Tampilkan postingan dengan label Catatan Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2018

SEBULAN LAGI RAMADHAN

Tanpa terasa sudah masuk bulan Sya'ban. Berarti bulan depan masuk Ramadhan. Dan ternyata sudah setahun baru menulis di blog ini lagi. He...he...

Untuk penanggalan masehi, kemungkinan besar 1 Ramadhan akan jatuh pada tanggal 17 Mei 2018.

Ya Allah, pertemukanlah kami dengan Ramadhan tahun ini. Amin.

Apa target Ramadhan tahun ini? Bagaimana dengan target Ramadhan tahun lalu? Nah... itu yg mesti diketahui lalu di evaluasi. Sip. Nanti di cari-cari catatan target tahun lalu 😊

Jumat, 26 Mei 2017

RAMADHAN DISAMBUT GEMBIRA

Rasa gembira adalah cerminan hati. Cara mengekspersikan kegembiraan juga berbagai cara. Ramadhan yang sebentar lagi tiba juga disambut dengan gembira oleh orang yang telah merindukannya.

Anak-anak TPA, remaja masjid dan kelompok pengajian mengekspresikan kegembiraan meraka dengan pawai obor keliling kampung atau komlpeks perumahan. Orang tua menyambut dengan menyempurnakan perlengkapan shalat, menyiapkan daftar menu buka dan sahur. Anak muda bersiap-siap dengan jadwal dan agenda selama ramadhan. Inilah sebagian ekspresi menyambut ramadhan di tanah air.

Perasaan yang gembira dalam memasuki bulan puasa adalah hal yang patut disyukuri. Itu adalah bentuk lain dari keimanan dan keyakinan atas syariat Allah yang diwajibkan. Puasa adalah salah satu syariat Allah yang diwajibkan bagi orang yang beriman.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Yang dipanggil untuk melaksanakan puasa hanya orang-orang yang beriman dan puasa membutuhan komitmen yang kuat untuk menjalankannya. Komitmen untuk tidak makan dan minum di siang hari. Komitmen untuk menjaga hal yang membatalkan lainnya, tanpa pengawasan manusia. 

Karena ada orang tidak bisa melakukannya maka jika banyak orang yang malah bergembira menyambut ‘latihan komitmen’ ini, tentu sebuah hal yang luar biasa. Sebab pada dasarnya manusia menghindari sesuatu yang membuat ‘tersiksa’.

Nah… apa kira-kira yang melandari kegembiraan menyambut ramadhan ini? Bergembira memasuki masa tidak makan dan minum di siang hari? Bergembira melewati rasa lapar dan haus selama sebulan penuh? Bergembira melewati malam-malam dengan tarawih? Bergembira bangun sahur di penghujung malam? Itulah keyakinan. Itulah komitmen. Itulah Iman.

Sikap-sikap inilah yang menjadi kekuatan dan karakter setiap muslim. Sikap yang akan mempersiapkan, melatih dan membentuk setiap muslim menjadi pemimpin dalam bermasyarakat.

Mari sambut ramadhan dengan gembira dan senyuman.

Menjelang datangnya Ramadhan
Batam, 26 Mei 2017

Rabu, 24 Mei 2017

RAMADHAN DAN PINTU-PINTU SURGA DIBUKA

Apa maksud bahwa saat datang bulan ramadhan pintu-pintu syurga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup? Apakah berarti tidak ada perbuatan dosa yang terjadi di dalam bulan ramadhan? Tentu tidak kan? Toh malah masih kerap kita melihat saudara kita yang muslim makan dan minum di siang hari saat bulan ramadhan.

Ternyata, menurut Syaikh ‘Utsaimin, maksud pintu-pintu surga dibuka adalah, karena banyaknya amal saleh yang dikerjakan di bulan ramadhan. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang-orang beriman.

Berarti bagi orang yang tidak kuat imannya atau bahkan tidak beriman, tidak akan banyak berefek padanya. Tidak akan merasakan banyak pengaruh apakah itu bulan ramadhan atau bukan. Itulah sebabnya puasa diperuntukkan hanya bagi orang-orang yang beriman.

Berbeda bagi orang yang merindukan datangnya ramadhan. Ada perasaan bahagia dan kegembiraan dalam hatinya. Selain itu juga akan merasa lebih bersemangat dengan suasana ibadah berjamaah. Ke masjid untuk shalat tarawih, belajar ilmu agama, berbuka puasa, saling berbagi dan berbagai kegiatan lainnya yang dilakukan bersama-sama.

Bagi yang tak terpengaruh ada tidaknya ramadhan atau bahkan merasa tak nyaman dengan datangnya ramadhan, tentu akan sulit untuk melakukan amalan-amalan bulan ramadhan. Padahal ramadhan adalah kesempatan untuk memperbanyak amal dan melipat gandakannya. Diluar bulan ramadhan tentu pahalanya tidak sama lagi.

Di bulan ramadhan ada puasa, ada shalat tarawih, ada sahur yang diberkahi, ada zakat fitrah, ada malam lailatul qadr, ada i’tiqaf sepuluh hari terakhir dan amalan-amalan lain yang menjadi momen yang sangat baik untuk menguatkan iman dan meminta ampunan dan ridha dari Allah. ‘Menu-menu’ ini hanya ada di bulan ramadhan.

Agar bisa makin bersemangat dalam beribadah, ajaklah anggota keluarga atau kawan saat menjalankannya. Usahakan saling memotivasi, saling mengingatkan dan saling mendoakan. Sebab kerap kali semangat ternyata hanya di awal saja. Di tengah perjalanan semangat menjadi kendor dan akhirnya terasa berat. Namun jika dilakukan bersama seseorang atau sekelompok orang, akan menjadi berbeda.

Menjelang datangnya Ramadhan
Batam, 24 Mei 2017




Selasa, 23 Mei 2017

RAMADHAN DAN PINTU AR-RAYYAN

Bagaimana menghadirkan semangat dalam menjalankan ibadah puasa?  Salah satunya dengan mempelajari dan mengetahui apa manfaat atau keutamaan yang akan kita dapatkan dengan melakukan ibadah tersebut.

Salah satu keutamaan puasa adalah orang yang berpuasa akan melewati pintu syurga yang dikuhususkan bagi orang yang berpuasa. Mereka akan masuk surga melaui pintu yang bernama Ar Rayyan.

Ar Rayyan secara bahasa berarti puas, segar dan tidak haus. Dari delapan pintu di syurga, Ar-Rayyan hanya akan dimasuki bagi orang-orang yang berpuasa.

“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “Ar Rayyan”. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa”. Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya”. (HR. Bukhari).

“Surga memiliki delapan buah pintu. Diantara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa”. (HR. Bukhari)

Puasa juga memiliki kekhususan dibanding dengan amalan yang lain. Jika amalan lain itu untuk diri sendiri, maka amalan Puasa itu untuk Allah dan Allah sendiri yang nanti akan membalasnya.

“Setiap amalan manusia adalah untuknya. Kecuali amalan puasa itu untuk Allah dan Dia yang nanti akan membalasnya”. (HR. Bukhari)  

Inilah beberapa motivasi yang tentu boleh menjadikan kita semangat dalam menjalankan ibadah puasa. Motivasi yang dibangun diatas keimanan bahwa Allah menyiapkan pahala bagi yang ikhlas dalam melakukan perintah-Nya.

Salah satu tabiat manusia adalah mencari kesenangan dan menghindari kemalangan. Sebagai orang yang yakin akan surga dan neraka, tentu setiap kita mengharapkan kelak  di akhirat dimasukkan ke dalam syurga dan selalu berdoa dijauhkan dari api neraka. Maka dari itu tentu sangat baik jika membiasakan mengetahui keutamaan dari setiap ibadah untuk memotivasi kita saat akan menjalankannya.

Menjelang datangnya Ramadhan – Batam, 23 Mei 2017

Senin, 22 Mei 2017

RAMADHAN, TAKWA DAN KEBAHAGIAAN


Tak terasa bulan ramadhan sebentar lagi tiba. Selama sebulan kita akan dilatih untuk menahan nafsu terhadap sesuatu yang sebelumnya boleh saja kita lakukan. Di hari biasa kita boleh dengan bebas makan dan minum. Setiba di bulan Ramadhan, kita tahan untuk tidak memakannya hingga magrib tiba. Bagi yang sudah biasa melakukan puasa, menjadi sesuatu yang mudah saja. Namun bagi yang belum biasa tentu akan menghadapi godaan yang besar antara melanjutkan puasa atau menghentikan ‘penderitaan’ dalam lapar dan dahaga.

Kekuatan motivasi seseorang melakukan sesuatu akan mempengaruhi kemampuannya menjalankan kegiatan tersebut. Puasa sebagai sebuah ibadah, sejatinya harus dimotivasi oleh dorongan iman. Menjalankan ibadah puasa karena puasa adalah perintah dari Allah dan mengharapkan ampunan dari Allah atas segala dosa dan kesalahan di masa lalu. Dengan motivasi yang kuat maka  godaan untuk berhenti juga akan kuat untuk dilawan.

Tujuan akhir dari puasa adalah mendapatkan derajat takwa (QS 2:183). Dengan ketakwaan diharapkan menjadi bekal selama hidup dalam mencari kebahagiaan.

Definisi kebahagian berbagai macam bentuknya. Namun secara umum semua manusia menginginkan dan mengharapkan hidup bahagia. Bahkan dengan harapan mendapatkan kebahagiaan, apakah untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain, seseorang bisa melakukan apa saja yang dengan cara yang tidak biasa.

Seorang ayah rela berpisah dari anak dan istrinya bekerja ke luar negeri selama berbulan-bulan untuk mendapatkan rezeki. Seorang anak rela berjauhan dari orang tuanya untuk kuliah dan akhirnya bekerja dengan harapan suatu saat bisa membalasa kebaikan orang tuanya. Seorang murid rela menempu perjalanan yang sangat jauh untuk mencari gurunya di masa kecil dulu hanya untuk ingin mengucapkan terima kasih atas jasa ‘kepahlawanan’nya sebagai seorang guru. Guru yang mengubah pandangannya terhadap dunia. Mungkin dengan itulah mereka merasakan kebahagiaan.

Kebahagian letaknya di hati. Kebahagiaan tidak bisa dibeli secara langsung. Kebahagiaan juga tidak bisa diberi secara cuma-cuma. Bahkan kebahagiaan tidak tertentu tempat dan waktunya. Hanya bisa dirasakan. Dan yang mampu merasakannya adalah hati. Lalu hati yang bersih dan dekat dengan Allah-lah yang akan dimudahkan untuk merasakannya. Allah menyuruh kita untuk berpuasa dan dengan itu diharapkan menjadi hamba yang bertakwa. Inilah jalan Allah menunjukkan jalan-jalan menuju kebahagiaan. Kebahagiaan yang hakiki.

Menjelang datangnya Ramadhan
Batam, 22 Mei 2017

Selasa, 07 Juni 2016

Target Ramadhan 3 kali khatam

 

Tak terasa tiba lagi Ramadhan tahun ini. Tentu hal utama yang harus diucapkan adalah rasa syukur. Bersyukur karena masih diberikan keseempatan untuk bersua dengan bulan puasa tahun ini.

Catatan singkat ini ingin saling menyemangati untuk memaksimalkan aktivitas di bulan Ramahan tahun ini. Yuk kita buat target yang semoga memotivasi diri untuk mencapainya. Sebelum masuk hari pertama kemarin, kami membuat target tilawah yaitu minimal 3 kali khatam.

Yuk, mari kita berusaha....

Catatan Ramadhan di hari ke-2

Kamis, 27 Agustus 2009

Wajah polos di subuh itu















Episode Ramadhan (2)

Wajah-wajah mereka begitu polos dalam balutan baju koko dan mukenah putih yang lucu. Anak-anak itu hendak "menghidupkan ramadhan" dengan cara mereka, walau mereka tak menyadarinya. Raut wajah polos, seolah tak ada beban yang mereka pikirkan. Pasti belum berfikir ruwet bagaimana mencari uang, seperti orang tua mereka yang kebanyakan adalah para 'maestro' pembuat kapal.

Subuh tadi, seperti setiap subuh semenjak ramadhan ini, anak-anak warga kompleks itu begitu antusias mengambil mushaf al-qur'an dan meja panjang untuk alas mengaji. Sambil tertawa riang mereka saling berlomba duduk manis ingin segera memulai tilawah mereka. Ada si Sumantri dan kawan-kawannya yang kelas tiga smp. Ada adiknya si Siti, kelas tiga sd yang masih malu-malu ikut, dan yang lainnya yang masih sebaya. Rata-rata seusia smp dan sd. Wajah-wajah itu mengingatkan masa kecil dulu saat masih 'berguru' untuk menggapai ilmu terpenting dan sangat berarti, yaitu ilmu a ba ta tsa ja...:)

Suasana di kota santri... mungkin itu seolah gambaran suasana sesaat dalam masjid kecil 10x8 meter itu hingga tiba pukul enam pagi untuk kemudian kembali manjadi lengang.

Keceriaan mereka yang mungkin juga perah kita alami sungguh pengalaman kadang terasa biasa-biasa saja. Itulah bentuk ekspresi mereka dengan usia mereka.

Bagi kita yang mungkin bukan anak-anak lagi tentu jangan sampai kalah untuk menghidupkan ramadhan, tentu dengan ekspresi yang lebih dalam, sesuai dengan tingkat usia Anda.

Jika Sumantri dan kawan-kawannya masih belajar mengeja kalimat-kalimat dalam kitab suci itu...mungin untuk kita adalah sudah berapa juz tilawah kita hingga hari ini?

Senin, 24 Agustus 2009

Susah cari orang jujur sekarang, Bang...






















Episode Ramadhan (1)

Suatu sore, seminggu menjelang ramadhan, saya pulang dari tempat kerja. Beberapa meter dari pintu keluar, motor saya tiba-tiba berhenti. Ternyata kehabisan bensin. Kebetulan tak jauh dari tempat itu kulihat ada kios yang menjual bensin eceran dalam botol minuman mineral.

Saat si penjual mengambil sebotol bensin, kubuka dompetku. Ternyata lagi tak bawa uang lebih, hanya tersisa tiga ribu. Si penjual tak mau jika hanya membeli segitu. Lalu saya minta utang dulu, maksudnya bensinnya saya pakai dulu lalu saya pulang ambil uang ke rumah untuk membayarnya karena motor saya tak bisa jalan lagi tanpa diisi bensin.

"Maaf Pak, bukannya saya tidak percaya sama Bapak, tapi sekarang ini susah percaya sama orang. Sudah banyak seperti itu. Sekarang susah cari orang jujur, Pak."

Setelah bernegosiasi, akhirnya saya menitip STNK sebagai jaminan bahwa saya insya Allah akan belik untuk membayarnya.

Sebuah kejujuran mungkin benar-benar mulai langka di dunia ini. Satu persatu orang merasa ragu dengan seseorang untuk memberikan kepercayaan atas sesuatu.

Singkat cerita, masihkah ramadhan menjadi ladang melatih kejujuran bagi kita? Ataukah puasa hanya seperti sabda Rasulullah, hanya mendapat lapar dan haus? Semoga tidak, sebab masih ada Anda dan saya yang tetap berusaha mengambil hikmah dari makna berpuasa yang sesungguhnya.

Jumat, 10 Oktober 2008

Nol













Ada kalanya mata jenuh memandang langit yang terik. Hingga rasanya ingin berteduh. Berteduh di bawah rindang pohon yang hijau. Dan merasakan belaian angin yang sepoi. (Welcome Syawal)

Minggu, 07 September 2008

Bulan Perjuangan



















Puluhan sms mendera hp-ku mengucapkan kata-kata kegembiraan menyambut datangnya bulan suci itu. Teriring salam kepada semua kawan semoga ramadhan kali ini menjadi ramadhan yang terindah.
Ada suasana yang mendebarkan bagiku. Ramadhan kali ini akan kulalui di negeri rantau. Dan yang lebih penasaran lagi adalah bagaimana suasana bulan puasa di tempat kerja. Dan ternyata…
Hari ini ramadhan telah berlalu 4 hari. Seperti biasa pagi-pagi aku berangkat meninggalkan rumah. Sambil tancap gas menuju tempat kerja berburu dengan ratusan pengendara motor yang lain, terdengar syair nasyid dari earphone dibalik helmku yang entah, syairnya saat itu begitu bermakna. Sejenak tanganku seolah bergetar memegang stang motor dan tubuh bergidik.

Bulan perjuangan tingkatkan iman
Pupuk pengorbanan suci
Bina kesungguhan bina keiklasan
Berbekal takwa untuk
kehidupan Ramadhan

Yah…Bulan perjuangan. Berpuasa dibawah terik mentari sambil menyusuri bangunan-bangunan kapal menyempurnakan perjuangan ini. Pantulan panas dari berbagai arah memaksa peluh memabasahi dahi dan sekujur tubuh. Kutengadahkan kepala keatas menatap bola matahari yang membara dari balik black glasses. Haus? Pasti. Di hari biasa jika turun ke lapangan aku biasanya selalu membawa sebotol air. Sehari kadang diisi lagi 2-3 kali. Begitu indah perjuangan ramadhan kali ini.

Hindarkan kesiaan kata dan perbuatan
Tinggikan hari dengan kesibukan Robani
Janganlah sampai keluar dengan tangan hampa
Tiada hasil kecuali lapar dahaga

Lapar dan dahaga mungkin salah satu ujian ramadhan, namun bukan hanya itu yang menjadi tuntutan ibadah puasa kita.

Ingatkan diri sang junjungan di bulan Rohmah
Tegakkan malam bertabur dzikir dan tilawah
Cerah hari hari bercahayakan
Indah menyinar ketakwaan

Inilah amalan yang mesti kita sempurnakan. Ladang untuk itu datang lagi untuk kita tahun ini. Allah masih memberikan kesempatan bagi kita.


Telah datang bulan keagungan
Bulan rohmah untuk keberkahan
Berlombalah untuk pahala
Dari malam seribu bulan
Lailatul Qodar
Perbanyaklah ridhoi Robb-mu
Syahadah istigfar selalu
Mintalah ridho-Nya karena tujuan-Mu
Mohon perlindungan dari nerakanya
Ramadhan... Ramadhan..
(Ramadhan/ Munsyid : Izzatul Islam/ http://liriknasyid.com)

Tak terasa aku hampir sampai ke tempat kerja. Dari kejauhan nampak ujung-ujung gantry crane berwarna kuning yang menjulang jangkung bertulisakan SAFETY FIRST mengangkangi kapal-kapal yang belum rampung.
Terima kasih ya Allah kau pertemukan kami dengan ramadhan kali ini.

Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’ban waballigna ramadhan.

Kamis, 11 Oktober 2007

Say hallo...



Lama tak bersua. Bulan-bulan terakhir ini lagi konsen menyelesaikan proyek dari kantor. Rasanya baru lega beberapa pekan ini karena terakhir sudah running test. Jadi bulan-bulan terakhir kemarin waktu tak sempat memposting dan menambah tulisan.

Hari ini adalah hari ke-29 Ramadhan, hari-hari terakhir puasa tahun ini. Tak lama lagi dia akan meninggalkan kita yang entah tahun depan semoga bisa berjumpa lagi.

Hari ini juga mau pulang kampung dengan agenda, .....adadeh. :)

SELAMAT IDUL FITRI 1428 H
Minal a'idin wal fa'izdin

BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...