Tampilkan postingan dengan label Tadabbur Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tadabbur Qur'an. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2020

JALAN DUA ARAH


Lokasi foto: Batu Aji-Sagulung, Batam.

"Jika kalian berbuat baik, (berarti) kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri; dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi diri kalian sendiri." (Al-Isra: 7)

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri." (Fushshilat: 46)

GOLDEN SUNSET


Lokasi foto: Batam.

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal." (QS. Ali Imran: 190)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah: 164)

Minggu, 31 Januari 2016

Berselancar bersama Riyadhus Shalihin

(1) Ikhlas

Hari ini, tepat usai subuh, Aku membaca buku Riyadhus Shalihin tentang niat di bab satu. "Allah Ta'ala berfirman: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (Al Bayyinah: 5)

(2) Shalat Berjamaah
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Shalat seseorang dengan berjamaah lebih banyak pahalanya dari pada shalat sendirian di pasar atau rumahnya, selisih dua puluh derajat. Karena seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya kemudian pergi ke masjid dan hanya bertujuan untuk shalat maka setiap langkah diangkatlah satu derajat dan diampuni satu dosa sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid ia dianggap mengerjakan shalat selama menunggu dilaksanakannya. Para malaikat mendoakan: "Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah tobatnya selama tidak berbuat gaduh dan berhadats."

Aku seolah merasa sejuk dan iman serasa bertambah.

(3) Taubat

Usai dhuhur kubaca lagi di bab 2 tentang taubat. Disitu disebutkan ada tiga syarat taubat; (1) Harus meninggalkan maksiat yang telah dilakukan, (2) Menyesali perbuatannya, (3) Bertekat tidak melakukan kembali perbuatan itu selama-lamanya.

Ada juga hadits yang berkisah tentang seorang laki-laki yang membunuh 99 orang. Dia ingin bertaubat. Dalam akhir usahanya itu dia baru menempuh separuh perjalanan ke kota yang terdapat orang-orang yang menyembah Allah. Namun maut menghampirinya. Di akhir hadits dituliskan, dia diampuni karena ia lebih dekat sejengkal menuju daerah tujuan.


(4) Ka'ab bin Malik

Ada juga hadits yang sungguh panjang. Kisah sahabat Rasulullah Ka'ab bin Malik yang merasakan bumi serasa sempit usai diberi iqob/ hukuman karena sebuah kelalaian. Ka'ab bin Malik yang notabene salah seorang panglima perang, tidak ikut dalam perang Tabuk. Ketika itu buah-buahan dan tetumbuhan kelihatan bagus. Karena itu, hatinya condong ke sana sehingga lalai untuk mempersiapkan perlengkapan. Dia tertinggal dari rombongan. Akhirnya tidak jadi ikut bersama pasukan yang jumlahnya sekitar 30.000 orang.

Saat perang usai dan Rasulullah dalam perjalanan pulang, Ka'ab berkata, "Tatkala saya mendengar bahwa Rasulullah berada dalam perjalanan pulang dari Tabuk, maka kesusahanpun mulau menyelimuti saya." Lalu, "Saya mulai mereka-reka alasan apa yang bisa menyelamatkan saya dari Rasulullah."

Keesokan harinya dari delapan puluh orang lebih yang tidak ikut, mereka berdatangan menemui Rasulullah. Beliau memperkenankan memperbaharui bai'at dan memohonkan ampun bagi mereka.

Ketika tiba giliran Ka'ab, Rasulullah tersenyum sinis. "Apa yang menyebabkan engkau tidak ikut berangkat? Bukankah engkau telah membeli kendaraan?"

"Sungguh saya telah dikaruniai kepandaian berbicara. Namun, demi Allah aku benar-benar yakin, seumpama hari ini saya berkata bohong dan engkau menerimanya, pasti sebentar lagi Allah Ta'ala menggerakkan hatimu untuk marah kepada saya", kata Ka'ab. "Demi Allah, aku tidak mempunyai udzur".

Rasulullah bersabda: "Orang ini telah berkata benar. Berdirilah! Tunggu keputusan Allah terhadap dirimu".

Dari sekian banyak orang yang menghadap Rasulullah, hanya ada tiga orang yang diberi perlakuan seperti itu, tidak langsung dimohonkan ampun. Dua orang lainnya yaitu Murarah bin Rabi'ah Al Amiry dan Hilal bin Umayyah Al Waqifiy. Dua orang lelaki salih itu telah mengikuti perang Badar dan dapat menjadi tauladan karena akhlaknya.

"Sejak saat itu Rasulullah melarang kaum muslimin berbicara dengan kami bertiga. Sejak itu pula mereka telah merubah sikap dan menjauhi kami, sehingga bumi terasa asing bagiku", kata Ka'ab. Ini berlangsung selama lima puluh hari. (To be continue)

Demikian dulu sampai disitu, ya. Masih panjang ceritanya.

Malam harinya ada agenda pengajian mingguan. Kali ini dimulai lebih awal, ba'da magrib yang biasanya dimulai ba'da Isya karena kadang selesainya sampai hampir larut malam.

Materinya tentang; ziarah kubur, fenomena masyarakat, penyikapan, adab, tata cara, tentang wanita yang ziarah kubur, dll. 

Di akhir pengajian itu entah mengapa rasanya begitu mengantuk. Beberapa kali aku menguap. Mata rasanya sangat berat. Ingin tidur. Malam itu memilih tidur di tempat teman pengajianku, Syahrul.

Makassar, 3 Januari 2006 (Catatan buku diary 10 tahun yang lalu)

Minggu, 21 Juni 2015

Buatlah Bahtera...



"Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu kami". (QS. Hud: 37) 

Tidak dijelaskan dalam pendahuluan atau kelanjutan ayat itu bagaimana teknis dan detail cara pembuatan kapal yang diperintahkan Allah. Juga tidak diterangkan rentang waktunya. Kapan harus dimulai dan kapan harus selesai proyek pembuatan kapal tersebut. Sejatinya, sebuah proyek akan memiliki patokan awal dan akhir pekerjaan. Namun maksud yang hendak disampaikan ayat tersebut bukan masalah teknis pembuatan kapal. 

Makna yang ingin disampaikan adalah masalah ketauhidan dan perjuangan dalam dakwah kepada kaumnya. Proses dakwah yang tak mudah dan ujian keimanan yang sarat pelajaran didalamnya. Nabi Nuh berdakwah selaman 1000 kurang 50 tahun (29:14). Waktu yang sangat lama, Bro.

Jumat, 12 April 2013

Minggu, 15 Januari 2012

Kenapa Bersyukur












Mungkin kita banyak mengenal orang yang bernama Syukur. Atau kebetulan Anda yang sedang membaca tulisan ini kebetulan bernama Syukur. Saya yakin harapan orang tua ketika memberi nama tersebut tentu semoga kelak menjadi orang yang pandai bersyukur.

Kenapa harus bersyukur? Karena bersyukur adalah bukti penghargaan kita kepada Allah atas keadaan kita sekarang. Apa pun keadaan itu. Apakah saat ini kita merasa kekurangan atau merasa telah lebih dibanding yang lain.

Saat kita selalu merasa tak cukup, merasa kekurangan, merasa sial atau bahkan merasa telah dikutuk oleh takdir, maka saat itu kita mulai hanya berfokus pada kekurangan tersebut. Kekurangan pada satu sisi menjadikan kita merasa orang yang sial. Kekurangan pada satu bagian hidup, membuat kita berfikir bahwa ada yang tak adil dengan dunia ini.

Ketika pagi hari seorang wanita yang berwajah mulus bercermin dan melihat setitik jerawat tumbuh di wajahnya maka dia merasa terjadi bencana. Tiba-tiba jerawat itu seolah benda besar yang menghantam seluruh wajahnya. Padahal hanya setitik. Sementara seluruh tubuh yang lain masih begitu sempurna terlupakan untuk disyukuri. Tertutupi oleh pikiran yang parsial.

Saat kita mendapatkan hadiah, bantuan atau pertolongan dari seseorang hal terpenting yang pantas kita katakan adalah ucapan terima kasih. Coba bayangkan ketika kita mengucapkan kata-kata sebaliknya. “Saya tak butuh hadiah ini, saya tak butuh bantuan Anda sebenarnya, saya bisa melakukan tanpa pertolongan Anda saat ini, silahkan pergi.” Betapa tak indahnya kalimat tersebut. Sangat tidak menghargai pemberian. Orang yang memberi tadi mungkin akan berkata, “Jangan harap akan saya bantu lagi.” Tertutuplah satu pintu rezeki.

Dalam kehidupan ini, bersyukur berarti menghargai pemberian Yang Maha Pencipta. Menghargai pemberian atas kehidupan yang takkan mungkin bisa kita minta kepada orang lain. Nafas tak mungkin dibuat oleh manusia. Anggota tubuh adalah pemberian Dia yang sangat berharga, takkan mungkin menyamai buatan manusia. Sangat banyak hal mesti kita syukuri dibanding hal-hal yang kita merasa sial atau gundah dengan keadaan kita.

Manusia senang kepada orang yang berterima kasih, tentu lebih lagi adanya dengan Yang mencipta manusia. Mari kita membaca sebuah kalimat terakhir di bawah,

‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. (QS 14: 7).

Marhaban, Batam, 15 Januari 2012


BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...