Dua hari yang lalu ingin sekali rasanya aku berada di rumah. Rindu sekali. Hari itu hampir seluruh keluarga berkumpul untuk sebuah perpisahan sejenak. Mengantar Ibu menuju negeri 'Onta', memenuhi panggilan ke Baitullah. Hanya dengan hp-lah perasaan rindu ini sedikit terobati. Ingin kuucapkan selamat jalan. Dan tetnu semoga dapat kembali dengan selamat.
Sejenak terbayang lagi kebersamaan dengannya di masa kecil kami. Ketika masa kanak-kanak yang pasti merepotkan. Namun tak pernah jua mengeluh memberikan kasih sayang yang tak terhingga.
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ketika kini berada jauh darinya terasalah beban kerinduan itu. Ingin sekali rasanya melepas dan megantarnya hingga lambaian terakhir.
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Rabbigfirlii waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayanii shaghira'...
Selamat jalan Ibu, memenuhi panggilan ke Baitullah. Titip doa untuk kami anakmu.
*"Ibu" Iwan Fals.
Minggu, 09 November 2008
Selasa, 28 Oktober 2008
Sesungguhnya
Saat dunia berhenti berputar
“Sesungguhnya” By Ungu
saat manusia tak sanggup lagi berharap
ketika mentari tak sanggup lagi berjanji
menyinari dunia yg tlah kau singgahi
ketika mentari tak sanggup lagi berjanji
menyinari dunia yg tlah kau singgahi
mampukah kau untuk berbagi
tanpa hasrat ingin diberi
di hadapanNya
di hadapanMu ya Allah
tanpa hasrat ingin diberi
di hadapanNya
di hadapanMu ya Allah
Kamis, 23 Oktober 2008
Tekad* di pagi itu
Pagi ini angin bertiup agak kencang saat lagi diatas motor menuju tempak kerja. Dari kejauhan mulai tampak awan kelabu. Hujan sebentar lagi akan menguyur deras. Seperti setiap pagi ketika berangkat, biasanya saya memasang earphone di balik helm. Hitung-hitung dari pada mendengar deru ratusan kendaraan yang membosankan, kupilih channel Radio Salam FM**.
Sepekan yang lalu ada syair yang entah kenapa diputar hampir setiap pagi tepat kala sedang tancap gas. Syair ini tentu mengingatkan lagi masa indah bersama kawan-kawan KAMMI di Makassar. Mengingatkan saat-saat daurah, saat meeting, riadhoh, saat jaulah ke daerah dan tentu saat menyaksikan mereka-mereka para pemuda dengan takbir kekarnya.
Syair ini seolah memacuku untuk makin melajukan motorku.
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi
...
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari bujur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya
...
Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi da'wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi
Tuk teman-teman KAMMI se-Indonesia, terkhusus KAMMI Daerah Sulsel,
SELAMAT MENGGELAR MUKTAMAR VI KAMMI di MAKASSAR
Semoga Sukses.
*Tekad/ Munsyid : Izzatul Islam/ http://liriknasyid.com
** Salam FM 102.7, bisa dengar juga melalui audio streaming di www.radiosalamfm.com
Sepekan yang lalu ada syair yang entah kenapa diputar hampir setiap pagi tepat kala sedang tancap gas. Syair ini tentu mengingatkan lagi masa indah bersama kawan-kawan KAMMI di Makassar. Mengingatkan saat-saat daurah, saat meeting, riadhoh, saat jaulah ke daerah dan tentu saat menyaksikan mereka-mereka para pemuda dengan takbir kekarnya.
Syair ini seolah memacuku untuk makin melajukan motorku.
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi
...
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari bujur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya
...
Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi da'wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi
Tuk teman-teman KAMMI se-Indonesia, terkhusus KAMMI Daerah Sulsel,
SELAMAT MENGGELAR MUKTAMAR VI KAMMI di MAKASSAR
Semoga Sukses.
*Tekad/ Munsyid : Izzatul Islam/ http://liriknasyid.com
** Salam FM 102.7, bisa dengar juga melalui audio streaming di www.radiosalamfm.com
Sabtu, 18 Oktober 2008
Waktu cepat berlalu
Jumat, 10 Oktober 2008
Nol
Minggu, 07 September 2008
Bulan Perjuangan

Puluhan sms mendera hp-ku mengucapkan kata-kata kegembiraan menyambut datangnya bulan suci itu. Teriring salam kepada semua kawan semoga ramadhan kali ini menjadi ramadhan yang terindah.
Hari ini ramadhan telah berlalu 4 hari. Seperti biasa pagi-pagi aku berangkat meninggalkan rumah. Sambil tancap gas menuju tempat kerja berburu dengan ratusan pengendara motor yang lain, terdengar syair nasyid dari earphone dibalik helmku yang entah, syairnya saat itu begitu bermakna. Sejenak tanganku seolah bergetar memegang stang motor dan tubuh bergidik.
Bulan perjuangan tingkatkan iman
Pupuk pengorbanan suci
Bina kesungguhan bina keiklasan
Berbekal takwa untuk
kehidupan Ramadhan
Pupuk pengorbanan suci
Bina kesungguhan bina keiklasan
Berbekal takwa untuk
kehidupan Ramadhan
Yah…Bulan perjuangan. Berpuasa dibawah terik mentari sambil menyusuri bangunan-bangunan kapal menyempurnakan perjuangan ini. Pantulan panas dari berbagai arah memaksa peluh memabasahi dahi dan sekujur tubuh. Kutengadahkan kepala keatas menatap bola matahari yang membara dari balik black glasses. Haus? Pasti. Di hari biasa jika turun ke lapangan aku biasanya selalu membawa sebotol air. Sehari kadang diisi lagi 2-3 kali. Begitu indah perjuangan ramadhan kali ini.
Hindarkan kesiaan kata dan perbuatan
Tinggikan hari dengan kesibukan Robani
Janganlah sampai keluar dengan tangan hampa
Tiada hasil kecuali lapar dahaga
Lapar dan dahaga mungkin salah satu ujian ramadhan, namun bukan hanya itu yang menjadi tuntutan ibadah puasa kita.
Ingatkan diri sang junjungan di bulan Rohmah
Tegakkan malam bertabur dzikir dan tilawah
Cerah hari hari bercahayakan
Indah menyinar ketakwaan
Inilah amalan yang mesti kita sempurnakan. Ladang untuk itu datang lagi untuk kita tahun ini. Allah masih memberikan kesempatan bagi kita.
Telah datang bulan keagungan
Bulan rohmah untuk keberkahan
Berlombalah untuk pahala
Dari malam seribu bulan
Lailatul Qodar
Perbanyaklah ridhoi Robb-mu
Syahadah istigfar selalu
Mintalah ridho-Nya karena tujuan-Mu
Mohon perlindungan dari nerakanya
Ramadhan... Ramadhan..
(Ramadhan/ Munsyid : Izzatul Islam/ http://liriknasyid.com)
Tak terasa aku hampir sampai ke tempat kerja. Dari kejauhan nampak ujung-ujung gantry crane berwarna kuning yang menjulang jangkung bertulisakan SAFETY FIRST mengangkangi kapal-kapal yang belum rampung.
Terima kasih ya Allah kau pertemukan kami dengan ramadhan kali ini.
Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’ban waballigna ramadhan.
Selasa, 19 Agustus 2008
Ucapan terima kasih
Teriring ucapan terima kasih dari adik-adik asuh dan keluarganya kepada para kakak-kakak yang dengan penuh keikhlasan telah memberikan secercah harapan kepada mereka. Kami menyambungkan ucapan terima kasih mereka, semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua. (Telah diserahkan bea-siswa untuk biaya pendidikan 6 bulan pertama untuk 5 orang adik asuh pada 16 Agustus 2008).
(Tribute untuk kawan2 di Batamec all trade, terkhusus Accounting Dept, kawan2 di Pan-United, di Jaya Asiatic,dll. Doa mereka mengiringi langkah kita.)
(Tribute untuk kawan2 di Batamec all trade, terkhusus Accounting Dept, kawan2 di Pan-United, di Jaya Asiatic,dll. Doa mereka mengiringi langkah kita.)
Jumat, 01 Agustus 2008
TRUE STORY FROM MY NEIGHBOUR

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Kepada kawan-kawan (PT. Batamec Shipyard/ dan lainnya)
Lewat lembaran ini kami ingin menceritakan sebuah kisah yang mengajak kita untuk berbagi kepedulian.
Kemarin malam, seorang tetangga kami (waktu masih tinggal di Mess Perusahaan, Perumnas Sagulung Blok F 13-14), Pak Tata namanya, menceritakan kisah nyata kalau bisa dibilang, atau lebih tepatnya kisah di depan mata karena aktor-aktornya adalah tetangga sendiri yang rumahnya pas sudut jalan, di depan rumah Pak Tata, blok F 85). Sebuah keluarga yang didalamnya ada beberapa anak yatim. Karena ingin menyaksikan sendiri para ’aktor’ tersebut, kami berkunjung ke rumah itu. Rumah yang sebenarnya sangat sering aku lewati dulu saat masih menjadi warga blok F.
Dari depan rumah tersebut nampak kusam. Nampak tembok yang mulai pudar putihnya dan terkelupas karena tak disentuh renovasi sekalipun. Lampu depan yang menerangi teras malam itu bersinar sayu seolah tak bertenaga. Halaman rumah juga kosong tak ada hiasan bunga-bungaan. Mungkin penghuni rumah ini tak sempat lagi memikirkan masalah seperti itu.
Kami tiba disambut seorang kakek yang masih nampak gesit. Lalu muncul satu persatu isi rumah tersebut. Seorang ibu paruh baya, seorang anak kecil kurus, seorang kakaknya, lalu seorang gadis seusia anak SMA. Lalu tiba dari luar beberapa anak remaja yang tampaknya dari acara ’panggung pemuda’ yang lagi digelar di depan kompleks malam itu. Ternyata di rumah itu ada 14 orang penghuni. Saya tidak habis pikir, kok bisa ya rumah sekecil itu memuat orang sebanyak itu. Saat masih di Mess F/14 saja (istana batamec itu), kami tinggal delapan orang sudah terasa rame, apalagi empat belas orang.
Di rumah tersebut tinggal beberapa orang anak yatim. Kurang lebih sebulan yang lalu, Bapak mereka meninggal karena sakit. Kini anak-anak tersebut diasuh oleh ibunya bersama anggota keluarganya yang lain di rumah tersebut.
Ada beberapa orang anak yang masih dalam usia sekolah. Ada Teguh (SD), Andi (SKB), Akbar (SKB) dan Eli (MAN). Suci (SD) anak Pak Tata sekalian juga. Keluarga anak-anak ini sebenarnya merasa bimbang dan berat untuk menyekolahkan mereka. Jangankan untuk biaya sekolah, untuk kebutuhan sehari-hari mungkin masih seadanya. Karena yang menjadi tulang punggung keluarga itu tak ada lagi. Sementara yang ’berproduksi’ alias mencari nafkan di rumah itu seorang paman yang narik ojek, kakek yang bantu-bantu Pak Tata di usaha kerupuk dan sang Ibu yang jualan kecil-kecilan di pasar Sagulung.
Hati ini tergugah ingin sekali meringankan beban mereka walau malam itu hanya memberikan sedikit harapan bahwa akan ada teman-teman saya yang Insya Allah akan bersedia membantu. Utamanya untuk membiayai biaya bulanan sekolah mereka. Setelah diakumulasi, mereka berempat membutuhkan sekitar sekitar Rp. 350.000 sebulan. (Mungkin nilai yang tak seberapa bagi yang sudah berkecukupan).
Kulihat wajah cerah dan senyum bahagia, mungkin juga haru sebab kulihat mata ibu itu berkaca-kaca. Dan...akhirnya kebahagiaan karena anak-anaknya akan ada yang membantu biaya pendidikan mereka, mengharapkan kepedulian kita. Sebenarnya saya takut memberikan harapan seolah biaya sekolah akan ’beres’ sebab calon kakak asuh itu harapannya adalah Anda, yang belum saya konfirmasi. Olehnya itu kami mengajak kawan-kawan untuk menjadi Kakak asuh bagi mereka dengan membantu biaya pendidikan mereka. Saya kira ini mungkin salah satu cara Dia, mengajarkan arti sebuah kepedulian, dan bukan sekedar teori. Mulai yang dekat dengan lingkungan tempat kita berada.
Kalau boleh ini semacam teknisnya:
Berikut keterangan dan rincian biaya yang dibutuhkan*:
No
|
Nama
|
Sekolah
|
Biaya perbulan
|
1.
|
Eli
|
Kelas 1 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batam
|
Rp. 125.000
|
2.
|
Teguh
|
Kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah Bina Ummah, MKGR
|
Rp. 50.000
|
3.
|
Andi
|
Sanggar Kegiatan Belajar (Smpg RS Daerah Btm)
|
Rp. 50.000
|
4.
|
Akbar
|
Sanggar Kegiatan Belajar (Smpg RS Daerah Btm)
|
Rp. 50.000
|
5.
|
Suci
|
Kelas 3 SD Darul Qufran, Sagulung
|
Rp. 60.000
|
Untuk tahun ajaran baru, Eli yang baru Kelas 1 MAN Batam, dan Teguh juga membutuhkan biaya pembelian buku sebesar Rp. 317.000* dalam bulan ini (Juli 08)
Bagi kawan-kawan yang berminat menjadi kakak asuh/ donatur (jumlah sesuai keinginan, namun mungkin sekedar tawaran memilih paket 25.000, 50.000, 75.000, 100.000 perorang/ perbulan). (Exp: 13 kakak asuh x Rp.25.000 = 325.000). Harapanya bulan Agustus nanti telah ada Kakak Asuh yang bersedia membantu biaya sekolah mereka.
Untuk jangka selanjutnya kami akan mencoba bekerja sama dengan lembaga yang menjadi fasilitator beasiswa anda nantinya.
*) Data copy-an yang diberikan kepada kami
Fasilitator, info dan saran:
Marhaban/ BC 3539. Yang berminat silakan ketik sms (Nama/Dept/Donasi) ke Cp: 081355122909 Exp (Marhaban/Hull/25rb). Email: mar_haban@yahoo.co.id. Blog: mar-haban.blogspot.com. Atau langsung ke alamat mereka: Perumnas Griya Sagulung, Blok F/85. Kelurahan Sagulung Kota , Kec. Sagulung. Mengajak juga untuk menjadi semacam ‘team kakak asuh’.
Posted: Batam_Sunday, 27 July 2008
Minggu, 13 Juli 2008
Tiada henti
Kala terik makin panas membakar
Tiba-tiba awan datang menggulung
Hitam pekat bak siluman bersarung
Hujan menderu basahi tanah berdebu
Saat tantangan makin menempa
Memaksa kita makin dewasa
Hingga kadang berfikir untuk berkata:
Mampukah kita?
Namun toh ternyata kita semua bisa melewatinya
Hingga makin terasa arti penting
Sebuah tanggung jawab
Ternyata kita takkan pernah berhenti belajar
(Sejenak rehat project H7038)
Tiba-tiba awan datang menggulung
Hitam pekat bak siluman bersarung
Hujan menderu basahi tanah berdebu
Saat tantangan makin menempa
Memaksa kita makin dewasa
Hingga kadang berfikir untuk berkata:
Mampukah kita?
Namun toh ternyata kita semua bisa melewatinya
Hingga makin terasa arti penting
Sebuah tanggung jawab
Ternyata kita takkan pernah berhenti belajar
(Sejenak rehat project H7038)
Senin, 07 Juli 2008
Surat Buat Wakil Rakyat

Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 )
Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR
Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili
Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam
Dikantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke
Saudara dipilih bukan di lotere
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he eh juara hahaha
Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR
Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam
Kemarin aku mendengar lagi lagu ini langsung dari seorang (mirip) Iwan Fals. Mirip suara dan idealismenya. Minimal wajah dan penampilannya berkata begitu. Entah apa alasan penyelenggara acara hari ini mengundang mereka jadi bintang utama. Biasanya yang tampil dalam acara serupa ini seperti bulan kemarin adalah para Nasyider yang berwajah sejuk bak pangeran dan tak brewokan. Two tumbs up for panitia.
Inilah lagu yang ga ada matinya, menurut kesimpulan sementara saya. Kami yang duduk bersila sambil melambai-lambai tangan hafal betul dan sangat menikmati lagu ini. Padahal sudah lagu ini hampir berusia 30 tahun.
Ada perasaan geli sekaligus kecut tapi kami begitu menikmatinya, hingga seorang "yang biasa bersafari" yang hadir hari itu digotong untuk "mengakui kebenaran lagu itu".
Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”
Bravo Iwan Fals. Sebentar lagi lagu ini akan laris lagi sebagai pelipur rakyat yang tak berdaya. Selama Indonesia belum AMAN DAN SEJAHTERA lagu ini akan tetap abadi.
Langganan:
Postingan (Atom)
BERQURBAN SEBAGAI BUKTI KETAATAN
Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...
-
Air matanya menitik. Aku tak tahu sebabnya. Ketika itu... Beberapa hari belakangan ada suara-suara miring yang terdengar dari can...
-
Setiap kebaikan sejatinya bisa dilaksanakan kapan saja. Namun berqurban di hari Idul Adha (dan tiga hari setelahnya) adalah momentum istim...
-
Setahun sudah aku berada di Batam ini dengan lingkungan aktivitas dan rutinitas pekerjaan yang membutuhkan ketahanan fisik dan ...

