi dengan pendakian yang saya anggap sebagai pendakian sebenarnya. Pendakian yang menanjak menuju puncak gunung. Jalannya cuaram berbatu. Jika salah langkah bisa terjungkal jatuh, menggelinding menghantam bebatuan.

Dengan tenaga yang masih tersisa kami melangkahkan kaki setapak demi setapak. Selangkah demi selangkah. 

Tepat saat matahari telah terbit, kami akhirnya tiba di atas puncak Gunung Bulu Saraung. Puas rasanya bisa ‘menaklukkan’ salah satu gunung tertinggi di Sulsel ini. Dan lega bisa berhasil memaksa diri melangkah. Dan melawan segala rasa tegang dan lelah.

Inilah foto setelah tiba di atas puncak gunung, ketika itu.



SINGGAH SEJENAK


Lokasi foto: Simpang Polsek, Batu Aji, Batam.

"Seorang pengembara tidak boleh terlalu lama berhenti di satu persinggahan. Satu-satunya hal yang harus terus memesona pengembara ialah alam bebas yang luas. Gunung-gunung, sawah-sawah, kali-kali, dan orang-orang yang berjalan di sepanjang jalan itu." - Umar Kayam

Pengembara saat ini sepertinya sudah tidak pernah kita temui dalam dunia nyata. Untuk jaman sekarang mungkin lebih cocok dengan istilah traveler. Seseorang yang suka bepergian ke tempat-tempat wisata menarik. Biasanya juga sekalian berprofesi sebagai fotografer, penulis, vlogger, youtuber atau bahkan artis.

Sebagaimana biasanya, seorang traveler jika berkunjung ke sebuah tempat, hanya akan mampir sejenak atau menginap beberapa hari. Setelah itu berpindah ke tempat lain atau balik ke tempat asalnya untuk kembali melakukan aktivitas utamanya.

Inilah yang diibarakan ‘dunia’ hanya sekedar tempat traveling. Hanya beberapa saat. Hanya sementara. Hanya beberapa hari. Tidak selamanya. Setelah itu kembali ke aktivitas utama. Aktivitas mencari nafkah atau profesi.

Dengan begitu, ketika bertraveling, tentu untuk urusan tempat tinggal lebih praktis menyewa hotel atau mungkin cukup mendirikan tenda untuk tempat istirahat. Tentu takkan berpikir untuk membangun rumah.

Perumpamaan tentang seorang pengembara atau traveling mengajak kita untuk berpikir dan sadar bahwa kehidupan di dunia hanya sementara. Agar kita memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Melakukan kebaikan-kebaikan. Mempersiapkan kehidupan yang lebih kekal di akhirat nanti.  

Kamis, 09 Juli 2020

TERUS BERGERAK MAJU

Lokasi foto: Jalan Marina City, Batam.

"Hidup itu seperti bersepeda. Kalau kamu ingin menjaga keseimbanganmu, kamu harus terus bergerak maju." - Albert Einstein

Pandemi Covid-19 ternyata membawa angin segar bagi penjual sepeda. Di Indonesia, sejak Maret hingga Juni 2020, penjualan sepeda melalui online mengalami peningkatan. Buka lapak mencatat terjadi peningkatan hingga 156 persen dibanding dengan kondisi biasa (Kompas.id 30/6).

Salah satu jenis sepeda yang lagi trending dan menjadi buah bibir adalah jenis sepeda lipat. Pertama tentu karena harganya yang terbilang mahal dibanding dengan harga sepeda pada umumnya. Jika dengan harga satu jutaan sudah bisa memiliki sepeda baru, tapi satu sepeda lipat dengan merek tertentu ada yang dibandrol dengan harga 100 juta. Sungguh mahal bagi orang kebanyakan.     

Terlepas dari berapapun harga sebuah sepeda, belakangan ini hampir di setiap pagi akhir pekan makin banyak pengendara sepeda yang mewarnai jalan-jalan utama. Terutama di kota-kota besar. Fenomena ini tentu suatu yang baik dan menjadi salah satu gambaran kota yang aman dan bahagia. Aman karena masyarakat bebas berkendara di area publik. Bahagian dengan gambaran ekpresi ceria mereka saat bersepeda, bersantai dan bersenda gurau.

Pandemic Covid-19 tentu tidak bisa merengguk kebahagiaan kita. Masyarakat akan selalu kreatif mencari alternatif cara melewati masa adaptasi baru yang belum pasti kapan berakhir ini. Life must go on.  

Senin, 06 Juli 2020

DALAM PERJALANAN


Lokasi foto: Kramat Raya, Jakarta.


"Mengembara hingga kakimu letih untuk melangkah dan menjelajah hingga dompetmu terlalu tipis untuk mengeluarkan uang. Karena dalam perjalanan, kita akan menemukan keindahan Tuhan. Karena dalam perjalanan, kita akan mencintai kampung halamanmu lebih dari sebelumnya." - Ahmad Fuadi

Minggu, 05 Juli 2020

BERJALAN MAJU


Lokasi foto: Rawamangun, Jakarta.

"Jika Anda tidak dapat terbang maka berjalanlah, jika Anda tidak dapat berjalan maka merangkaklah, namun apapun yang Anda lakukan Anda harus tetap bergerak maju." - Martin Luther King

JALAN MEMPERBAIKI DIRI


Lokasi foto: Bintang Industri II, Batam.

"Jadikanlah setiap kritik bahkan penghinaan yang kita terima sebagai jalan untuk memperbaiki diri." - Abdullah Gymnastiar

Jumat, 03 Juli 2020

MATAHARI


Lokasi foto: Jalan Brigjen Katamso, Batu Aji, Batam.

"Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari." - Bediuzzaman Said Nursi

SYUKUR


Lokasi foto: Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam.

"Wujud syukur yang sederhana ialah mengucap Syukur "Alhamdulillahirobbil 'alamin. Segala Puji hanya bagi Allah" . Namun sesungguhnya Hakikat dari Rasa Syukur itu adalah memastikan setiap tarikkan nafas kita senantiasa dalam "ketaatan" kepada Allah Ta'ala." - Abdul Somad

Selasa, 30 Juni 2020

MERESPON MASALAH


Lokasi foto: Jembatan Barelang, Batam.

"Hidup itu bukan mengenai seberapa berat masalah yang datang menghampiri kita, namun mengenai seberapa positif kita mampu merespon segala permasalahan tersebut." - Bambang Pamungkas

Setiap orang tentu tak lepas dari masalah. Selama masih hidup, masalah akan datang silih berganti. Tidak peduli apakah orang tersebut kaya atau miskin, masih belia atau sudah tua, berprestasi atau biasa-biasa saja, anak konglomerat atau anak singkong.  

Skala besar-kecilnya masalah tentu juga akan direspon sesuai dengan kapasitas orang tersebut. Ketika sebuah masalah datang, maka masalah tersebut akan menjadi batu ujian, bagaimana orang tersebut meresponnya, bagaimana cara menyelesaikannya dan bagaimana melewatinya.

Cara merespon setiap masalahan itulah yang menjadi pangkal penyelesaian masalah atau malah menjadi pangkal bertambahnya masalah.

Ada baiknya jika ada masalah kita persepsikan bahwa masalah tersebut akan menjadikan kita makin banyak pengalaman, makin banyak belajar hal baru, makin bijak dan dewasa. Bisa jadi pengalaman menyelesaikan masalah tersebut ternyata menjadi pengalaman yang paling berharga sepanjang hidup. Dan menjadi inspirasi bagi orang banyak.

Senin, 29 Juni 2020

BUNGA


Lokasi foto: Sagulung, Batam.

"Orang-orang optimis melihat bunga mawar, bukan durinya. Orang-orang pesimis terpaku pada duri dan melupakan mawarnya." - Khalil Gibran

BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...