Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2020

TERCAPAI CITA-CITA


Aku tahu kau punya obsesi
Yang kini belum tercapai
Aku yakin di esok nanti
Semua akan menjadi nyata

Aku tahu mimpi terindahmu
Yang sering kau ucapkan
Aku yakin suatu hari nanti
Semua itu bahkan terlampaui

Aku tahu kau tak pernah menyerah
Hanya karena tak punya apa
Sebab nyata di depan mata
Kau adalah pencari surga

Aku tahu semua pasti tak mudah
Dan akan bertemu banyak rintangan
Yang kan menggoda tuk menyerah
Dan kau memilih terus menghadang

Dan sesuai yang telah dikira
Badai sekali lagi datang
Dan sesuai yang telah diduga
Cobaan dan godaan makin menantang

Hingga saat hati hampir goyah
Dan sisa harapan dan doa yang tersisa
Akhirnya awan gelap mulai tersibak
Celah cahaya makin terbuka

Terbuka dan makin terang
Terbentang jalan yang lapang
Tersibak belantara yang garang
Tersungkur mengucap syukur yang dalam 

Kini
Satu persatu mimpi tercapai
Satu persatu mimpi terlampaui
Dan bahwa semua tak mungkin diraih
Ketika terucap kata menyerah

Kini
Impian baru telah tersusun lagi
Untuk mencari titik takdirnya
Untuk terwujud di alam nyata
Yang semua berawal dari mimpi

(Baraqallah untuk istriku, kekasih dan teman hidupku)

Kamis, 04 Februari 2016

PANAH BERDURI


Panah berduri menghunjam hati
Panah beracun menghantam tak berperi
Saat pandang tak lagi tenang
Tak dikekang terlepas senang
Namun di sudut lain
Ada hati yang gelisah
Ada bara yang membara
Bergelora mencabik menuntut lebih
Meraung panas tak puas
Kini buas, lepas
Ada hati yang gelisah
Ada tangis yang terisak
Ada panah berduri berteriak
Menang
Makassar, 4 Januari 2006 (Catatan buku diary 10 tahun yang lalu)

Selasa, 23 Oktober 2012

Bersinar Lagi
















Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Matahari bersinar terang
Usai awan gelap berlalu
Nafas tanah yang basah
Menampakkan lepas dahaga

Telah terang pandangan lagi
Ayo maju kita melangkah

Wassalam

Selasa, 01 Desember 2009

Syukur

Segala puji pada-Mu Ya Rabbi
Atas rahmat hari ini
Terlabuh sudah
Cinta suci sejati dari hati

Janji tlah terucap akad tlah tercipta
Tuk bersama jalani hari
Ya Allah Rabbi bimbinglah kami
Dalam menempuh hidup ini

Marilah dinda kita melangkah
Bersama saling membina
Doakanlahku di setiap langkahku
Doamu penyejuk kalbu

Oh dinda menjadilah bunga
Di indahnya taman cinta
Ya Allah bimbinglah kami
Di dalam perjalanan ini

Nasyid 'Syukur' by Seismic

Kamis, 29 Januari 2009

Duka gadis kecil Palestina

Nanar aku memandang bocah kecil itu
Meraung pedih tapi sunyi
Dalam selembar foto

Gadis kecil Palestina
Penuh darah di wajahnya
Mengucur

Darah mengucur basahi bajunya
Dalam pelukan seorang lelaki
Berlari berusaha selamatkan nyawa

Terdengar teriakan yang menembus
Yang terdengar dalam hatiku
Bergetar suara itu menggema
“Ummi…Abi…ayna anta?”*

Badanku merinding
Sebab ada ribuan lagi kawan gadis itu
Yang senasib dirinya
Bahkan tlah syahid

Di sudut lain kota Gaza
Anak-anak Palestina itu
Duduk di sisi jasad ibunya
Menangis

Dadaku sesak...

Batam, 13 Januari 2009

Sabtu, 10 Januari 2009

Dimana hati nurani

Hatiku remuk redam
Tak ada lagi hati nurani
Segala kebiadaban tak tertandingi di akhir zaman ini
Terpampang di depan hidung kita
Pembantaian anak manusia
Israel, tak punya hati
Pendukung Israel, hatinya mati

MARI BANTU SAUDARA KITA
Cukup air mata itu
Saat dengan (walau) dana
Di Gaza, di Palestina
Tanah warisan para nabi
Setelah Masjidil Haram

Aku tak bisa berkata-kata lagi







































Sumber:http://portail.islamboutique.fr/gaza2008/

Jumat, 02 Januari 2009

Masa berganti

Masa berganti membawa catatan lama
Tuk menjadi jejak
Jejak menjadi tanda
Bukan membuat berbalik
Tapi hanya sekedar menoleh
Sesaat-sesaat

Sabtu, 15 November 2008

Badai









Makin tinggi pohon kelapa
Makin kencang angin menerpa

Makin tekun kita bersujud
Makin kuat godaan menusuk

Bersiap-siagalah..

Minggu, 13 Juli 2008

Tiada henti

Kala terik makin panas membakar
Tiba-tiba awan datang menggulung
Hitam pekat bak siluman bersarung
Hujan menderu basahi tanah berdebu

Saat tantangan makin menempa
Memaksa kita makin dewasa
Hingga kadang berfikir untuk berkata:
Mampukah kita?


Namun toh ternyata kita semua bisa melewatinya
Hingga makin terasa arti penting
Sebuah tanggung jawab

Ternyata kita takkan pernah berhenti belajar

(Sejenak rehat project H7038)

Sabtu, 07 Juni 2008

Tangan kita

Aku sedih dan ingin marah
Mendengar penyakit bangsa ini
Banyak hutang dimana-mana
Banyak tangan asing dimana-mana
Banyak 'tikus' dimana-mana

Negeri ini butuh tangan kita

Tribut to Ust Nurmahmudi Ismail

Kamis, 24 Januari 2008

Berjuang dalam rindu










Sesuatu yang jauh akan diharapkan
Sesuatu yang telah pergi akan dirindukan
Semuanya akan mengelorakan hati
Hingga akhirnya
Akan selalu terkenang...









Namun hari harus dihadapi
Sebab berjuang adalah mesti
Untuk hadapi hidup
Raih impian

Minggu, 20 Januari 2008

Saat bermula














Jalan panjang bermula kini
Melintas pulau hingga ke ujung
Menggapai asa di tepi negeri

Ingin kutajamkan pedang
Tuk kuatkan pijakan diri
Arungi hidup dan nafas
Hingga ku tegar hadapi zaman

Ingin kuasah belati
Tuk kuatkan genggaman
Membawa beban ditangan
Higga saatnya asa jadi nyata
Hingga senyum Ilahi merekah
Untuk kita...
(Makassar-Batam)

Setelah menempuh perjalanan selama 3,5 jam ditambah transit 2 jam di cengkareng, akhirnya pesawat Lion Air Buing 737-400 dengan nomor penerbangan JT370, yang kami tumpangi mendarat dengan gagah di Bandar Udara Hang Nadim, Batam. Saat itu jam menunjukkan pukul 12.00 waktu batam. Alhamdulillah.

Sabtu, 05 Januari 2008

Berganti masa















 

Kuncup mekar datang berganti
Saat mimpi belum sempurna

Walau malam kemarin masih bersisa

Tapi kini beralih dengan terangnya pagi

Namun dengan mentari yang sama


Setahun berlalu lagi

Setahun tak bisa kembali

Setahun tertinggal lagi

Segala utang mengejar lagi


(marhaban)


Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara dentuman dari segala penjuru. Tidurku terganggu. Aku bangkit melihat apa yang terjadi.

Setelah mengikuti kegiatan seharian di Hotel Sahid, berakhir sekitar pukul delapan malam. Karena merasa letihh aku langsung merebahkan diri dan akhirnya terlelap.

Suara yang serentak membangunkanku itu adalah bunyi petasan yang seolah dengan satu komandu untuk memulai penyerangan bertubi-tubi. Aku segera ke luar balkon lantai dua dan mengarahkan pandangan ke penjuru langit. Kembang api di mana-mana. Meluncur naik dan serentak pecah bermekaran seolah sari bungan yang dipancarkan keluar dan menyala. Indah sepintas. Sadarlah aku, mereka merayakan pergantian tahun. Sekarang telah berada di 2008. Ada puluhan tembakan dan sayup-sayup dari jauh terdengar. Tiba-tiba aku membayang kan kota Irak yang diserang oleh tentara sekutu membombardir seluruh isi kota.

Sejenak aku perpikir apanya yang mesti dirayakan dan digembirakan?

Aku jengah dengan semua suara petasan kembang api itu. Aku seolah tak habis pikir dengan cara kegembiraan itu. Pasti di seluruh bagian dunia malam ini berada dalam suasana ini. Tapi entah, aku tak bisa menikmatinya. Hanya memandang hampa cipratan terang di langit yang hitam.

Tiba-tiba ada gemuruh berat dari kejauhan langit. Ini cipratan yang lebih dahsyat, pikirku. Berbondong-bondong awan hitam yang menyeramkan seolah marah dengan semua hiasan langit buatan itu. Pikirku pemilik langit sedang marah. Berikutnya hujan turun dengan gagahnya.

Biarlah...

Di sisi lain kamarku, aku akhirnya tidak bisa tidur. Kembang api masih sayup satu-dua terdengar dan bahwa malam ini telah berganti dan masuk di tahun 2008 ternyata juga menyadarkanku. Hanya satu yang terlintas dibenakku, betulkah tahun ini tidak lebih baikdari tahun kemari?

Kuambil Tafsir Ibnu Katsir di atas mejaku, kubuka surah Al Hasys (59): 18.
Termenung aku membayangkan hari kemarin, bulankemarin dan tahun kemarin.

"...hendaklah setiap orang mempersiapkan diri untuk kehidupan esok .."

Senin, 26 November 2007

Kembali...

Aduh gelap...

Kalah adalah kata yang akan menundukkan wajah, yang kadang akan memenjarakan hati dalam kegelapan malam. Ketika itu kau akan segera bersembunyi dari tatapn mata para pemberani. Karena itulah kau lari, tak ingin dicecar kalimat tajam dan ungkapan pedas. Sebab kau ingin mengembalikan harga dirimu disaat kau berada di titik nadir.

Ada saatnya kita kalah, ada saatnya kita terpuruk dalam lembah kelabu.
Ada saatnya kita hendak menangisi diri sebab lemah yang tak kuasa dipapah.
Dan saat itulah diri kan mengharap belai kasih dari sang kekasih.

Aku ingin kembali...

Selasa, 07 Agustus 2007

Punggunggku pegal

Sudah sebulan aku bergelut dengan komputer dan laptop dan sudah hampir sebulan tidurku juga tidak normal. Lagi bergelut berjuang menyelesaikan program macromedia flash untuk kerjaan kantor.

Punggung dan leher rasanya sudah mau patah, tapi karena blum selesai dan masih 'sakau' mengerjakannya, jadilah minuman penguat untuk tidak tidur menjadi teman.

Semoga tidak pingsan di akhir episode proyek ini.

Rabu, 27 Juni 2007

Tanah...

Gunung Bambapung, Enrekang
Kita lahir dan akan dikubur
Kita hidup dan akan mati

Tanah kelahiran
Tanah kematian

Semuanya kan kita tinggalkan
Betapaun kita cintai
Setengah mati...

(Aku rindu lagi pulang kampung)

Selasa, 19 Juni 2007

Selamat Jalan

Pagi ini mendung
Saat dia tlah berangkat
Saat mata melepas dia

Pagi ini tak secerah kemarin
Karena mungkin gundah tak bersua lagi
Juga mungkin jika tak kembali
Entah kapan jumpa lagi

Selamat jalan akhuna Rijalul Imam (Ket. Kaderisasi KAMMI Pusat)
Semoga selama di Makassar berkesan buat antum.

BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...