Tampilkan postingan dengan label Cerita Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Foto. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juli 2020

BERHENTI


"Pada suatu hari nanti, jasadku tak akan ada lagi. Tapi dalam bait-bait sajak ini kau takkan kurelakan sendiri." - Sapardi Djoko Damono

Ada pepatah yang sering kita dengarkan. Bunyinya begini. Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama.

Setiap yang hidup atau bernyawa suatu saat pasti akan menemui ajalnya. Setelah itu selesailah kisah hidupnya. Ada juga orang yang selepas kepergiannya, masih selalu dikenang jasa-jasanya. Dirasakan manfaat hasil karyanya atau menjadi inspirasi orang-orang setelahnya.

Setiap kita ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Menjadi bermanfaat tentu tak mesti harus dengan sesuatu karya yang besar. Bahkan kita menyingkirkan penghalang di jalan juga suatu hal bermanfaat bagi orang lain.

Tuntu kita berharap kebaikan atau karya yang kita lakukan bermanfaat dalam jangka waktu yang lama. Sehingga amal akan terus mengalir. Walaupun jasad sudah tidak ada lagi.

Hari ini seorang penyair kenamaan di negeri ini, Sapardi Djoko Damono tutup usia. Lewat karya sastranya yang banyak menginspirasi orang lain, akan menjadi ladang amal baginya. Beberapa orang menciptakan syair lagu bahkan dijadikan film, terinspirasi dari karya-karya sastra beliau.

Karya yang bermanfaat Insya Allah akan menjadi amal sepanjang masa.

Sabtu, 18 Juli 2020

UNTUK DIRI SENDIRI


"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri." - (QS. Al-Isra: 7)

Minggu, 12 Juli 2020

LANGKAH PERTAMA


Lokasi foto: Latrade Industrial Park, Batam.

"The journey of thousand miles begin with a single step. (Perjalanan seribu mill dimulai dengan langkah pertama)." - Lao Tzu.

Seingat saya, pertama kali naik gunung pada tahun 2005. Bersama teman-teman kuliah kami mendaki salah satu gunung tertinggi di Sulsel. Namanya Gunung Bulu Saraung. Gunung setinggi 1.535 meter di atas permukaan laut ini berada di wilayah Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. 

Dari kota Makassar menuju Desa Tompo Bulu, tempat dimulainya perjalanan, bisa ditempuh sekitar 2 jam dengan kendaraan mobil.

Agar kami bisa sampai menikmati suasana pagi yang indah di puncak gunung, kami mesti berangkat pagi-pagi buta. Sekitar jam 2 malam kami memulai perjalanan dari desa terdekat. Menjelang subuh, kami sampai di lereng gungung Bulu Saraung. Kami beristirahat sejenak.

Usai sholat subuh, kami melanjutkan lagi dengan pendakian yang saya anggap sebagai pendakian sebenarnya. Pendakian yang menanjak menuju puncak gunung. Jalannya cuaram berbatu. Jika salah langkah bisa terjungkal jatuh, menggelinding menghantam bebatuan.

Dengan tenaga yang masih tersisa kami melangkahkan kaki setapak demi setapak. Selangkah demi selangkah. 

Tepat saat matahari telah terbit, kami akhirnya tiba di atas puncak Gunung Bulu Saraung. Puas rasanya bisa ‘menaklukkan’ salah satu gunung tertinggi di Sulsel ini. Dan lega bisa berhasil memaksa diri melangkah. Dan melawan segala rasa tegang dan lelah.

Inilah foto setelah tiba di atas puncak gunung, ketika itu.



SINGGAH SEJENAK


Lokasi foto: Simpang Polsek, Batu Aji, Batam.

"Seorang pengembara tidak boleh terlalu lama berhenti di satu persinggahan. Satu-satunya hal yang harus terus memesona pengembara ialah alam bebas yang luas. Gunung-gunung, sawah-sawah, kali-kali, dan orang-orang yang berjalan di sepanjang jalan itu." - Umar Kayam

Pengembara saat ini sepertinya sudah tidak pernah kita temui dalam dunia nyata. Untuk jaman sekarang mungkin lebih cocok dengan istilah traveler. Seseorang yang suka bepergian ke tempat-tempat wisata menarik. Biasanya juga sekalian berprofesi sebagai fotografer, penulis, vlogger, youtuber atau bahkan artis.

Sebagaimana biasanya, seorang traveler jika berkunjung ke sebuah tempat, hanya akan mampir sejenak atau menginap beberapa hari. Setelah itu berpindah ke tempat lain atau balik ke tempat asalnya untuk kembali melakukan aktivitas utamanya.

Inilah yang diibarakan ‘dunia’ hanya sekedar tempat traveling. Hanya beberapa saat. Hanya sementara. Hanya beberapa hari. Tidak selamanya. Setelah itu kembali ke aktivitas utama. Aktivitas mencari nafkah atau profesi.

Dengan begitu, ketika bertraveling, tentu untuk urusan tempat tinggal lebih praktis menyewa hotel atau mungkin cukup mendirikan tenda untuk tempat istirahat. Tentu takkan berpikir untuk membangun rumah.

Perumpamaan tentang seorang pengembara atau traveling mengajak kita untuk berpikir dan sadar bahwa kehidupan di dunia hanya sementara. Agar kita memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Melakukan kebaikan-kebaikan. Mempersiapkan kehidupan yang lebih kekal di akhirat nanti.  

Jumat, 03 Juli 2020

MATAHARI


Lokasi foto: Jalan Brigjen Katamso, Batu Aji, Batam.

"Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari." - Bediuzzaman Said Nursi

SYUKUR


Lokasi foto: Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam.

"Wujud syukur yang sederhana ialah mengucap Syukur "Alhamdulillahirobbil 'alamin. Segala Puji hanya bagi Allah" . Namun sesungguhnya Hakikat dari Rasa Syukur itu adalah memastikan setiap tarikkan nafas kita senantiasa dalam "ketaatan" kepada Allah Ta'ala." - Abdul Somad

Selasa, 30 Juni 2020

MERESPON MASALAH


Lokasi foto: Jembatan Barelang, Batam.

"Hidup itu bukan mengenai seberapa berat masalah yang datang menghampiri kita, namun mengenai seberapa positif kita mampu merespon segala permasalahan tersebut." - Bambang Pamungkas

Setiap orang tentu tak lepas dari masalah. Selama masih hidup, masalah akan datang silih berganti. Tidak peduli apakah orang tersebut kaya atau miskin, masih belia atau sudah tua, berprestasi atau biasa-biasa saja, anak konglomerat atau anak singkong.  

Skala besar-kecilnya masalah tentu juga akan direspon sesuai dengan kapasitas orang tersebut. Ketika sebuah masalah datang, maka masalah tersebut akan menjadi batu ujian, bagaimana orang tersebut meresponnya, bagaimana cara menyelesaikannya dan bagaimana melewatinya.

Cara merespon setiap masalahan itulah yang menjadi pangkal penyelesaian masalah atau malah menjadi pangkal bertambahnya masalah.

Ada baiknya jika ada masalah kita persepsikan bahwa masalah tersebut akan menjadikan kita makin banyak pengalaman, makin banyak belajar hal baru, makin bijak dan dewasa. Bisa jadi pengalaman menyelesaikan masalah tersebut ternyata menjadi pengalaman yang paling berharga sepanjang hidup. Dan menjadi inspirasi bagi orang banyak.

Senin, 29 Juni 2020

BUNGA


Lokasi foto: Sagulung, Batam.

"Orang-orang optimis melihat bunga mawar, bukan durinya. Orang-orang pesimis terpaku pada duri dan melupakan mawarnya." - Khalil Gibran

Sabtu, 27 Juni 2020

PULANG USAI BERJUANG


Lokasi foto: Tunas Regency, Sagulung, Batu Aji.

Anak lelaki tak boleh dihiraukan panjang, hidupnya ialah buat berjuang, kalau perahunya telah dikayuhnya ke tengah, dia tak boleh surut palang, meskipun bagaimana besar gelombang. Biarkan kemudi patah, biarkan layar robek, itu lebih mulia daripada membalik haluan pulang. - Buya Hamka

RUMPUT HIJAU


Lokasi foto: Batu Aji, Batam.

Rumput yang paling kuat tumbuhnya terdapat diatas tanah yang paling keras. - Galileo Galilei

Kamis, 25 Juni 2020

ARSITEKTUR BALI


Lokasi foto: Sagulung, Batam.

Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. - Syeikh Imam Nawawi al-Bantani

TOP 100



Lokasi foto: Tunas Regency, Sagulung, Batam.

Belilah hanya sesuatu yang kamu sungguh-sungguh suka jika sebuah pasar tutup dalam sepuluh tahun. - Warren Buffet

Selasa, 23 Juni 2020

MASIH LENGANG


Lokasi foto: Terminal Keberangkatan 2E, Soetta Int. Airport.

Selamat ulang tahun Jakarta, kau tampak tua dan benar-benar lelah. - Najwa Shihab

Senin, 22 Juni 2020

DI SAAT SEPI


Lokasi foto: Bandara Hang Nadim, Batam.

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan. - Dahlan Iskan

Sabtu, 20 Juni 2020

AIR LIMPAHAN


Lokasi foto: Sagulung, Batam.

Hujan ingin bercerai dengan banjir. Tapi kota yang pikun membuatnya bagai cinta sejati dua anak manusia - Pramoedya Ananta Toer

Jumat, 19 Juni 2020

WAKTU MAGRIB


Lokasi foto: Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batam.

Muka bumi ini semuanya dihamparkan oleh Allah sebagai masjid. - Habiburrahman El Shirazy

Kamis, 18 Juni 2020

PERSPEKTIF


Lokasi foto: Tunas Regency, Batu Aji, Batam.

Ada bagian tubuh yang tak bisa kita lihat tanpa bantuan cermin. Ada sudut pandang yang tak bisa kita pahami tanpa ketelitian telaah saudara. - Salim A Fillah

Rabu, 17 Juni 2020

LANGIT DAN BUMI


Lokasi foto: Tanjung Uncang, Batam.

"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam."

(QS. Al-A'raf: 54)

Selasa, 16 Juni 2020

JALAN DUA ARAH


Lokasi foto: Batu Aji-Sagulung, Batam.

"Jika kalian berbuat baik, (berarti) kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri; dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi diri kalian sendiri." (Al-Isra: 7)

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri." (Fushshilat: 46)

GOLDEN SUNSET


Lokasi foto: Batam.

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal." (QS. Ali Imran: 190)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah: 164)

BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...