Sabtu, 13 Juni 2020

SERAMBI TAMAN SYURGA


“Jika kamu melewati taman-taman Syurga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, ”Apakah taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab,” Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling jalan-jalan mencari ahli dzikir. Jika mereka menemukan satu kaum yang sedang mengingat Allah, mereka berseru, ‘Marilah kalian menuju kebutuhan kalian.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Lalu para malaikat itu mengelilingi mereka dengan sayap-sayapnya sampai langit dunia.” (HR. Bukhari, Muslim)

“Apabila kamu melewati taman-taman Syurga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,” Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman Syurga itu?” Nabi   menjawab,” majelis-majelis ta’lim." (HR. Thabrani)

“Sesungguhnya Allah, para malaikat Nya, penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”  (HR. Tirmidzi)

BERANJAK PULANG


Pekerja galangan sebuah perusahaan di Batam berjalan meninggalkan area pembangunan kapal. Mereka beranjak pulang saat menjelang matahari terbenam. 

Menurut Ketua Iperindo Kepri, ada 70 galangan di Batam (Batampos, 2018). Dari jumlah tersebut saat ini tidak semuanya aktif. Data ekspor kapal yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri pada awal tahun 2017 menunjukkan penurunan produksi shipyard kala itu.

Beruntung Batam masih dipercaya untuk pembuatan dan docking kapal-kapal pemerintah. Seperti kapal TNI, Pertamina, dan juga kapal Pelni.

Di tengah pandemi Covid-19, galangan-galangan kapal di Batam saat ini sedikit banyak juga ikut terdampak akibatnya. Aktivitas produksi pekerjaan pembangunan kapal beberapa galangan saat ini juga harus mengalami penyesuaian.   

Mengikuti arahan dari pemerintah, protokol kesehatan di galangan-galangan juga sudah diterapkan. Seperti pemakaian masker dan jaga jarak.

Hal yang cukup terasa memberikan dampak yaitu yang terkait dengan proses pemesanan barang dan material yang berasal dari luar negeri. Peralatan yang tidak tersedia di dalam negeri dan harus diimpor dari luar negeri mengalami keterlambatan proses produksi dan pengiriman. 

Bacaan: 
batampos.co.id (2020/04/29); (2018/07/31) 
kemenperin.go.id

Kamis, 11 Juni 2020

CANDI BENTAR


Ini bukan tempat ibadah. Bukan juga tempat objek wisata. Ini adalah kawasan industri. Memang secara sepintas pintu gerbang atau gapura dan bangunan depan kawasan ini memiliki bergaya bangunan adat Bali.

Gapura berbentuk tiang, berwana merah bata, berornamen abu-abu, dua bauh kiri dan kanan, seolah terbelah simetris, menjadi penanda utama yang mencolok. Atap bangunan kantor berbentuk limas dengan pucuknya yang khas makin menambah identitas arsitektur Balinya.

Candi Bentar Industrial Area. Itulah yang terpampang pada papan nama atau pagar depan kawasan ini. Persis di depan hamparan yang terhampar rumput hijau yang terpelihara rapi.  

Momen sore hari menjelang magrib adalah waktu yang boleh menjadi pilihan mengabadikan suasana di Candi Bentar. Di waktu tersebut Candi Bentar akan menghadirkan latar langit dengan warna yang cerah. Langit biru dan awan putih akan ikut berubah menjadi kuning keemasan yang sangat indah.

Karena momen ini berlangsung hanya beberapa menit saja, sangat sayang untuk dibiarkan begitu saja tanpa diabadikan dalam jepretan kamera atau handphone

Rabu, 10 Juni 2020

TERCAPAI CITA-CITA


Aku tahu kau punya obsesi
Yang kini belum tercapai
Aku yakin di esok nanti
Semua akan menjadi nyata

Aku tahu mimpi terindahmu
Yang sering kau ucapkan
Aku yakin suatu hari nanti
Semua itu bahkan terlampaui

Aku tahu kau tak pernah menyerah
Hanya karena tak punya apa
Sebab nyata di depan mata
Kau adalah pencari surga

Aku tahu semua pasti tak mudah
Dan akan bertemu banyak rintangan
Yang kan menggoda tuk menyerah
Dan kau memilih terus menghadang

Dan sesuai yang telah dikira
Badai sekali lagi datang
Dan sesuai yang telah diduga
Cobaan dan godaan makin menantang

Hingga saat hati hampir goyah
Dan sisa harapan dan doa yang tersisa
Akhirnya awan gelap mulai tersibak
Celah cahaya makin terbuka

Terbuka dan makin terang
Terbentang jalan yang lapang
Tersibak belantara yang garang
Tersungkur mengucap syukur yang dalam 

Kini
Satu persatu mimpi tercapai
Satu persatu mimpi terlampaui
Dan bahwa semua tak mungkin diraih
Ketika terucap kata menyerah

Kini
Impian baru telah tersusun lagi
Untuk mencari titik takdirnya
Untuk terwujud di alam nyata
Yang semua berawal dari mimpi

(Baraqallah untuk istriku, kekasih dan teman hidupku)

SUASANA BATAM (1)



Foto diatas adalah suasana di salah satu sudut Jalan Brigjen Katamso. Letaknya tak jauh dari Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Pada jam 4 sore hingga jam 7 malam kesibukan pengendara motor dan mobil meningkat. Jam tersebut adalah rentang waktu para pekerja dari berbagai penjuru kawasan industri beranjak pulang. Sebagian lagi aktifitas masyarakat yang pergi ke Kawasan Fanindo, pasar dan pertokoan yang ada di dekat jalan ini. Demikian juga pengendara lain yang keluar rumah dengan berbagai keperluan. 

Di sisi kiri jalan terdapat ruang terbuka atau taman terbuka. Biasanya banyak orang dari segala umur yang datang untuk bermain. Bahkan tak jarang yang menggelar tikar untuk sekedar duduk-duduk santai melepas lelah bersama keluarga. 

Sejak adanya taman ini, di sepanjang sisi jalan juga kini ramai mermunculan pedagang kaki lima. Ada yang datang dengan motor menjual makanan ringan, minuman hingga permainan anak-anak. Ada juga memakai mobil yang disulap menjadi lapak jualan.

Di sisi kiri jalan demikian juga. Terutama setelah pembukaan Masjid Sultan. Banyak pengunjung mampir jalan-jalan dan berfoto di depan Masjid tersebut. Dan mulailah juga bermunculan pedagang kaki lima menggelar jualannya.

Senin, 08 Juni 2020

PASAR AVIARI


Lokasi foto: Batu Aji, Batam.

Pasar Aviari adalah salah satu pasar utama di bilangan Batu Aji dan Sagulung. Selain itu ada juga Pasar Fanindo, Pasar Sagulung dan Pasar SP Plaza.

Istilah pasar kalau di Batam bisa jadi berbeda dengan pengertian pasar pada umumnya. Pasar Aviari sebagai contoh, sebenarnya adalah kawasan pertokoan yang berada dalam satu blok. Terdapat tiga pintu utama berportal sebagai akses orang dan kendaraan keluar masuk yang dikelola oleh sebuah perusahaan perparkiran.

Walaupun juga terdapat pasar basah seperti pasar tradisional pada umumnya, namun di Pasar Aviari lebih dominan toko yang menjual peralatan rumah tangga, elektronik dan toko kelontong lainnya. Toko-toko buka sepanjang hari, dari pagi hingga malam. Juga terdapat beberapa rumah makan dan sea food corner.

Sekitar lima tahun belakangan, menjamur tempat jual-beli di seantero Batam yang muncul seolah dadakan atau akrab disebut pasar kaget. Keberadaannya tidak berlangsung setiap hari, tidak berjualan sepanjang hari. Kadang berpindah-pindah tempat dan tempat jualannya tidak permanen.  Jenis jualan kebanyakan untuk keperluan dapur dan juga banyak menjual pakaian bekas.

REFLEKSI


Lokasi foto: Marina, Batam.

Wabah Covid-19 muncul pertama kali pada bulan Desember 2019 di Wuhan, salah satu kota di Tiongkok. Seluruh dunia terkena dampaknya. Korban jiwa dan kerugian secara ekonomi hampir merata di semua negara. Tak terkecuali Indonesia.

Dibulan Maret 2020 ditemukan kasus pertama penderita Covid-19 di Indonesia. Hingga update terakhir (7/6) penduduk Indonesia yang meninggal 1.851 orang.

Bulan puasa kemarin adalah puasa yang sepertinya akan selalu dikenang sepanjang masa. Bulan puasa di tengah wabah Covid-19. Shalat tarawih yang biasanya dilaksanakan di masjid, kali ini shalat di rumah saja. Shalat lima waktu dan shalat jum’at dibolehkan di rumah masing-masing. Demi memutus rantai penyebaran wabah Covid-19. Bahkan Masjidil Haram di Makkah ditutup untuk sementara waktu.

Sebelum masuk hari puasa di akhir Mei 2020 kemarin, pemerintah dan ulama telah menghimbau ummat muslim untuk melaksanakan ibadah di rumah saja.  

Sungguh suasana kemarin adalah ramadhan yang sangat berbeda sepanjang hidup. Sungguh ini kejadian yang mungkin takkan kita jumpai di masa yang akan datang. Dan semoga saja bukan malah permulaan untuk seterusnya.   

Bacaan: covid19.go.id/ Tausiyah MUI Nomor : Kep.1065/DP-MUI/IV/2020


Sabtu, 06 Juni 2020

NAGOYA - LUBUK BAJA


Lokasi foto: Nagoya, Batam.

Pertama kali menginjakkan kaki ke Kota Batam dan mendengar nama Nagoya, saya membayangkan bahwa di sini pernah ada perkampungan orang Jepang yang berasal dari salah satu kota di Jepang yaitu Kota Nagoya.

Ternyata saya keliru. Belakangan saya baru tahu bahwa daerah yang aslinya bernama Lubuk Baja ini, kenapa lebih dikenal dengan nama Nagoya bermula saat survey awal pengembangan Otorita Batam. Itu berlangsung di tahun 1960-an saat banyak orang Jepang terlibat dan berkemah di daerah ini.  

Ketika survey saat itu, ketika ditanya mau kemana, orang-orang menjawab, mau ke tampat orang Jepang itu, Nagoya. Dari mulut ke mulut lama kelamaan warga Batam terbiasa menyebut Nagoya dibanding Lubuk Baja.  Hingga saat ini.

Yang terkenal di Nagoya tentulah karena banyak tempat untuk berbelanja oleh-oleh dengan harga yang lebih murah dibanding di kota lain. Pengunjung yang datang ke Batam, sebelum kembali biasanya akan mencari oleh-oleh. Yang banyak diburu seperti tas, dompet, jam tangan, parfum atau coklat. Ada juga yang sekedar mencari souvenir khas Batam seperti gantungan kunci atau baju kaos bertuliskan Welcome to Batam.

Bacaan: detik.com.

PELABUHAN SAGULUNG


Lokasi foto: Sagulung, Batam.

Sebagai kota yang berbentuk pulau dan berbatasan dengan luar negeri, Batam memiliki banyak 5 pelabuhan Internasional. Selain itu juga terdapat puluhan pelabuhan rakyat. Salah satunya adalah Pelabuhan Sagulung. Berada di sisi timur pulau Batam. Jumlah penambang boat pancung yang aktif di pelabuhan ini sebanyak 50 pancung.

Pelabuhan ini menjadi penghubung utama ke pulau Buluh, pulau dengan 675 Kepala Keluarga. Jumlah penduduk pulau Buluh sesuai data 2009 sebanyak 2.509 jiwa (Wikipedia). 

Beberap meter mendekati pelabuhan akan ditemui kendaraan mobil dan motor yang diparkir di sepanjang sisi jalan.

Makin merapat ke arah pelabuhan, jalan mulai rusak. Saat hujan tampak genangan air dan tanah yang becek. Juga suasana masih tampak kurang bersih dan belum tertata rapi.

Maksud awal ke tampat ini untuk melihat suasana sunset di pelabuhan ini. Namun karena cauca mendung dan tak tampak matahari, sehingga akhirnya hanya mengambil foto pintu gerbang masuk kawasan pelabuhan.

Bacaan: batam.tribunnews.com/ wikipedia.


Jumat, 05 Juni 2020

YANG BARU DI JEMBATAN BARELANG



Lokasi foto: Jembatan Barelang, Batam.

Sudah sering kali saya ke jembatan ini. Sepertinya sudah lebih dari 10 kali. Namun setiap kali ke tempat ini seolah tak habis rasa kagum atas bangunan konstruksi sepanjang 385 meter yang menghubungkan pulau Batam-Rempang-Galang ini. 

Nama-nama pulau tersebut kemudian disingkat Barelang. Nama Barelang inilah yang lebih populer dipakai untuk menyebut nama jembatan ini. Nama resmi sebenarnya adalah Jembatan Fi Sabilillah.

Kali ini ada yang baru lagi sejak terakhir saya ke tempat ini. Kini ada taman yang telah ditata rapi di bagian bawah jembatan. Tepatnya di sekitar area dua tiang kaki yang menopang sisi utara jembatan. Ada jalan-jalan taman yang dipayungi rangka tiang-tiang berwarna coklat berderet diatasnya. Di bagian ujung taman juga telah dilengkapi dengan toilet umum.

Selain penataan jalan-jalan di taman bawah itu, ternyata ada juga penyewaan perahu untuk yang ingin menikmati suasana laut di sekitar jembatan Barelang. Dikenakan 20 ribu perorang sekali trip selama kurang lebih 15 menit.

BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN

Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...