Berpikir dan Berjiwa Besar
(The Magic of Thinking Big)
Oleh : David J. Schwartz
I. Percaya Anda Dapat Berhasil, maka Andapun akan Benar2 Berhasil.
• Mengembangkan Kekuatan Kepercayaan :
i. Berpikir Sukses, jangan Berpikir Gagal.
ii. Ingatkan Diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik dari pada yang Anda kira.
iii.Kepercayaan pada hal2 besar (gagasan).
II.Sembuhkan Diri Anda dari Dalih, Penyakit Kegagalan.
1.Dalih Kesehatan :
a. Jangan berbicara tentang kesehatan Anda. Orang “mungkin” mendapatkan sedikit simpati tetapi tidak mendapatkan respek dan loyalitas dengan menjadi pengeluh yang kronis.
b. Jangan khawatir tentang kesehatan Anda
c. Bersyukurlah secara tulus bahwa kesehatan Anda baik sebagaimana adanya.
d. Sering2 ingatkan diri Anda : “jauh lebih baik letih karena bekerja dari pada letih karena menganggur”
2. Dalih Intelegensi :
Berpikir yang memandu intelegensi Anda jauh lebih penting dari pada berapa banyak intelegensi yang Anda punyai.
a. Jangan pernah meremehkan intelegensi Anda sendiri.
b. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa sikap saya lebih penting dari pada intelegensi saya.
c. Ingat bahwa kemampuan berpikir jauh lebih bernilai daripada kemampuan mengingat fakta.
3. Dalih Usia :
a. Lihat usia Anda yang sekarang secara positip
b. Hitung berapa waktu produktif yang masih Anda miliki.
c. Investasikan waktu masa depan mulai sekarang.
4. Dalih Nasib :
a. Terimalah Hukum Sebab-Akibat.
b. Jangan ber-angan2 kosong, mengandalkan nasib.
1) Bangun Kepercayaan dan Hancurkan Ketakutan
v Banyak orang mengatakan : “Jangan khawatir, itu cuma imaginasimu, tidak ada yang perlu ditakutkan”.
Kita tahu bahwa jenis hiburan ini tidak pernah benar2 berhasil.
v Ketakutan itu nyata, benar2 riil dan menghentikan orang memanfaatkan peluang.
v Tindakan mengalahkan ketakutan.
v Membangun kepercayaan :
2) Depositokan hanya pikiran positip didalam bank ingatan Anda.
3) Tarik hanya pikiran2 yang positip dari bank ingatan Anda.
v Menempatkan orang didalam perspektif yang benar :
1) Memiliki pandangan yang seimbang mengenai orang lain (sama penting dengan diri Anda).
2) Kembangkan sikap penuh pengertian.
v Jika kita melakukan apa yang kita tahu salah :
1) Kita merasa bersalah yang menggerogoti kepercayaan diri kita.
2) Orang lain akan mengetahuinya cepat atau lambat dan kehilangan kepercayaan kepada kita.
v Buat segalanya tentang anda berbunyi “Saya percaya diri, benar2 percaya diri”.
a) Duduk selalu dibarisan depan.
b) Adakan kontak mata
c) Berjalan 25 % lebih cepat.
d) Berbicaralah terus terang
e) Tersenyumlah lebar2.
4) Bagaimana Berpikir Besar
v Anda lebih besar dari pada yang Anda kira.
v Kita tidak berpikir dalam kata dan frase. Kita berpikir hanya dalam gambar dan / atau citra. Kata adalah bahan mentah dari pikiran. Sewaktu diucapkan atau dibaca, otak otomatis mengubah kata dan frase menjadi gambaran pikiran.
v Untuk Berpikir Besar kita harus menggunakan kata dan frase yang menghasilkan citra atau gambar mental yang positip dan besar.
A. Empat cara untuk mengembangkan kosakata Pemikir Besar :
1. Gunakan kata dan frase yang besar, positip dan riang untuk menggambarkan perasaan kita.
2. Gunakan kata dan frase yang cerah, ceria dan menyenangkan untuk menggambarkan orang lain.
3. Gunakan bahasa yang positip untuk membesarkan hati orang lain (pujian).
4. Gunakan kata2 positip untuk mengikhtisarkan rencana kepada orang lain.
B. Pemikir Besar melatih diri untuk melihat bukan hanya yang ada, tetapi apa kemung-kinannya.
v Cara Anda dapat mengembangkan kekuatan diri Anda untuk melihat apa kemungkinan yang ada, bukan hanya yang ada.
1. Praktekan menambah nilai pada segala sesuatu.
2. Praktekan menambah nilai pada manusia
3. Praktekan menambah nilai pada diri Anda sendiri.
5) Bagaimana Berpikir dan Bermimpi secara Kreatif
Berpikir kreatif berarti menemukan cara2 baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja.
v Cara mengembangkan dan menguatkan kemampuan kita dalam berpikir kreatif :
1. Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan.
Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin, pikiran Anda akan bekerja untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. Akan tetapi jika Anda percaya sesuatu dapat dilakukan, pikiran Anda akan bekerja bagi Anda membantu mencari jalan untuk melaksanakannya.
Pikiran Anda akan menciptakan jalan jika Anda mengizinkannya.
Dua saran untuk membantu mengembangkan kekuatan kreatif :
a. Hapus kata “tidak mungkin” baik dari pikiran maupun kosakata pembicaraan Anda.
b. Pikirkan sesuatu yang istimewa yang selama ini ingin lakukan, tetapi Anda rasa tidak dapat melakukannya.
Tiga cara memerangi berpikir tradisionil :
a. Jadilah orang yang bersedia menerima gagasan.
b. Jadilah orang yang suka ber-eksperimen
c. Jadilah progresif, bukan regresif. “Bagaimana kami dapat mengerjakkannya lebih baik dari pada dengan cara yang biasa dilakukan.
2. Jangan berpikir tradisi, melumpuhkan pikiran Anda.
3. Bertanyalah kepada diri sendiri setiap hari : “Bagaimana saya dapat bekerja lebih baik”.
4. Bertanyalah kepada diri sendiri : “Bagaimana saya dapat bekerja lebih banyak”.
5. Praktekan bertanya dan mendengarkan.
6. Bentangkan pikiran Anda, dapatkan stimulasi.
6) Anda adalah apa yang Anda pikirkan mengenai Diri Anda
v Cara Anda berpikir menentukan bagaimana Anda bertindak, cara Anda bertindak pada gilirannya menentukan bagaimana orang lain bereaksi terhadap Anda.
v Beberapa cara meningkatkan respek kepada diri sendiri :
1. Tampil penting membantu Anda berpikir penting.
Gunakan pakaian (rapih) sebagai alat untuk menaikan semangat Anda, membangun kepercayaan.
• Anda sebenarnya menghemat ketika Anda membayar dua kali lebih banyak dan membeli setengahnya saja, karena :
a) Lebih awet karena kualitas lebih baik.
b) Model lebih baik.
2. Beri diri Anda percakapan pendek pemberi semangat beberapa kali sehari.
3. Tingkatkan cara berpikir Anda, berpikirlah sebagaimana orang penting berpikir.
4. Berpikirlah pekerjaan Anda Penting.
7) Atur Lingkungan Anda : Gunakan selalu yang Kelas Satu
v Tubuh terbentuk sesuai dengan apa yang dimakan oleh tubuh, begitu pula pikiran terbentuk sesuai dengan apa yang dimakan oleh pikiran yaitu lingkungan Anda. Lingkungan menentukan kebiasaan, sikap, kepribadian kita.
Perbaiki diri Anda untuk meraih keberhasilan
• Hal2 yang membuat lingkungan sosial Anda menjadi kelas satu :
1. Berkunjunglah ke kelompok2 baru
2. Pilihlah teman2 yang mempunyai pandangan yang berbeda.
3. Pilihlah teman2 yang tidak terlihat pada hal2 yang kecil / tidak penting.
• Buat agar lingkungan Anda membuat Anda berhasil :
1. Sadarlah akan lingkungan
2. Buat lingkungan Anda bekerja untuk Anda.
3. Jangan biarkan orang yang berpikiran kecil menahan Anda.
4. Dapatkan nasihat Anda dari orang yang berhasil.
5. Berkecimpung ke kelompok2 baru.
6. Singkirkan racun pikiran keluar dari lingkungan Anda (gossip)
7. Gunakan segalanya kelas satu.
8) Jadikan Sikap Anda Sekutu Anda
v Cara kita berpikir terlihat melalui cara kita bertindak (sikap)
v Anda dapat membaca pikiran orang dengan mengamati ekspresinya.
v Untuk mengaktifkan orang lain, Anda harus lebih dulu mengaktifkan diri Anda.
1. Prosedur mengembangkan kekuatan antusiasme :
a. Galilah lebih dalam, pelajari lebih banyak tentang hal yang semula tidak menarik bagi Anda.
b. Dalam segala hal, lakukanlah dengan bersemangat.
c. Siarkan Berita Baik
2. Timbulkan sikap Anda orang penting
Tiap manusia ingin merasa dirinya penting.
Alasan membuat orang merasa penting :
a. Orang akan melakukan lebih banyak untuk Anda jika Anda membuat mereka merasa penting
Pemikir besar selalu menambah nilai pada orang dengan memvisualisasikan mereka dalam keadaan terbaik mereka.
b. Ketika Anda membantu orang lain merasa penting, Anda membantu diri Anda merasa penting pula.
Caranya :
o Berilah penghargan dengan pujian yang jujur dan pribadi.
Memperlakukan seseorang sebagai orang kelas dua, tidak pernah memberi Anda hasil kelas satu
o Biasakan memanggil orang dengan menyebut namanya dengan ucapan dan ejaan yang benar.
o Jangan memonopoli kebanggaan diri, investasikanlah.
3. Ingin menghasilkan uang ?
Milikilah sikap : Utamakan Pelayanan.
Selalu beri orang lebih dari pada yang mereka harapkan.
III. Berpikir Benar tentang Orang Lain
Sukses bergantung pada dukungan orang lain.
1. Hal2 membuat orang menyukai Anda.
a. Belajarlah mengingat nama. Ketidak efisienan pada titik ini mungkin menunjukkan bahwa perhatian Anda kurang.
b. Jadilah orang yang menyenangkan sehingga Anda tidak menjadi kaku.
c. Memiliki sikap santai dan rileks sehingga Anda tidak mudah terganggu.
d. Jangan congkak. Hindari kesan bahwa Anda sok tahu.
e. Kembangkan sifat menarik sehingga orang akan mendapatkan sesuatu yang bernilai dari pergaulan mereka dengan Anda.
f. Usahakan mendapatkan “unsur kasar” didalam keperibadian Anda, bahkan unsur yang mungkin Anda tidak sadari.
g. Berusahalah secara tulus untuk memperbaiki sikap kesalah-pahaman yang pernah / atau sedang Anda alami. Buanglah keluhan Anda.
h. Biasakanlah menyukai orang hingga Anda belajar melakukannya secara sunguh2.
i. Jangan pernah melawatkan kesempatan menyatakan “selamat” kepada siapapun, atau menyatakan simpati akan penderitaan atau kekecewaan.
j. Berikan kekuatan spiritual kepada orang lain.
Jangan coba membeli persahabatan, karena persahabatan tidak dapat dibeli dan kita rugi melakukannya :
i. Memboroskan uang
ii. Menghina orang yang dituju.
2. Cara mengambil inisiatif dalam membina persahabatan, jangan berpikir “biarkan mereka yang menghubungi kita”.
a. Perkenalkan diri Anda kepada orang lain pada setiap kesempatan.
b. Pastikan orang tersebut mendengar nama Anda dengan jelas.
c. Pastikan Anda dapat mengucapkan namanya sama seperti caranya mengucapkannya.
d. Tulis namanya, nomor telponnya dan pastikan Anda mengerjakannya dengan benar.
e. Telepon teman baru yang Anda rasa Anda ingin kenal dengan baik.
f. Menyatakan hal2 yang menyenangkan kepada orang asing tersebut.
3. Terima perbedaan dan keterbatasan manusia
Saran mengatasi kelemahan mengharapkan kesempurnaan pada orang lain :
a. Terima kenyataan bahwa tidak ada orang yang sempurna.
b. Terima kenyataan bahwa orang lain mempunyai hak untuk berbeda.
c. Jangan menjadi pembuat pembaruan, Anda berhak atas opini Anda sendiri, tetapi lebih baik menyimpannya sendiri.
“Betapa membosankannya dunia ini jika orang semuanya sama dan semuanya sempurna”
4. Setel selalu saluran “positif” dari setasiun pikiran Anda
Temukan kualitas untuk disukai dan dikagumi pada diri seseorang, bukan hal2 yang tidak disukai.
5. Praktekan kemurahan hati dalam ber-cakap2.
6. Praktekan kabaikan hati selalu.
Imbalan berbuat baik kepada orang yang tidak Anda kenal dan tidak pernah berharap untuk kenal adalah dalam bentuk perasaan senang dan tercermin didalam pekerjaan Anda dan segala hal lain yang Anda kerjakan.
7. Jangan menyalahkan orang lain jika Anda mengalami kemunduran.
Bagaimana Anda berpikir ketika Anda kalah menentukan berapa lama kekalahan itu berlangsung sebelum Anda menang.
IV. Dapatkan Kebiasaan Bertindak
• Gagasan yang sederhana yang dilaksanakan dan dikembangkan, lebih baik dari pada gagasan hebat yang tidak ditindak lanjuti.
• Tidak ada yang datang hanya dengan memikirkannya.
• Menunggu agar kondisi yang sempurna tercapai, sama dengan menunggu selamanya.
• Ujian bagi orang yang sukses bukanlah kemampuannya menghapuskan semua masalah sebelum masalah yang bersangkutan timbul, melainkan menghadapi dan mengatasi kesulitan ketika kesulitan tersebut memang muncul.
• Keputusan untuk bertindak memacu pikiran untuk memikirkan cara2 mencapai tujuan.
• Gunakan tindakan untuk menyembuhkan ketakutan dan mendapatkan kepercayaan diri. Hidupkan mesin mental Anda secara mekanis.
• Lebih mudah membelanjakan apa yang tersisa sesudah ditabung dari pada menabung apa yang tersisa sesudah dibelanjakan.
• Jangan menunda hingga esok apa yang dapat Anda kerjakan hari ini.
• Mengembangkan kebiasaan mengambil inisiatif :
a. Jadilah pengambil inisiatif
b. Jadilah sukarelawan
• Tumbuhkan kebiasaan bertindak :
a. Jadilah “aktivasionis”, orang yang berbuat.
b. Jangan menunggu hingga keadaannya sempurna karena itu tidak pernah terjadi.
c. Gagasan saja tidak akan memberi keberhasilan.
d. Gunakan tindakan untuk menghilangkan ketakutan.
e. Mulai mesin Anda secara mekanis.
f. Berpikir dalam pengertian “sekarang”.
g. Segeralah bertindak.
h. Ambil inisiatif.
V. Bagaimana mengubah Kekalahan menjadi Kemenangan
• Kekalahan hanyalah keadaan pikiran, tidak lebih.
• Pedoman mengubah kekalahan menjadi kemenangan :
a. Pelajari kemunduran untuk melicinkan jalan menuju keberhasilan.
b. Selidiki kesalahan dan kelemahan Anda dan kemudian perbaiki.
c. Berhentilah menyalahkan nasib.
d. Gabungkanlah ketekunan dengan eksperimen.
e. Ingatlah, ada sisi baik dalam setiap situasi.
• Orang tekun adalah orang yang tidak pernah berpikir bahwa dirinya kalah.
Akan tetapi ketekunan hanyalah salah satu unsur dari kemenangan.
Ketekunan yang digabungkan dengan eksperimen benar2 menjamin keberhasilan (Thomas Edison dalam menciptakan bola lampu yang sebelumnya gagal ribuan kali)
Cara mengembangkan kekuatan yang lebih besar untuk bereksperimen :
a. Katakanlah pada diri Anda sendiri : “Pasti ada jalan”.
Semua pikiran bersifat magnetis :
§ Jika Anda mengatakan “saya kalah”, tidak ada jalan untuk menaklukan masalah itu, pikiran negatifpun tertarik dan membantu Anda meyakinkan diri Anda bahwa Anda benar, bahwa Anda sudah kalah.
§ Jika Anda mengatakan “pasti ada jalan untuk memecahkan masalah ini”, maka pikiran positifpun menyerbu masuk kedalam benak Anda untuk membantu Anda mencari pemecahan.
b. Ambil napas dan mulailah sekali lagi
Anda harus mencari sisi yang baik, paling bermanfaat sewaktu menghadapi hal menjengkelkan (ambil napas).
Anda melihat didalam setiap situasi apa yang Anda harap untuk lihat.
• Menyalahkan orang lain bersifat merusak, Anda sama sekali tidak mendapat apapun dengan “membuktikan” bahwa orang lain salah.
• Menyalahkan nasib tidak membawa kita ketempat yang kita tuju.
Segala sesuatu tidak bergerak kearah tertentu tanpa alasan tertentu.
Pantulan bola ditentukan oleh : bolanya, pelemparannya dan permukaan pemantulnya.
VI. Gunakan Tujuan untuk membantu Anda Bertumbuh
Tujuan adalah sasaran, cita2, mimpi yang diwujudkan (divisionalisasikan)
v Yang penting bukanlah dimana Anda berada dahulu atau dimana Anda berada sekarang, melainkan kemana Anda ingin tiba.
1. Visualisasikan masa depan Anda berkenaan dengan bidang : pekerjaan, rumah dan sosial.
2. Tuntut dari diri Anda, jawaban yang jelas dan tepat terhadap pernyataan tersebut :
• Apa yang saya ingin capai dengan kehidupan saya.
• Ingin jadi apakah saya.
• Apa yang diperlukan untuk memuaskan saya.
v Hal2 yang menghancurkan keberhasilan :
1. Depresiasi diri : - saya kurang pandai, pasti gagal.
2. Penyakit jaminan : keterjaminan membunuh mimpi.
3. Kompetisi : komentar yang membunuh keinginan.
4. Dikte Orang Tua : perbedaan pandangan.
5. Tanggung jawab keluarga : alasan membunuh keinginan.
v Energi akan bertambah berlipat ganda, ketika Anda menetapkan tujuan yang diinginkan dan memutuskan bahwa bekerja untuk mencapai tujuan itu. Tujuan mengobati kebosanan. Tujuan itu membuat Anda tetap pada jalur untuk mencapai target Anda.
v Investasi diri yang mendapatkan laba :
1. Investasi dalam pendidikan.
Arti pendidikan, diploma / gelar mungkin membantu Anda mendapat pekerjaan, tetapi tidak akan menjamin kemajuan Anda didalam pekerjaan itu.
Pendidikan yang sebenarnya adalah pendidikan yang mengembangkan dan mengelola pikiran Anda. Apapun yang meningkatkan kemampuan berpikir adalah pendidikan.
2. Investasikan dalam pencetus gagasan.
Pencetus gagasan memberi makanan pikiran, memberi Anda bahan konstruktif untuk dipikirkan.
Ringkasan :
1. Tetapkan secara jelas kemana Anda ingin pergi.
2. Tuliskan rencana 10 tahun Anda (bidang kehidupan Anda)
3. Turuti keinginan Anda
4. Biarkan tujuan utama Anda menjadi pedoman otomatis Anda.
5. Capailah tujuan Anda satu langkah demi satu langkah.
6. Kembangkan tujuan 30 hari.
7. Ambil jalan memutar dalam langkah Anda, rute lain bukan berarti melepas tujuan Anda.
8. Lakukan investasi dalam diri Anda.
VII. Bagaimana Berpikir seperti Pemimpin
v Anda diangkat kesana oleh mereka yang bekerja disamping dan dibawah Anda :
1. Bertukar pikiran dengan orang yang Anda ingin pengaruhi.
Untuk membuat orang lain mengerjakan apa yang Anda ingin agar mereka kerjakan, Anda harus melihat segala sesuatunya melalui kaca mata mereka.
Apa yang akan saya pikirkan mengenai ini, jika saya bertukar tempat dengan orang lain ?
a. Pertimbangkan situasi orang yang bersangkutan.
b. Bertanya pada diri sendiri “seandainya saya berada didalam situasinya, bagaimana saya akan bereaksi terhadap hal tersebut?”
c. Ambil tindakan yang akan menggerakan Anda seandainya Anda orang yang bersangkutan.
2. Berpikir apa cara yang manusiawi untuk menangani ini.
a. Diktator
b. Operator yang dingin, mekanis dan buku peraturan.
c. Pendekatan manusia,
• Siapapun yang berada dibawah kekuasaan seseorang juga berada dibawah perlindungannya.
• Pujilah bawahan Anda secara pribadi pada setiap kesempatan
3. Berpikir untuk maju, percaya akan kemajuan.
Mengembangkan pandangan progresif Anda :
a. Pikirkan perbaikan dalam semua yang Anda kerjakan.
b. Pikirkan standar tinggi dalam semua yang Anda kerjakan.
4. Luangkan waktu untuk berunding dengan diri Anda sendiri.
Keputusan dan observasi yang dibuat sendiri didalam kesendirian yang diatur biasanya 100 % benar.
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Selasa, 05 Oktober 2010
Minggu, 06 April 2008
Cinta bertasbih

Ini buku jilid kedua Ketika Cinta Bertasbih (KCB) karya Kang Abik setelah sukses di jilid pertamanya. Sebelumnya juga tentunya dengan novel Ayat-ayat Cinta yang disusul dalam versi layar lebarnya yang sukses ditonton 3 juta orang. Sebenarnya novelini sudah lama terbitnya namun baru sempat membaca lagi karya Kang Abik ini, selain untuk menemani libur di hari Minggu yang begitu terasa indah dan sejuk ini usai sepekan bergelut dengan suasana galangan yang tidak hijau.
Jilid kedua ini merupakan kelanjutan jilid pertama kisah sang tokoh utama, Khairul Azzam. Dikisahkan Azzam telah kembali ke Indonesia setelah selama 9 tahun kuliah sambil kerja di Mesir.
Dari segi keistimewaan, saya mengakui kang Abik berhasil, antara lain:
1. Bahasanya ringan.
2. Alur cerita dan maksud penulis sangat mudah dicerna oleh siapa saja, bahkan semua level pendidikan.
3. Mengangkat nuansa religi yang jauh dari kesan keras atau kaku.
4. Mengangkat sisi sosial masayarakt yang hendak dikritik oleh penulis dalam bentuk cerita. Tentang nilai cinta sesungguhnya, bagaimana pergaulan pria/wanita dalam menuju jenjang pernikahan, takhayul dan adat. Dan saya kira itu cukup berhasil.
Ada beberapa telaahan juga buat KCB, antara lain:
1. Karakter beberapa tokoh terkesan ingin ditampilkan baik semua. Terasa datar, seolah berusaha mengindentikkan tokoh itu baik dan sempurna. Terkesan kurang alami. Misalnya saat tokoh paman Zuhrah tiba-tiba berubah sikapnya kepada Zuhrah dalam waktu sekejap ketika mengetahui latarbelakang perilaku keponakannya.
2. Di beberapa bagian terdapat dialog yang terkesan sebuah teks panjang yang dipindahkan, seperti ketika Husna menjelaskan tentang takhayul anak pertama dan ketiga.
3. Beberapa bagian ceritanya seolah tergambar terburu-buru dan digampangkan. Saat Azzam mulai membuka usaha bakso cinta dan tiga bulan berikutnya sudah bisa beli mobil. Saya tidak melihat nilai perjuangan 'berdarah-darahnya'.
Satu ketegangan yang begitu mengesankan saya yaitu ketika Furqan mengutarakan sebuah keterusteranagan kepada Anna, sebuah kenyataan yang menyakitkan bagi Anna dan Anna tidak bisa menerima itu. Furqan juga memperlihatkan jiwa manusiawinya. Saya kira konflik seperti ini yang jarang dalam KCB. Kehadiran konflik pada bagian ini saya kira menjadi panawarnya.
Btw, novel ini berhasil menanamkan kepada pembaca bahwa tokoh-tokoh dalam KCB patut dicontoh dalam sisi kecintaan mereka pada ilmu agama dan menjaga moral. Patut dibaca untuk menjadi inspirasi, utamanya teman-temanku yang hendak nikah :)
Ada apresiasi KCB 2 yang lain?
Rabu, 26 Desember 2007
Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu

Judul Buku: Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu
Penulis: H.M. Anis Matta, Lc
Penerbit: Syamil, Maret 2003
Penulis: H.M. Anis Matta, Lc
Penerbit: Syamil, Maret 2003
PERSIAPAN MENUJU PERNIKAHAN
Minimal ada 4 hal yang harus dimiliki oleh seseorang ketika ia ingin memasuki gerbang pernikahan:
1Kesiapan Pemikiran
2Kesiapan Psikologis
3Persiapan Fisik
4Persiapan Finansial
KESIAPAN PEMIKIRAN
1mempunyai kematangan visi keislaman
2mempunyai kematangan visi kepribadian
3mempunyai kematangan visi pekerjaan
KEMATANGAN VISI KEISLAMAN
Artinya, mempunyai dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya.
Artinya, mengetahui MENGAPA ia menjadi muslim
“Di dalam hidup ini, kita akan sesekali menghadapi banyak alternatif. Saat itu, kita akan banyak menghadapi masalah yang pemecahannya sangat ditentukan oleh kematangan pengetahuan tentang MENGAPA kita menjadi muslim, sehingga kita mampu dihadapkan pada berbagai pilihan dalam kehidupan riil.”
KEMATANGAN VISI KEPRIBADIAN
Artinya, mempunyai konsep diri yang jelas
Artinya, mengetahui apa kelemahan dan kekuatannya, apa ancaman yang bisa meruntuhkan dirinya, tahu peluang berdasarkan potensi yang ada dalam dirinya.
“Pemahaman diri yang benar tentang diri sendiri akan melahirkan penerimaan diri yang baik. Membuat kita menerima diri secara apa adanya. Tidak menganggap diri kita melebihi kapasitasnya atau kurang dari kapasitasnya.”
“Saya sarankan pada Anda yang belum menikah, bahwa ketika kita mencari pasangan, jangan pernah bermimpi mencari pasangan yang ideal, tapi carilah PASANGAN YANG TEPAT.”
“Kita tidak sedang berpikir mencari istri atau suami yang unggul. Carilah istri yang tepat dengan bingkai kita, dengan kepribadian kita.”
“Sebab ternyata,
tidak semua orang cerdas membutuhkan orang yang cerdas lain,
tidak semua orang gagah membutuhkan wanita cantik,
tidak semua orang hebat membutuhkan orang hebat.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh banyak orang, menemukan bahwa kebanyakan orang besar dalam sejarah, ternyata memiliki pasangan yang bersahaja dan sangat sederhana.”
Kalau kita mampu menerima diri kita dengan baik, setelah menikah pada umumnya kita juga mampu menerima pasangan kita dengan baik.
INGAT!!!!
Bukan istri atau suami yang unggul.
Tapi,
Istri atau suami yang TEPAT.
KEMATANGAN VISI PEKERJAAN
Yusuf Qardhawi: “Pertama ada ilmu lalu iman. Ilmu menghasilkan iman. Iman menghasilkan kekhusyukan. Inilah yang menggerakkan hati untuk beramal.”
Ilmu yang terkait dengan perkawinan:
1hak dan kewajiban suami-istri
2masalah pendidikan (anak)
3masalah kesehatan
4masalah seksual
KESIAPAN PSIKOLOGIS
Artinya, kematangn tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup, untuk menghadapi tanggung jawab, untuk menghadapai masa-masa kemandirian.
“Kesiapan psikologis pada keseimbangan emosi di dalam jiwa kita. Ambivalensi dari rasa takut dan rasa berani. Ambivalensi dari rasa cinta dan benci. Ambivalensi antara harapan dan realisme.”
Paling sering kita alami dalam pernikahan adalah fluktuasi emosi yang cepat ketimbang saat kita masih bujang.
Sebagai istri, kata Rasulullah, kalau dilihat suaminya, ia menggembirakan. Seorang istri membutuhkan kemampuan psikologis luar biasa untuk setiap saat mampu melakukan 3 pekerjaan sekaligus: SEKRETARIS, RESEPSIONIS, PRAMUGARI.
KEMATANGAN FISIK
Kematangan fisik menjadi persyaratan mutlak dalam sebuah perkawinan
(komentar Diana nih: kadang pa Anis Matta tuh bombastis, tapi gerrr juga jadinya : ), lihat nih pernyataan beliau di bawah ini)
“Fisik yang perlu kita perhatikan bukan berarti harus membuat orang tertarik. Cukuplah bila tidak membuat orang lari ketika melihat kita.”
Olahraga yang dianjurkan dalam Islam: menunggang kuda (kekuatan), berenang (kecepatan), dan memanah (kejelian).
KESIAPAN FINANSIAL
Artinya, perkawinan juga kerja ekonomi, bukan sekedar kerja cinta.“Seorang wanita juga perlu mempertanyakan kepada calon suaminya tentang masalah finansial. Tidak berarti bahwa wanita itu materialistis. Tidak demikian. Seorang wanita perlu yakin bahwa suami yang mampu mengatakan I Love You 1000x sehari juga bisa memberikan susu bagi anak-anaknya. Paling bagus, beri susu buat anak-anak, nafkah buat istri, lalu katakan I Love You. Anda bisa memberikan susu, tapi tidak mengatakan I Love You, itu juga salah. Dua-duanya perlu.”
“Kita harus melihat sesuatu dengan rasional. Unsur Romantika sangat penting ada karena akan membuat hidup jadi indah. Romantika yang bagus dibangun di atas Realisme. Realisme tapi juga Romantis. Realistis tapi tidak Romantis, jadi kaku.”
(komentar Diana: pa Anis Matta ini, dalam catatan di kepalaku, masuk sebagai yang nomor dua dalam daftar suami-suami romantis : ), yang nomor satunya Aa Gym. Bapakku sendiri memang bukan yang tipe romantis, walaupun beliau baik banget. Semoga kelak suamiku adalah suami romantis, kalau pun engga, ntar akan di-training intensive hihi.. ^_^)
MENJALIN KEHARMONISAN
Perasaan ibadah melekat di dalam pikiran setiap orang yang ada di dalam rumah itu, sehingga misi kemudian membentuk satu muatan bahwa setiap anggota rumah adalah orang yang berjalan menuju Allah SWT.
Dengan nuansa ibadah, kita akan menemukan pengorbanan. Semua keringat yang keluar adalah sumber utama kenikmatan di dalam hidup, suatu kegembiraan jiwa.
Agar mampu membangun keharmonisan, setiap orang haruslah memiliki kemampuan ntuk memahami orang lain. Anda tidak mungkin mampu memahami orang lain dengan baik, kecuali jika Anda telah lebih mampu memahami Anda sendiri.
Sebenarnya struktur kejiwaan manusia memiliki berbagai kesamaan. Apa yang menggembirakan kita pada umumnya juga menggembirakan orang lain.
Kemampuan MENCINTAI dengan arti bahwa Anda menerima orang lain apa adanya, menerima secara utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kekuatan dan kelemahannya.
Pada tingkat berikutnya, kita menginginkan kebaikan bagi orang itu. Apapun yang kita lakukan, selalu berorientasi agar orang menjadi lebih baik.
Memberikan waktu kita bagi orang lain. Perhatian dan keinginan yang lebih banyak untuk membahagiakan. Kemampuan MEMPERHATIKAN merupakan kemampuan jiwa yang luar biasa besarnya.
Berbagai teknik berhubungan, muncul dari kemampuan dasar. Kemampuan memperhatikan, memahami, mencintai, mengembangkan diri, dst. Untuk memiliki kemampuan dasar, ketrampilan utamanya adalah KETRAMPILAN KOMUNIKASI. Ketrampilan ini lahir dari pengetahuan kita tentang jiwa manusia.
Perasaan kita tentang orang lain, diungkap setiap saat, baik suka pun tidak suka. Nyatakan cinta Anda dengan tindakan dan kata-kata. Bahkan pujian sekalipun, jelas kita semua sedang beribadah. Kelelahan akan berkurang kalau kita mendengar berita gembira, artinya, sebelum mendapatkan di surga, sebaiknya kita mendapatkan di dunia.
Rasulullah mengajak kita unytuk memenuhi rumah dengan panggilan yang indah dan kalimat-kalimat yang baik.
“Setelah saya renungi, mengapa Islam perlu menyatakan secara verbal, hikmah yang saya temukan adalah ternyata setiap kita membutuhkan penguatan dari waktu ke waktu.”
Yang penting bagi kita mulanya, bukan mencari pasangan yang baik, tetapi berusaha untuk menjadi pasangan yang baik.
PENUTUP
Selain keterarahan, keharmonisan, konsistensi dan berbagai sarana fisik, jangan lupakan misi sebuah rumah tangga Islami.
Keluarga dimulai dari 2 orang yang bertemu menjadi suami-istri, kemudian bertambah anggotanya dengan anak-anak yang lahir. Keluarga ini harus mengupayakan agar setiap anggota memiliki misi yang sama.
Bila misi yang sama telah tertanam di dada, maka setiap orang yang ada di keluarga itu akan merasakan bahwa rumah tangga ini hanyalah satu perahu dari sekian banyak perahu yang berlayar menuju Allah SWT.
Minimal ada 4 hal yang harus dimiliki oleh seseorang ketika ia ingin memasuki gerbang pernikahan:
1Kesiapan Pemikiran
2Kesiapan Psikologis
3Persiapan Fisik
4Persiapan Finansial
KESIAPAN PEMIKIRAN
1mempunyai kematangan visi keislaman
2mempunyai kematangan visi kepribadian
3mempunyai kematangan visi pekerjaan
KEMATANGAN VISI KEISLAMAN
Artinya, mempunyai dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya.
Artinya, mengetahui MENGAPA ia menjadi muslim
“Di dalam hidup ini, kita akan sesekali menghadapi banyak alternatif. Saat itu, kita akan banyak menghadapi masalah yang pemecahannya sangat ditentukan oleh kematangan pengetahuan tentang MENGAPA kita menjadi muslim, sehingga kita mampu dihadapkan pada berbagai pilihan dalam kehidupan riil.”
KEMATANGAN VISI KEPRIBADIAN
Artinya, mempunyai konsep diri yang jelas
Artinya, mengetahui apa kelemahan dan kekuatannya, apa ancaman yang bisa meruntuhkan dirinya, tahu peluang berdasarkan potensi yang ada dalam dirinya.
“Pemahaman diri yang benar tentang diri sendiri akan melahirkan penerimaan diri yang baik. Membuat kita menerima diri secara apa adanya. Tidak menganggap diri kita melebihi kapasitasnya atau kurang dari kapasitasnya.”
“Saya sarankan pada Anda yang belum menikah, bahwa ketika kita mencari pasangan, jangan pernah bermimpi mencari pasangan yang ideal, tapi carilah PASANGAN YANG TEPAT.”
“Kita tidak sedang berpikir mencari istri atau suami yang unggul. Carilah istri yang tepat dengan bingkai kita, dengan kepribadian kita.”
“Sebab ternyata,
tidak semua orang cerdas membutuhkan orang yang cerdas lain,
tidak semua orang gagah membutuhkan wanita cantik,
tidak semua orang hebat membutuhkan orang hebat.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh banyak orang, menemukan bahwa kebanyakan orang besar dalam sejarah, ternyata memiliki pasangan yang bersahaja dan sangat sederhana.”
Kalau kita mampu menerima diri kita dengan baik, setelah menikah pada umumnya kita juga mampu menerima pasangan kita dengan baik.
INGAT!!!!
Bukan istri atau suami yang unggul.
Tapi,
Istri atau suami yang TEPAT.
KEMATANGAN VISI PEKERJAAN
Yusuf Qardhawi: “Pertama ada ilmu lalu iman. Ilmu menghasilkan iman. Iman menghasilkan kekhusyukan. Inilah yang menggerakkan hati untuk beramal.”
Ilmu yang terkait dengan perkawinan:
1hak dan kewajiban suami-istri
2masalah pendidikan (anak)
3masalah kesehatan
4masalah seksual
KESIAPAN PSIKOLOGIS
Artinya, kematangn tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup, untuk menghadapi tanggung jawab, untuk menghadapai masa-masa kemandirian.
“Kesiapan psikologis pada keseimbangan emosi di dalam jiwa kita. Ambivalensi dari rasa takut dan rasa berani. Ambivalensi dari rasa cinta dan benci. Ambivalensi antara harapan dan realisme.”
Paling sering kita alami dalam pernikahan adalah fluktuasi emosi yang cepat ketimbang saat kita masih bujang.
Sebagai istri, kata Rasulullah, kalau dilihat suaminya, ia menggembirakan. Seorang istri membutuhkan kemampuan psikologis luar biasa untuk setiap saat mampu melakukan 3 pekerjaan sekaligus: SEKRETARIS, RESEPSIONIS, PRAMUGARI.
KEMATANGAN FISIK
Kematangan fisik menjadi persyaratan mutlak dalam sebuah perkawinan
(komentar Diana nih: kadang pa Anis Matta tuh bombastis, tapi gerrr juga jadinya : ), lihat nih pernyataan beliau di bawah ini)
“Fisik yang perlu kita perhatikan bukan berarti harus membuat orang tertarik. Cukuplah bila tidak membuat orang lari ketika melihat kita.”
Olahraga yang dianjurkan dalam Islam: menunggang kuda (kekuatan), berenang (kecepatan), dan memanah (kejelian).
KESIAPAN FINANSIAL
Artinya, perkawinan juga kerja ekonomi, bukan sekedar kerja cinta.“Seorang wanita juga perlu mempertanyakan kepada calon suaminya tentang masalah finansial. Tidak berarti bahwa wanita itu materialistis. Tidak demikian. Seorang wanita perlu yakin bahwa suami yang mampu mengatakan I Love You 1000x sehari juga bisa memberikan susu bagi anak-anaknya. Paling bagus, beri susu buat anak-anak, nafkah buat istri, lalu katakan I Love You. Anda bisa memberikan susu, tapi tidak mengatakan I Love You, itu juga salah. Dua-duanya perlu.”
“Kita harus melihat sesuatu dengan rasional. Unsur Romantika sangat penting ada karena akan membuat hidup jadi indah. Romantika yang bagus dibangun di atas Realisme. Realisme tapi juga Romantis. Realistis tapi tidak Romantis, jadi kaku.”
(komentar Diana: pa Anis Matta ini, dalam catatan di kepalaku, masuk sebagai yang nomor dua dalam daftar suami-suami romantis : ), yang nomor satunya Aa Gym. Bapakku sendiri memang bukan yang tipe romantis, walaupun beliau baik banget. Semoga kelak suamiku adalah suami romantis, kalau pun engga, ntar akan di-training intensive hihi.. ^_^)
MENJALIN KEHARMONISAN
Perasaan ibadah melekat di dalam pikiran setiap orang yang ada di dalam rumah itu, sehingga misi kemudian membentuk satu muatan bahwa setiap anggota rumah adalah orang yang berjalan menuju Allah SWT.
Dengan nuansa ibadah, kita akan menemukan pengorbanan. Semua keringat yang keluar adalah sumber utama kenikmatan di dalam hidup, suatu kegembiraan jiwa.
Agar mampu membangun keharmonisan, setiap orang haruslah memiliki kemampuan ntuk memahami orang lain. Anda tidak mungkin mampu memahami orang lain dengan baik, kecuali jika Anda telah lebih mampu memahami Anda sendiri.
Sebenarnya struktur kejiwaan manusia memiliki berbagai kesamaan. Apa yang menggembirakan kita pada umumnya juga menggembirakan orang lain.
Kemampuan MENCINTAI dengan arti bahwa Anda menerima orang lain apa adanya, menerima secara utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kekuatan dan kelemahannya.
Pada tingkat berikutnya, kita menginginkan kebaikan bagi orang itu. Apapun yang kita lakukan, selalu berorientasi agar orang menjadi lebih baik.
Memberikan waktu kita bagi orang lain. Perhatian dan keinginan yang lebih banyak untuk membahagiakan. Kemampuan MEMPERHATIKAN merupakan kemampuan jiwa yang luar biasa besarnya.
Berbagai teknik berhubungan, muncul dari kemampuan dasar. Kemampuan memperhatikan, memahami, mencintai, mengembangkan diri, dst. Untuk memiliki kemampuan dasar, ketrampilan utamanya adalah KETRAMPILAN KOMUNIKASI. Ketrampilan ini lahir dari pengetahuan kita tentang jiwa manusia.
Perasaan kita tentang orang lain, diungkap setiap saat, baik suka pun tidak suka. Nyatakan cinta Anda dengan tindakan dan kata-kata. Bahkan pujian sekalipun, jelas kita semua sedang beribadah. Kelelahan akan berkurang kalau kita mendengar berita gembira, artinya, sebelum mendapatkan di surga, sebaiknya kita mendapatkan di dunia.
Rasulullah mengajak kita unytuk memenuhi rumah dengan panggilan yang indah dan kalimat-kalimat yang baik.
“Setelah saya renungi, mengapa Islam perlu menyatakan secara verbal, hikmah yang saya temukan adalah ternyata setiap kita membutuhkan penguatan dari waktu ke waktu.”
Yang penting bagi kita mulanya, bukan mencari pasangan yang baik, tetapi berusaha untuk menjadi pasangan yang baik.
PENUTUP
Selain keterarahan, keharmonisan, konsistensi dan berbagai sarana fisik, jangan lupakan misi sebuah rumah tangga Islami.
Keluarga dimulai dari 2 orang yang bertemu menjadi suami-istri, kemudian bertambah anggotanya dengan anak-anak yang lahir. Keluarga ini harus mengupayakan agar setiap anggota memiliki misi yang sama.
Bila misi yang sama telah tertanam di dada, maka setiap orang yang ada di keluarga itu akan merasakan bahwa rumah tangga ini hanyalah satu perahu dari sekian banyak perahu yang berlayar menuju Allah SWT.
Senin, 24 Desember 2007
Abraham berkorban

Entah dari mana dorongan yang begitu besar untuk memiliki buku ini. Kubaca tulisan di depan-belakang. Kubolak-balik, kutimang-timang tapi ragu untuk membawanya ke kasih. Satu alasannya, harganya lumayan mahal juga. Tapi seolah ingin terjun bebas dari atas gedung tinggi, akhirnya terbeli juga karena satu sebab. AKU INGIN BACA BUKU INI.
Beberapa tahun saya kemarin pertama kali mengetahui buku ini lewat penulis yang sama dari bukunya yang sempat saya baca sepintas, 'Prophet Muhammad'.
Ada beberapa catatan yang menarik dari buku ini yang berkaitan dengan momen Dzulhijjah bulan ini.
Ditulisakan dalam buku ini bahwa dalam Alkitab dikisahkan tentang Abraham sebagai person yang dijanjikan akan menjadi bapak dari bangsa yang besar. Akan menjadi pemimpin besar. Dan dia mempercayai itu sehingga dia diberi peridikat beriman kepada Tuhan. Beriman atas janji Tuhan tersebut.
Ada satu hal yang membuat Abraham sepintas tidak masuk akal baginya dan terkesan tidak lumrah. Bagaimana mungkin dia akan dijadikan Tuhan sebagai bapak bangsa yang besar padahal dia tidak memiliki keturunan, tidak memiliki anak. Seorangpun. Padahal anak keturunan merupakan elemen penting bagi sebuah generasi untuk mengembangkan dan membesarkan namanya.
Pada akhirnya atas kehandak Tuhan Abraham diberitahukan bahwa istrinya, Sara, akan mengandung dan akan melahirkan anak. Disini terlihat lagi situasi yang terkesan lucu baginya dan mungkin saja dia tertawa. Bagaimana mungkin istrinya akan melahirkan seorang anak padahal istrinya mandul dan telah masuk masa menopause. Demikianlah sehingga akhirnya Tuhan menakdirkan istrinya mengadung dalam usia dan kondisi yang diluar kebiasaan.
Ketika anaknya lahir diberi nama Ishak yang dapat diartikan 'tertawa'. Dalam versi Islam yaitu Ismail, yang kemudian Tuhan menyuruhnya untuk mengorbankan anaknya tersebut. Di dunia pagan, kegiatan pengorbanan adalah sebuah hal yang biasa. Menurut mereka, anak pertama biasanya adalah titisan dewa yang dilahirkan melalui manusia. Sehingga nilai unsur dewanya berkurang. Untuk mengembalikan kesempurnaan unsur tersebut maka anak tersebut dikembalikan kepada ayahnya, dewa, dengan cara mengorbankannya.
Setelah mendapat perintah mengorbankan anaknya, anak yang satu-satunya, anak yang sekian puluh tahun dinantikan, Abraham melakukan perjanan selama 3 hari menuju ke sebuah bukit. Semantara ishak membawa kayu bakar, yang akan dipakai membakar korban, yaitu dirinya sendiri. Namun akhirnya Tuhan iba setelah dia yakin atas keteguhan Abrahammelakukan perintah.
Di telingan orang modern, penggambaran tentang Tuhan terkesan kejam dan tidak konsisten. Dan kadang tidak bisa menerima persepsi seperti itu.
Dalampembahasan diatas dan banyak bagian dalam buku Karel Amstrong ini ingin memperlihatkan bagaimana awal mula ide tentang Tuhan dan penggambaran karakter Tuhan melalui literatur dan pemikiran manusia sejak nabi Abraham hingga kini.
Langganan:
Postingan (Atom)
BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN
Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...
-
Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...
-
Air matanya menitik. Aku tak tahu sebabnya. Ketika itu... Beberapa hari belakangan ada suara-suara miring yang terdengar dari can...
-
“Jadilah pelaut supaya kau bisa lihat banyak tempat, banyak bangsa. Kau masih muda, masih punya banyak kesempatan. Klo Opa sudah tua”. Dia l...