Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2020

SERAMBI TAMAN SYURGA


“Jika kamu melewati taman-taman Syurga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, ”Apakah taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab,” Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling jalan-jalan mencari ahli dzikir. Jika mereka menemukan satu kaum yang sedang mengingat Allah, mereka berseru, ‘Marilah kalian menuju kebutuhan kalian.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Lalu para malaikat itu mengelilingi mereka dengan sayap-sayapnya sampai langit dunia.” (HR. Bukhari, Muslim)

“Apabila kamu melewati taman-taman Syurga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,” Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman Syurga itu?” Nabi ﷺ  menjawab,” majelis-majelis ta’lim." (HR. Thabrani)

“Sesungguhnya Allah, para malaikat Nya, penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”  (HR. Tirmidzi)

BERANJAK PULANG


Pekerja galangan sebuah perusahaan di Batam berjalan meninggalkan area pembangunan kapal. Mereka beranjak pulang saat menjelang matahari terbenam. 

Menurut Ketua Iperindo Kepri, ada 70 galangan di Batam (Batampos, 2018). Dari jumlah tersebut saat ini tidak semuanya aktif. Data ekspor kapal yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri pada awal tahun 2017 menunjukkan penurunan produksi shipyard kala itu.

Beruntung Batam masih dipercaya untuk pembuatan dan docking kapal-kapal pemerintah. Seperti kapal TNI, Pertamina, dan juga kapal Pelni.

Di tengah pandemi Covid-19, galangan-galangan kapal di Batam saat ini sedikit banyak juga ikut terdampak akibatnya. Aktivitas produksi pekerjaan pembangunan kapal beberapa galangan saat ini juga harus mengalami penyesuaian.   

Mengikuti arahan dari pemerintah, protokol kesehatan di galangan-galangan juga sudah diterapkan. Seperti pemakaian masker dan jaga jarak.

Hal yang cukup terasa memberikan dampak yaitu yang terkait dengan proses pemesanan barang dan material yang berasal dari luar negeri. Peralatan yang tidak tersedia di dalam negeri dan harus diimpor dari luar negeri mengalami keterlambatan proses produksi dan pengiriman. 

Bacaan: 
batampos.co.id (2020/04/29); (2018/07/31) 
kemenperin.go.id

Kamis, 11 Juni 2020

CANDI BENTAR


Ini bukan tempat ibadah. Bukan juga tempat objek wisata. Ini adalah kawasan industri. Memang secara sepintas pintu gerbang atau gapura dan bangunan depan kawasan ini memiliki bergaya bangunan adat Bali.

Gapura berbentuk tiang, berwana merah bata, berornamen abu-abu, dua bauh kiri dan kanan, seolah terbelah simetris, menjadi penanda utama yang mencolok. Atap bangunan kantor berbentuk limas dengan pucuknya yang khas makin menambah identitas arsitektur Balinya.

Candi Bentar Industrial Area. Itulah yang terpampang pada papan nama atau pagar depan kawasan ini. Persis di depan hamparan yang terhampar rumput hijau yang terpelihara rapi.  

Momen sore hari menjelang magrib adalah waktu yang boleh menjadi pilihan mengabadikan suasana di Candi Bentar. Di waktu tersebut Candi Bentar akan menghadirkan latar langit dengan warna yang cerah. Langit biru dan awan putih akan ikut berubah menjadi kuning keemasan yang sangat indah.

Karena momen ini berlangsung hanya beberapa menit saja, sangat sayang untuk dibiarkan begitu saja tanpa diabadikan dalam jepretan kamera atau handphone. 

Rabu, 10 Juni 2020

SUASANA BATAM (1)



Foto diatas adalah suasana di salah satu sudut Jalan Brigjen Katamso. Letaknya tak jauh dari Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Pada jam 4 sore hingga jam 7 malam kesibukan pengendara motor dan mobil meningkat. Jam tersebut adalah rentang waktu para pekerja dari berbagai penjuru kawasan industri beranjak pulang. Sebagian lagi aktifitas masyarakat yang pergi ke Kawasan Fanindo, pasar dan pertokoan yang ada di dekat jalan ini. Demikian juga pengendara lain yang keluar rumah dengan berbagai keperluan. 

Di sisi kiri jalan terdapat ruang terbuka atau taman terbuka. Biasanya banyak orang dari segala umur yang datang untuk bermain. Bahkan tak jarang yang menggelar tikar untuk sekedar duduk-duduk santai melepas lelah bersama keluarga. 

Sejak adanya taman ini, di sepanjang sisi jalan juga kini ramai mermunculan pedagang kaki lima. Ada yang datang dengan motor menjual makanan ringan, minuman hingga permainan anak-anak. Ada juga memakai mobil yang disulap menjadi lapak jualan.

Di sisi kiri jalan demikian juga. Terutama setelah pembukaan Masjid Sultan. Banyak pengunjung mampir jalan-jalan dan berfoto di depan Masjid tersebut. Dan mulailah juga bermunculan pedagang kaki lima menggelar jualannya.

Senin, 08 Juni 2020

PASAR AVIARI


Lokasi foto: Batu Aji, Batam.

Pasar Aviari adalah salah satu pasar utama di bilangan Batu Aji dan Sagulung. Selain itu ada juga Pasar Fanindo, Pasar Sagulung dan Pasar SP Plaza.

Istilah pasar kalau di Batam bisa jadi berbeda dengan pengertian pasar pada umumnya. Pasar Aviari sebagai contoh, sebenarnya adalah kawasan pertokoan yang berada dalam satu blok. Terdapat tiga pintu utama berportal sebagai akses orang dan kendaraan keluar masuk yang dikelola oleh sebuah perusahaan perparkiran.

Walaupun juga terdapat pasar basah seperti pasar tradisional pada umumnya, namun di Pasar Aviari lebih dominan toko yang menjual peralatan rumah tangga, elektronik dan toko kelontong lainnya. Toko-toko buka sepanjang hari, dari pagi hingga malam. Juga terdapat beberapa rumah makan dan sea food corner.

Sekitar lima tahun belakangan, menjamur tempat jual-beli di seantero Batam yang muncul seolah dadakan atau akrab disebut pasar kaget. Keberadaannya tidak berlangsung setiap hari, tidak berjualan sepanjang hari. Kadang berpindah-pindah tempat dan tempat jualannya tidak permanen.  Jenis jualan kebanyakan untuk keperluan dapur dan juga banyak menjual pakaian bekas.

REFLEKSI


Lokasi foto: Marina, Batam.

Wabah Covid-19 muncul pertama kali pada bulan Desember 2019 di Wuhan, salah satu kota di Tiongkok. Seluruh dunia terkena dampaknya. Korban jiwa dan kerugian secara ekonomi hampir merata di semua negara. Tak terkecuali Indonesia.

Dibulan Maret 2020 ditemukan kasus pertama penderita Covid-19 di Indonesia. Hingga update terakhir (7/6) penduduk Indonesia yang meninggal 1.851 orang.

Bulan puasa kemarin adalah puasa yang sepertinya akan selalu dikenang sepanjang masa. Bulan puasa di tengah wabah Covid-19. Shalat tarawih yang biasanya dilaksanakan di masjid, kali ini shalat di rumah saja. Shalat lima waktu dan shalat jum’at dibolehkan di rumah masing-masing. Demi memutus rantai penyebaran wabah Covid-19. Bahkan Masjidil Haram di Makkah ditutup untuk sementara waktu.

Sebelum masuk hari puasa di akhir Mei 2020 kemarin, pemerintah dan ulama telah menghimbau ummat muslim untuk melaksanakan ibadah di rumah saja.  

Sungguh suasana kemarin adalah ramadhan yang sangat berbeda sepanjang hidup. Sungguh ini kejadian yang mungkin takkan kita jumpai di masa yang akan datang. Dan semoga saja bukan malah permulaan untuk seterusnya.   

Bacaan: covid19.go.id/ Tausiyah MUI Nomor : Kep.1065/DP-MUI/IV/2020


Sabtu, 06 Juni 2020

NAGOYA - LUBUK BAJA


Lokasi foto: Nagoya, Batam.

Pertama kali menginjakkan kaki ke Kota Batam dan mendengar nama Nagoya, saya membayangkan bahwa di sini pernah ada perkampungan orang Jepang yang berasal dari salah satu kota di Jepang yaitu Kota Nagoya.

Ternyata saya keliru. Belakangan saya baru tahu bahwa daerah yang aslinya bernama Lubuk Baja ini, kenapa lebih dikenal dengan nama Nagoya bermula saat survey awal pengembangan Otorita Batam. Itu berlangsung di tahun 1960-an saat banyak orang Jepang terlibat dan berkemah di daerah ini.  

Ketika survey saat itu, ketika ditanya mau kemana, orang-orang menjawab, mau ke tampat orang Jepang itu, Nagoya. Dari mulut ke mulut lama kelamaan warga Batam terbiasa menyebut Nagoya dibanding Lubuk Baja.  Hingga saat ini.

Yang terkenal di Nagoya tentulah karena banyak tempat untuk berbelanja oleh-oleh dengan harga yang lebih murah dibanding di kota lain. Pengunjung yang datang ke Batam, sebelum kembali biasanya akan mencari oleh-oleh. Yang banyak diburu seperti tas, dompet, jam tangan, parfum atau coklat. Ada juga yang sekedar mencari souvenir khas Batam seperti gantungan kunci atau baju kaos bertuliskan Welcome to Batam.

Bacaan: detik.com.

PELABUHAN SAGULUNG


Lokasi foto: Sagulung, Batam.

Sebagai kota yang berbentuk pulau dan berbatasan dengan luar negeri, Batam memiliki banyak 5 pelabuhan Internasional. Selain itu juga terdapat puluhan pelabuhan rakyat. Salah satunya adalah Pelabuhan Sagulung. Berada di sisi timur pulau Batam. Jumlah penambang boat pancung yang aktif di pelabuhan ini sebanyak 50 pancung.

Pelabuhan ini menjadi penghubung utama ke pulau Buluh, pulau dengan 675 Kepala Keluarga. Jumlah penduduk pulau Buluh sesuai data 2009 sebanyak 2.509 jiwa (Wikipedia). 

Beberap meter mendekati pelabuhan akan ditemui kendaraan mobil dan motor yang diparkir di sepanjang sisi jalan.

Makin merapat ke arah pelabuhan, jalan mulai rusak. Saat hujan tampak genangan air dan tanah yang becek. Juga suasana masih tampak kurang bersih dan belum tertata rapi.

Maksud awal ke tampat ini untuk melihat suasana sunset di pelabuhan ini. Namun karena cauca mendung dan tak tampak matahari, sehingga akhirnya hanya mengambil foto pintu gerbang masuk kawasan pelabuhan.

Bacaan: batam.tribunnews.com/ wikipedia.


Jumat, 05 Juni 2020

YANG BARU DI JEMBATAN BARELANG



Lokasi foto: Jembatan Barelang, Batam.

Sudah sering kali saya ke jembatan ini. Sepertinya sudah lebih dari 10 kali. Namun setiap kali ke tempat ini seolah tak habis rasa kagum atas bangunan konstruksi sepanjang 385 meter yang menghubungkan pulau Batam-Rempang-Galang ini. 

Nama-nama pulau tersebut kemudian disingkat Barelang. Nama Barelang inilah yang lebih populer dipakai untuk menyebut nama jembatan ini. Nama resmi sebenarnya adalah Jembatan Fi Sabilillah.

Kali ini ada yang baru lagi sejak terakhir saya ke tempat ini. Kini ada taman yang telah ditata rapi di bagian bawah jembatan. Tepatnya di sekitar area dua tiang kaki yang menopang sisi utara jembatan. Ada jalan-jalan taman yang dipayungi rangka tiang-tiang berwarna coklat berderet diatasnya. Di bagian ujung taman juga telah dilengkapi dengan toilet umum.

Selain penataan jalan-jalan di taman bawah itu, ternyata ada juga penyewaan perahu untuk yang ingin menikmati suasana laut di sekitar jembatan Barelang. Dikenakan 20 ribu perorang sekali trip selama kurang lebih 15 menit.

DATARAN ENGKU HAMIDAH



Lokasi foto: Dataran Engku Hamidah, Batam.

Engku Putri Raja Hamidah atau Engku Hamidah adalah sosok penting dalam Imperium Riau-Lingga-Johor-Pahang yang hidup di abad 18. Selain sebagai permaisuri, dia juga menjadi penasehat hingga pemegang teraju adat dan tradisi.

Tugasnya semakin vital karena menjadi Pemegang Regalia Kerajaan, yaitu alat kebesaran Kerajaan. Artinya, Engku Putri Hamidah memiliki kewenangan memilih, mengangkat, dan melegitimasi sultan baru.

Engku Hamidah dikenal teguh mempertahankan Regalia dan menjaga kedaulatan kerajaannya. Sebab, Inggris dan Belanda saat itu sudah merongrong kerajaan dengan politik kotor. Namun, Engku Hamidah melawannya dengan kata-kata yang sangat diplomatis.

Sebagai bentuk penghargaan kepada Engku Hamidah, namanya diabadikan di ikon baru Batam ini. Dataran Engku Hamidah diresmikan di bulan desember 2019. Tempat ini telah dilengkapi dengan lampu-lampu hias berwana-warni yang mencolok.

Sebelum ditata menjadi sebuah taman yang rapi dan bersih, tempat ini hanya berupa lahan hijau pembatas antara jalan utama dengan kawan perkotoan di area belakang jalan. 

Bacaan: batampos.co.id (14 Feb'20)

BLACK OUT



Lokasi foto: Jalan Marina City, Batam.

“Salah satu ruas jaringan transmisi PLN Batam tersambar petir. Insiden ini membuat gangguan sistem kelistrikan di Batam yang menyebabkan blackout atau mati total Kamis (4/6/2020).” Demikian saya kutip dari berita online batamnews.com, pagi ini.

Semalam lampu padam di perumahan kami. Ternyata bukan cuma di tempat kami tapi seluruh Batam bahkan sampai ke Pulau Bintan.

"Batam dan Pulau Bintan semua mengalami blackout atau mati total," kata Rudy di Tanjungpinang, Kamis (3/6/2020) malam.

Foto diatas saya ambil saat terjadi black out tersebut. Walaupun lampu jalan dan lampu ruko-ruko sepanjang jalan tampak gelap gulita, lampu-lampu kendaraan yang melintas masih cukup menerangi suasana jalan sehingga tidak terlalu terasa gelapnya.

Beberapa mini market dan ruko tetap terlihat terang seolah tidak terpengaruh adanya black out malam ini. Sepertinya mereka memiliki genset sendiri sehingga tetap beraktifitas seperti biasa.

Rabu, 03 Juni 2020

LANGIT JINGGA


Langit berwana jingga dalam foto ini saya ambil saat masih dalam suasana wabah Covid-19 di Batam. 

Data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam menyebutkan jumlah pasien positif Corona di Batam Kota secara kumulatif saat ini sebanyak 50 orang, 19 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh sebagaimana diberitakan oleh batamnews.com (6/2).

Angka kasus positif Covid-19 di Kota Batam tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah pasien positif Corona secara kumulatif tercatat ada 140 orang. Demikian update di hari berikutnya (6/3).

Aktifitas belajar mengajar secara tatap muka rencananya akan di mulai tanggal 13 Juli nanti. “Tanggal 13 Juli, sepakat murid masuk semua, kalau tidak ada perubahan,” ujar Wali Kota Batam, HM Rudi, Kamis (28/5/2020). 

Rudi memperkirakan virus ini belum akan berakhir sampai akhir tahun. Protokol kesehatan harus diterapkan, dengan jaga jarak dan memakai masker.

Semoga suasana ini segera pulih kembali sekalipun nantinya dengan cara yang tidak biasa atau seperti dulu lagi tapi dengan kehidupan normal baru (new normal).

Batam, 02 Juni 2020

JALAN KEHIDUPAN


Lokasi foto: Sagulung, Batam.

Tak lama lagi matahari terbenan saat saya mengambil foto ini. Sekitar jam 17.30. Jika cuaca cerah dan matahari tidak tertutup awan tebal, momen seperti ini akan hadir setiap sore. Namun berlangsung sebentar saja. Mungkin hanya sekitar 5-10 menit. Dan setelah itu matahari terbenam.

Jam seperti ini biasanya ramai pengendara motor dan mobil yang beranjak pulang ke rumah masing-masing usai bekerja di kawasan industri di sekitar tempat ini. Industri tersebut diantaranya adalah industri galangan kapal dan manufaktur.

Tak jauh dari kawasan ini terdapat banyak pemukiman atau perumahan yang sebagian besar juga bekerja di kawasan industri tersebut.

Di bagian tengah jalan ini posisinya agak landai sehingga jalan aspal terlihat melengkung. Mulai sedikit menanjak di posisi saya berdiri dan bagian ujung jalan dalam foto ini. Inilah jalur yang menghubungkan jalan utama ke kawasan industri.

Di sisi kiri foto adalah posisi sebelah barat, dimana matahari dan sinar cahaya sore keemasan menerpa tanah yang tertutup rumput hijau.

Batam, 02 Juni 2020

ADA PELANGI


Lokasi foto: Batu Aji, Batam.

Usai turun hujan sore ini, tiba-tiba cuaca menjadi cerah keemasan dan kemudian muncul pelangi. Beberapa orang yang saat itu berada di luar rumah dan menyaksikan pemadangan tak sering terjadi ini, secara spontan mengarahkan handphone ke langit dan mengambil foto. 

Menurut Wikipedia, Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan.
Nah, kalua ditarik ke dalam pemaknaan kehidupan, ini beberapa kutipan yang cuku menarik. Saya kutip dari internet.

“Pelangi datang hanya sekejap namun keindahannya mempesonakan setiap yang melihat. Hal tersebut mengingatkan manusia untuk senantiasa menggunakan waktunya dengan baik, karena hidup di dunia hanyalah sementara.” 


“Pelangi Muncul setelah Hujan. Itu artinya jika mempunyai impian, maka wujudkanlah dengan kerja keras”.

Batam, 01 Juni 2020

PAGI



Lokasi foto: Water Front City, Batam.

Saat yang baik untuk menangkap momen cerah di jalan Kawasan Marina Water Front City ini yaitu di waktu pagi hari. Arah sinar matahari yang terbit dari balik pepohonan di atas bukit di bagian belakang, menyinari dengan terang di sepanjang area ini. Awan-awan putih seolah benda pertama yang telah dijatah untuk mendapat cahaya pagi hari.

Salah satu objek yang menarik di sepanjang jalan ini yaitu barisan pohon kelapa yang berjejer rapi di seberang jalan dan pohon palm di tengah jalan dua arah tersebut.

Jalan di Kawasan Marina Water Front City menjadi perlintasan kendaraan yang ramai di pagi hari oleh para pekerja yang berangkat ke kantor atau pabrik yang berada di sekitar tempat ini. Para pekerja yang bermukim di bagian barat (Batu Aji dan Sagulung) yang bekerja di bagian utara (Sekupang) sebagina memilih melintas di jalan ini melewati pemukiman Tanjung Riau.

Dari segi nama, Marina Water Front City adalah sebuah konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau. Di kawasan ini terdapat pelabuhan, sarana wisata pantai, hiburan dan hotel berbintang.

Batam, 1 Juni 2020

Kamis, 28 Januari 2016

Tarbiyah Ruhiyah tentang Kematian



Pertama

Pukul 07.30 anak dari guru kami yang baru berumur 5.8 tahun menghembuskan nafas terakhir di RS. Wahidin, Makasaar. Setelah 7 hari tak sadarkan diri anak yang sangat disayangi ini pergi untuk selamanya. Air mata kami tak dapat tertahankan saat itu juga. Pagi itu yang ikut menemani mejaga di rumah sakit sejak semalam; Yudi, Nur, Asrul dan saya.

Sebelumnya, sekitar pukul 06.00 beberapa ustadz beserta istrinya hadir untuk menjenguk. Diantaranya Ustadz Jafar dan Ustadz Harun. Selama waktu itu hingga menjelang wafatnya sempat kulihat anak itu bernafas tersengal-sengal beberapa lama. Menurut orang tuanya sudah hampir setiap pagi demikian. Tak berapa lama kemudian tenang lagi. 

Di malam hari sebelumnya dari luar kami melihat kedua orang tuanya senantiasa berada di sampingnya. Dengan harapan yang besar semoga segera ada perubahan.

Beberapa saat setelah kepergiannya, berita langsung disebarkan ke ikhwah-ikhwah lain melalui telpon dan sms atas duka tersebut. 

Anak itu kemudian dibawa pulang pagi itu juga. Dengan cepat ikhwah yang ada di Makassar berkumpul dan membantu persiapan pemakaman. Usai disholati, sekitar pukul 10 langsung dimakamkan di pekuburan Sudiang. Siang itu hingga malam banyak pelayat yang datang. 

Malam harinya diadakan takziah dengan kegiatan ceramah yang dibawakan oleh Ustadz Mujetaba.

Makassar, 1 Januari 2006 (Catatan dari buku diary 10 tahun yang lalu)


Kedua

Hujan semalam membuat air tertampung di atas atap tenda yang terpasang di halaman depan rumah guru kami. Malam itu Yudi, Upe, Ridwan dan saya menginap di rumah guru kami. Tiang penegar dan pembujur tenda melengkung karena menahan berat air yang tertampung diatasnya.

Ba'da shalat subuh guru kami membuka laptopnya dan memperlihatkan kenangan rekaman foto dan video terakhir anaknya. Tampak dalam foto tersebut dia bermain-main di lapangan bola samping rumah, main sepeda dan bermain-main dengan saudara-saudaranya. Begitu mengharu biru perasaan kami saat itu. Sepintas terlihat guru kami terdiam beberapa saat. Memandang foto anaknya dengan penuh perasaan.

Begitu cepat dia pergi, gumanku dalam hati.

Semalam Ustadz Mujetaba dalam ceramah takziyahnya menguraikan tema tentang kematian.

Ditekankan oleh beliau bahwa peristiwa kematian adalah salah satu sarana yang bisa mentarbiyah kita. Kematian adalah kejadian yang menyentuh aspek tauhid. Dia adalah proses yang akan menguji kadar salimatul aqidah, kadar shahihul ibadah dan kadar matinul khuluq seseorang.

Dengan kematian juga, seseorang ditarbiyah untuk ridha dan yakin atas ketentuan Allah. Dengan kematian, seseorang akan ditempa keyakinan dan penerimaannya atas takdir yang terjadi. Dengan kematian, seseorang diajarkan untuk makin mempersiap diri sebelum dapat giliran juga. 

Setiap jiwa akan menemui yang namanya ajal.

Makassar, 2 Januari 2006 (Catatan dari buku diary 10 tahun yang lalu) 

(Salam taksim untuk guru kami, Ustadz Ramli Mansyur dan alm. anaknya, Suhaib. Kami belajar ikhlas dan tabah darimu. Juga untuk Ustadz Mujetaba atas taujihatnya malam itu).



Kamis, 14 Januari 2016

Sabtu, 22 November 2014

Usia Penduduk Surga

Tak terasa dan waktu begitu cepat berlalu. Hari ini tepat 22 November 2014, Allah masih memberikan anugrah di usia yang ke-33. Bagi saya sebenarnya tidak terlalu menganggap hari ulang tahun sebagai hari sangat yang istimewa namun tetap menjadi renungan bahwa kita telah berada pada rentang waktu bertambahnya usia dan berkurangnya jatah hidup.

Dengan momen tanggal tersebut sejenak memikirkan apa yang telah kita lakukan selama waktu usia kitadan selanjutnya akan melakukan apa.

Berkaitan dengan angka ke-33, iseng-iseng cari di google dan 
terinspirasi dari status FB Ustadz Ispiraini, Lc (IKADI Batam) hari ini, saya copy paste dari http://www.konsultasisyariah.com/berapa-usia-penghuni-surga.

Ternyata penduduk Surga akan masuk di usia 33 tahun. Semoga Allah meridhoi kita dan memasukkan kita kedalam Jannahnya.

 

Usia Penduduk Surga

Tanya:
Manusia mati pada usia yang berbeda-beda, ada yang smp ratuan, puluhan, sblm balig, bayi, bahkan mati d kandungan. Jika mereka dimasukkan ke surga, berapa usianya? Apa bayi nanti tumbuh besar di surga?
Trim’s

Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Allah menjanjikan surga kepada para kekasih-Nya yang taat dan bersabar dalam meniti syariat-Nya selama di dunia. Allah memberikan balasan berupa keindahan surga. Saking indahnya, sehingga tidak pernah bisa terbayang oleh manusia. Bayangan mereka, tidak bisa menjangkau keindahannya. Allah menggambarkan keindahannya dalam firman-Nya,
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang disembunyikan untuk mereka, yang indah dipandang, sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah: 17)

Dalam hadis qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah berfirman,
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Aku telah siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholeh, nikmat surga yang belum pernah dilihat mata, belum pernah dilihat telinga, dan belum pernah terbayang dalam hati manusia.” (HR. Bukhari 3244, Muslim 2824, dan yang lainnya). Ketika menyampaikan hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat di surat as-Sajdah di atas.

Disamping itu, Allah memberikan segala kenikmatan yang diinginkan penghuni surga,
وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kalian kekal di dalamnya”. (QS. Az-Zukhruf: 71).
Karena itu, kita mengimani bahwa penduduk surga berada dalam keadaan serba istimewa, memiliki banyak kelebihan dari segala sisi. Karena mereka dipersiapkan untuk menikmati segela keindahan yang Allah sediakan.

Diantara bentuk kesempurnaan itu, Allah jadikan penduduk surga pada usia kesempurnaan. Usia dimana mereka bisa lebih maksimal dalam menikmati segala keindahan surga. Mereka masuk surga di usia 33 tahun.
Dalam hadis dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَدْخُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثِينَ أَوْ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ سَنَةً
Penduduk surga akan masuk surga dalam keadaan jurdan, murdan, bercelak, di usia 30 atau 33 tahun. (HR. Ahmad 7933, Turmudzi 2545, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanaf 34006 dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).

Keterangan:
Jurdan, bentuk jamak dari kata ajrad [arab: أجْرَد ], artinya: orang yang tidak memiliki bulu rambut di badannya.
Murdan, bentuk jamak dari kata amrad [arab: أمرد ], artinya: orang yang tidak memiliki bulu rambut di dagunya. (keterangan As-Sindi – Tahqiq Musnad Ahmad, 13/316).

Ibnul Qoyim menjelaskan rahasia usia 33 tahun,
إن فيه من الحكمة ما لا يخفى فإنه أبلغ وأكمل في استيفاء اللذات، لأنه أكمل سن القوة عظم الآت اللذة وباجتماع الأمرين يكون كمال اللذة وقوتها
Hikmah diberi usia 33 tahun sangat jelas, karena di usia itu merupakan pucak dan keadaan paling sempurna dalam merasakan kenikmatan. Karena di usia itu adalah usia kekuatan yang paling sempurna, segala organ kenikmatan berkembang. Dengan gabungan dua ini, diperoleh kesempurnaan kenikmatan dan kuat dalam menikmatinya. (Hady al-Arwah, 104).

 

Apakah Usia Mereka Bertambah

Yang kita yakini, mereka kekal di dalam kenikmatan. Apakah usia mereka bertambah, sehingga usia mereka menjadi 34 atau 35 dst.. Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,
أَهْلُ الجَنَّةِ جُرْدٌ مُرْدٌ كُحْلٌ لَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ وَلَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ
”Penduduk surga jurdun, murdun, bercelak. Usia mudanya tidak pernah sirna, dan pakaiannya tidak pernah lusuh.” (HR. Turmudzi 2539, ad-Darimi 2863 dan dihasankan al-Albani).

Apakah usia mereka bertambah selama dalam rentang ‘usia muda’? Kami tidak mendapatkan informasi tentang itu. Yang jelas, mereka dalam keadaan sangat sempurna di usia muda yang tidak akan pernah sirna. Semoga Allah menjadikan kita termasuk diantara kekasih-Nya, hingga bisa menikmati keindahan surga-Nya. Amiin

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)
Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Minggu, 05 Oktober 2014

Berqurban

Alhamdulillah tahun ini bisa mulai berqurban dengan seekor kambing. Semoga tahun depan bisa meningkat jadi dua ekor kambing. Amin.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H/ 2014 M

Batam


Minggu, 22 Desember 2013

One Day One Juz

Sepekan terakhir ada kebiasaan yang mulai kami ikuti. Saya sama istri membiasakan tilawah satu juz satu hari, istilah kerennya one day one juz, disingkat ODOJ. Semoga istiqomah.

BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...