Tampilkan postingan dengan label Kutipan Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2020

SERAMBI TAMAN SYURGA


“Jika kamu melewati taman-taman Syurga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, ”Apakah taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab,” Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling jalan-jalan mencari ahli dzikir. Jika mereka menemukan satu kaum yang sedang mengingat Allah, mereka berseru, ‘Marilah kalian menuju kebutuhan kalian.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Lalu para malaikat itu mengelilingi mereka dengan sayap-sayapnya sampai langit dunia.” (HR. Bukhari, Muslim)

“Apabila kamu melewati taman-taman Syurga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,” Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman Syurga itu?” Nabi ﷺ  menjawab,” majelis-majelis ta’lim." (HR. Thabrani)

“Sesungguhnya Allah, para malaikat Nya, penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”  (HR. Tirmidzi)

Rabu, 24 April 2013

Gagasan

Perkenankanlah saya menyampaikan satu saran singkat yang mungkin bisa memberi Anda sebuah gambaran untuk mengenali rahasia Carnegie. Inilah saran saya--semua prestasi, semua kekayaan yang diperoleh, bermula dari satu gagasan!

(Napoleon Hill)

Senin, 15 April 2013

Tujuan lo apa?

Mentukan tujuan adalah pertanyaan pertama yang akan aku buat untuk setiap langkah.

Tujuan lo apa? Itu kira-kira kata anak sekarang.

Kamis, 08 November 2012

Deposito Kebaikan

Ketika kita membuat deposito berupa kasih sayang tanpa syarat, ketika kita hidup terutama menurut hukum kasih, kita mendorong orang lain untuk hidup terutama menurut hukum kehidupan. Dengan kata lain, ketika kita benar-benar mengasihi orang lain tanpa syarat, tanpa, tanpa ikatan, kita membantu mereka merasa terjamin dan aman dan sah dan diteguhkan dalam nilai esensial, identitas dan integritas mereka. Proses pertumbuhan yang wajar pun terdorong. Kita membuat mereka hidup lebih mudah menurut hukum kehidupan-kerja sama, disiplin diri, integritas- dan menemukan serta hidup dengan hal yang tertinggi dan terbaik dalam hidup mereka. (Covey, page. 194)   

Selasa, 06 November 2012

Kursi geladak Titanic

Urusan cita-cita, urusan memilih jurusan saat kuliah, seingat saya orang tua kami tak pernah memilihkan apalagi memaksakan. Termasuk ketika hendak memilih calon pendamping. Kami delapan bersaudara tak satupun dengan cara menunjuk satu bintang, satu nama. Apalagi menjodohkan langsung. Orang tua hanya memberikan rumus umum. Variabelnya? terserah. Yang jelas ini rumusnya. Kalau ga masuk rumus, saya tak akan merestui, begitu deh kira-kira.

Ketika mengajukan proposal nikah (wah resmi betul nih..) calon yang diajukan syaratnya ga macam-macam. "Yang penting agamanya baik, dari keluarga baik-baik." Selebihnya, itu  terserah selera masing-masing. Mudah, yang penting masuk rumus, masuk dalam poin utama, masuk dalam kriteria pokok.

"Agamanya" adalah kalimat yang sangat penting bagi orang tua kami. Di garis itu pulalah kami dibesarkan. Kami ikut dan tersuasana dengan apa yang diharapkan oleh orang tua, terutama Bapak. "Kalau agamanya bagus, insya allah yang lain-lain akan baik juga."

Bersyukur sekali rasanya berada di koridor yang Bapak/ Ibu telah dirikan. Minimal kami anak-anaknya masih berada dalam rel yang benar.

Dari pengalaman diatas mungkin terselip inspirasi. Kepemimpinan ternyata  berkaitan juga dengan apakah keluarga terdekat terinspirasi dan ikut terpengaruh dengan apa yang dicontohkan. Semoga anggota keluarga kita terinspirasi dengan apa yg kita perbuat. Inspirasi yang akan menuntun masa depannya, dunia dan akhirat. 

      
Kutipan:

"Manajemen yang efisien tanpa kepemimpinan yang efektif adalah, seperti yang pernah dikatakan orang, "seperti meluruskan kursi-kursi geladak di atas Titanic." (Covey, page 92)




Apa maksudnya ya? Ga tau juga. :-) Tapi mungkin begini, kapal akan berlayar efektif kalau nahkodanya mantap, tak guna lurusin kursi-kursi dulu klo kapalnya masih miring, seperti Titanic yang lagi miring. Bisa betu, bisa salah. 

Senin, 05 November 2012

Bos tenang, anak buah senang

"Pengembangan kesempatan kinerja Menang/Menang seperti ini adalah aktivitas sentral dari manajemen. Pada saat kesempatan tercapai, karyawan dapat mengatur diri mereka sendiri dalam kerangka kesepakatan itu. Manajer pun dapat berfungsi sebagai mobil pembuka jalan dalam perlombaan. Ia dapat membuat segalanya berjalan dan kemudian menyingkir. Tugasnya sejak saat itu cuma menyingkirkan tumpahan oli". (7 Habits-Covey, page 244)

Minggu, 04 November 2012

Your Mission Complete?

Saat kecil dulu saya punya cita-cita menjadi pilot. Kenapa? Entahlah. Saat itu membayangkan memakai seragam seperti seorang pilot tampak begitu gagah dan dihormati. Membawa pesawat dan keliling dunia terasa begitu nikmat. Bisa jalan-jalan melihat banyak negara.


Seiring bertambah usia, cita-cita ikut menguap juga. Berganti ingin menjadi arsitek. Saya suka melihat gambar-gambar kakak yang saat itu masih kuliah di jurusan arsitektur. Begitu keren dan intelek merancang bangunan-bangunan megah. Peralatan dan meja gambar menambah suasana modern dan gagah.

Kenapa cita-cita sering gonta-ganti?

"Sebuah pernyataan misi pribadi yang disadari prinsip-prinsip yang benar menjadi sejenis standar yang sama bagi individu. Pernyataan misi ini menjadi konstitusi pribadi, dasar untuk mengambil keputusan utama yang mengatur kehidupan, dasar untuk mengambil keputusan sehari-hari di tengah kondisi dan emosi yang mempengaruhi hidup kita. Pernyataan ini memberdaya individu dengan kekuatan yang sama di tengah perubahan yang terjadi." (7 Habits-Covey, page 98)

Oh.... misi pribadi.

Pernah saya (dulu... banget) punya misi pribadi, padahal masih ingusan. Misinya adalah hanya akan mempersunting seorang putri yang memakai jilbab, menutup aurat. Walau banyak yang menarik, tapi tak sesui misi. Lewat. Cie... Untuk yang satu ini, "mission complete".  :)


Jumat, 02 November 2012

Jadi Juru Komentar

"Semua bentuk organisasi - termasuk keluarga dapat menjadi proaktif. Mereka dapat menggabungkan kreatifitas dan sumber daya dari individu-individu yang proaktif untuk menciptakan budaya proaktif didalam organisasi. Organisasi tidak perlu berada dibawah kekuasaan lingkungan; organisasi dapat mengambil inisiatif untuk mencapai nilai-nilai dan tujuan-tujuan bersama dari individu-individu yang terlibat". (7 Habits-Covey, page 68)

Setiap menyalakan TV lalu memilih channel berita, seketika itu juga pikiran kita bisa terpengaruh oleh isi berita tersebut. Melihat berita tentang korupsi, berita tentang perkelahan antar kelompok, berita tentang demonstrasi. Mungkin juga berita tentang selebriti yang selalu bikin sensasi.

Sekian banyak informasi yang kita lihat, boleh jadi mempengaruhi tindakan kita. Mungkin kita mengupat para koruptor, merasa tidak aman bepergian keluar daerah, atau menambah gosip tentang acara gosip para artis.

Menurut saya yang dikhawatirkan dengan informasi yang kita tonton adalah dampaknya terhadap diri kita. Kita seolah-olah terlibat dengan masalah itu, padahal tak ada hubungannya dengan kita. Kita menjadi reaktif. Mengomentari urusan orang lain, namun tidak efektif.

Kamis, 01 November 2012

Respon bermata dua




















Di pagi ini saya sempat membuka lagi buku 'Renungan Harian' 7 Habits-nya Steven R. Covey. Di halaman yang bertanggal hari ini, ada kalimat yang menarik untuk dikutip.

"Bukan apa yang orang lain perbuat atau bahkan bukan pula kesalahan kita sendiri yang paling melukai kita melainkan respon kita terhadap hal-hal itu. Mengejar ular berbisa yang baru saja mematuk kita hanya akan mendorong racun ke seluruh sistem peredaran darah kita. Jauh lebih baik untuk mengambil tindakan seketika guna mengeluarkan bisanya". (page:82)

Sering kali saya mengalami perasaan ingin marah saat berkendara di jalan. Ketika tiba-tiba ada pengendara lain yang hampir mencelakakan kita. Pernah suatu kali, ada yang tanpa memberi sinyal lampu, tiba-tiba menyerobot jalur kita. Atau saat kendaraan di depan kita tiba-tiba berhenti. Kitapun hampir menabraknya.

Segala macam kejadian yang kita alami tentu membut kita meresponnya. Saat di jalan itulah yang sering memancing emosiku. Dan ternyata, sering juga saya melihat dua orang yang hendak berkelahi gara-gara teknik berkendaranya yang hampir atau sudah saling tabrakan. Usai tabrakan itulah respon masing-masing muncul.

Kalau dah tabrakan? Bisa jadi adu jotos atau malah saling menolong.
Ada pilihan respon dari setiap kejutan.

Rabu, 31 Oktober 2012

Kekuatan Keyakinan



















Di suatu kesempatan, saya menyimak seorang ustadz menyampaikan sebuah pembahasan. Tentang bagaimana sebuah keyakinan akan mempengaruhi tenaga gerak seseorang.

Saya merangkumnya dalam sebuah bait:

Ketika iman lemah, masjid terasa jauh Ketika iman bersemi, berbuat kebaikan menjadi enak, nikmat Salah satu penguat iman adlah tasbih Kita sangat butuh bantuan Allah Sehingga dianjurkan senantiasa bertasbih, menyebut namanya Bahkan setiap benda di alam ini pun ikut bertasbih

Demikian catatan singkat dari seorang guru, Ustadz Amiruddin Dahad, MA
Ketua IKADI Kepri
Masjid Baitu Syakur, Jodoh, 5/4/12

Minggu, 15 Januari 2012

Kenapa Bersyukur












Mungkin kita banyak mengenal orang yang bernama Syukur. Atau kebetulan Anda yang sedang membaca tulisan ini kebetulan bernama Syukur. Saya yakin harapan orang tua ketika memberi nama tersebut tentu semoga kelak menjadi orang yang pandai bersyukur.

Kenapa harus bersyukur? Karena bersyukur adalah bukti penghargaan kita kepada Allah atas keadaan kita sekarang. Apa pun keadaan itu. Apakah saat ini kita merasa kekurangan atau merasa telah lebih dibanding yang lain.

Saat kita selalu merasa tak cukup, merasa kekurangan, merasa sial atau bahkan merasa telah dikutuk oleh takdir, maka saat itu kita mulai hanya berfokus pada kekurangan tersebut. Kekurangan pada satu sisi menjadikan kita merasa orang yang sial. Kekurangan pada satu bagian hidup, membuat kita berfikir bahwa ada yang tak adil dengan dunia ini.

Ketika pagi hari seorang wanita yang berwajah mulus bercermin dan melihat setitik jerawat tumbuh di wajahnya maka dia merasa terjadi bencana. Tiba-tiba jerawat itu seolah benda besar yang menghantam seluruh wajahnya. Padahal hanya setitik. Sementara seluruh tubuh yang lain masih begitu sempurna terlupakan untuk disyukuri. Tertutupi oleh pikiran yang parsial.

Saat kita mendapatkan hadiah, bantuan atau pertolongan dari seseorang hal terpenting yang pantas kita katakan adalah ucapan terima kasih. Coba bayangkan ketika kita mengucapkan kata-kata sebaliknya. “Saya tak butuh hadiah ini, saya tak butuh bantuan Anda sebenarnya, saya bisa melakukan tanpa pertolongan Anda saat ini, silahkan pergi.” Betapa tak indahnya kalimat tersebut. Sangat tidak menghargai pemberian. Orang yang memberi tadi mungkin akan berkata, “Jangan harap akan saya bantu lagi.” Tertutuplah satu pintu rezeki.

Dalam kehidupan ini, bersyukur berarti menghargai pemberian Yang Maha Pencipta. Menghargai pemberian atas kehidupan yang takkan mungkin bisa kita minta kepada orang lain. Nafas tak mungkin dibuat oleh manusia. Anggota tubuh adalah pemberian Dia yang sangat berharga, takkan mungkin menyamai buatan manusia. Sangat banyak hal mesti kita syukuri dibanding hal-hal yang kita merasa sial atau gundah dengan keadaan kita.

Manusia senang kepada orang yang berterima kasih, tentu lebih lagi adanya dengan Yang mencipta manusia. Mari kita membaca sebuah kalimat terakhir di bawah,

‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. (QS 14: 7).

Marhaban, Batam, 15 Januari 2012


Sabtu, 07 Maret 2009

Tanggung Jawab

"Harga sebuah keluarbiasaan adalah Tanggung Jawab, karena disanalah diuji setiap perkataan, tindakan dan kesiapan dalam menghadapi setiap resiko yang muncul". (Andrie Wongso).

Kusimpan sms itu dalam catatan yang rapi. Sms sekitar eman bulan yang lalu. Saat itu sempat berlangganan sms motivasi dari AW.

Belakangan ini harga keluarbiasaan itu semakin menantang dan seakan membuat pundak seolah terbebani beban berat. Beban yang memaksa diri untuk mencari jalan keluar dan menuntaskan setiap masalah. Dan semakin tantangan itu datang, kupaksakan meyakinkan diri bahwa aku harus menuntaskannya.

Bangunan besi ini semakin tinggi.

Selasa, 28 Oktober 2008

Sesungguhnya

Saat dunia berhenti berputar
saat manusia tak sanggup lagi berharap
ketika mentari tak sanggup lagi berjanji
menyinari dunia yg tlah kau singgahi
mampukah kau untuk berbagi
tanpa hasrat ingin diberi
di hadapanNya
di hadapanMu ya Allah

“Sesungguhnya” By Ungu

Kamis, 23 Oktober 2008

Tekad* di pagi itu

Pagi ini angin bertiup agak kencang saat lagi diatas motor menuju tempak kerja. Dari kejauhan mulai tampak awan kelabu. Hujan sebentar lagi akan menguyur deras. Seperti setiap pagi ketika berangkat, biasanya saya memasang earphone di balik helm. Hitung-hitung dari pada mendengar deru ratusan kendaraan yang membosankan, kupilih channel Radio Salam FM**.

Sepekan yang lalu ada syair yang entah kenapa diputar hampir setiap pagi tepat kala sedang tancap gas. Syair ini tentu mengingatkan lagi masa indah bersama kawan-kawan KAMMI di Makassar. Mengingatkan saat-saat daurah, saat meeting, riadhoh, saat jaulah ke daerah dan tentu saat menyaksikan mereka-mereka para pemuda dengan takbir kekarnya.

Syair ini seolah memacuku untuk makin melajukan motorku.

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi

...
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari bujur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya

...

Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi da'wah ini jalan panjang

Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi
Tuk teman-teman KAMMI se-Indonesia, terkhusus KAMMI Daerah Sulsel,
SELAMAT MENGGELAR MUKTAMAR VI KAMMI di MAKASSAR
Semoga Sukses.

*Tekad/ Munsyid : Izzatul Islam/ http://liriknasyid.com
** Salam FM 102.7, bisa dengar juga
melalui audio streaming di www.radiosalamfm.com

Senin, 07 Juli 2008

Surat Buat Wakil Rakyat















Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 )

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Dikantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke

Saudara dipilih bukan di lotere
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he eh juara hahaha

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Kemarin aku mendengar lagi lagu ini langsung dari seorang (mirip) Iwan Fals. Mirip suara dan idealismenya. Minimal wajah dan penampilannya berkata begitu. Entah apa alasan penyelenggara acara hari ini mengundang mereka jadi bintang utama. Biasanya yang tampil dalam acara serupa ini seperti bulan kemarin adalah para Nasyider yang berwajah sejuk bak pangeran dan tak brewokan. Two tumbs up for panitia.

Inilah lagu yang ga ada matinya, menurut kesimpulan sementara saya. Kami yang duduk bersila sambil melambai-lambai tangan hafal betul dan sangat menikmati lagu ini. Padahal sudah lagu ini hampir berusia 30 tahun.

Ada perasaan geli sekaligus kecut tapi kami begitu menikmatinya, hingga seorang "yang biasa bersafari" yang hadir hari itu digotong untuk "mengakui kebenaran lagu itu".

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”
Bravo Iwan Fals. Sebentar lagi lagu ini akan laris lagi sebagai pelipur rakyat yang tak berdaya. Selama Indonesia belum AMAN DAN SEJAHTERA lagu ini akan tetap abadi.

Minggu, 15 Juni 2008

Mars Kepanduan

Bangkitlah mujahid bangkitlah
Rapatkan barisan rapatkan
Ayunkanlah langkah perjuangan
Mati syahid atau hidup mulia

Siapkan dirimu siapkan
Gentarkan musuhmu gentarkan
Tak kan pernah usai pertarungan
Hingga ajal kan menjelang

Enyahkan rasa takut dan gentar
Walau raga kan meregang nyawa
Karna ALLAH tlah janjikan syurga
Untukmu mujahid setia

Melepas lelah usai Mukhayam.

Selasa, 22 April 2008

Siang mencari, malam istirahat












 

Kubuka sejenak dan kubaca di sudut ruangan dari sebuah buku tebal di sela rehat. Terbaca tulisan ini...

QS : 30. Ar Ruum
23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

QS : 10. Yunus
67. Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.

Betul.

Selasa, 01 April 2008

Kuatkan jiwa












 

Intanshurullaha yan shurkum wa yutsabbit aqdamakum.

Ada dorongan kuat untuk mengeja di hati kalimat itu berkali-kali.
Ingin mengalahkan kelemahan jiwa dan kerdilnya tenaga.
Kuatnya jiwa karena ujian. Akankah kita akan lulus dari pintu itu?
Semoga.

Sabtu, 15 Maret 2008

Yang tak sempat terucap












Terngiang syair sebuah nasyid.....


Untukmu Teman

Brothers

Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi

Ketika kau menghulurkan tanganmu

Membawaku ke daerah yang baru

Dan hidupku kini ceria
Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku

Kepadamu teman

Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu

Takkanku lupa

Walau badai datang melanda

Walau bercerai jasad dan nyawa
Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan

Mungkinkah menguji kesetiaan

Kejujuran dan kemanisan iman

Tuhan berikan daku kekuatan


Mungkin amat terlambat, namun tak apalah.
Kemarin tak sempat mengucap terima kasih dengan lengkap kepada semua teman-teman 'luar biasa' yang mewarnai hari dalam nuansa anak muda yang berusaha menghidupkan ghirohnya. Sekali lagi, terima kasih kawan, guru/mr/asatiz, saya belajar dari semangat antum/antunna semua.

BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...